Talkshow PSGA UIN Madura Hasilkan Rekomendasi Penguatan Tata Kelola dan Pembentukan Satgas PPKS
- Diposting Oleh Achmad Firdausi
- Sabtu, 1 Agustus 2026
- Dilihat 103 Kali
Pamekasan | Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri Madura menyelenggarakan talkshow bertajuk “Idealitas dan Realitas Tata Kelola PSGA” pada Rabu, 22 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Sidang Rektorat Lantai 2 UIN Madura tersebut menjadi forum strategis untuk memperkuat tata kelola kelembagaan yang inklusif, profesional, dan responsif terhadap isu gender serta perlindungan anak.
Talkshow menghadirkan Prof. Dr. Lilik Hurriyah, M.Pd.I., praktisi sekaligus pengelola PSGA UIN Sunan Ampel Surabaya, sebagai narasumber. Kegiatan diikuti oleh unsur pimpinan universitas, pengelola PSGA, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan unit terkait di lingkungan UIN Madura.
Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan perkembangan kelembagaan pusat studi gender di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam. Perubahan dari Pusat Studi Wanita menjadi Pusat Studi Gender dan Anak menunjukkan semakin luasnya mandat kelembagaan, mulai dari pengembangan kajian akademik hingga advokasi, pencegahan kekerasan, perlindungan anak, dan penyediaan layanan yang responsif.
Perkembangan tersebut perlu diikuti dengan penguatan struktur organisasi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, penyusunan program yang terukur, pengelolaan data, perluasan kemitraan, serta penetapan indikator kinerja. PSGA juga perlu ditempatkan sebagai bagian penting dalam pengembangan institusi dan dihubungkan dengan kebijakan serta rencana strategis universitas.
Pembahasan talkshow turut menyoroti pentingnya penerapan Gender Equality and Social Inclusion (GESI) dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi. Perspektif gender dan inklusi sosial tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan khusus, tetapi juga dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum, Rencana Pembelajaran Semester, penelitian, publikasi ilmiah, dan program pengabdian kepada masyarakat.
Dalam bidang pendidikan, dosen dapat memasukkan isu gender melalui bahan ajar, studi kasus, tugas, metode analisis, maupun capaian pembelajaran yang sesuai dengan karakter setiap disiplin ilmu. Sementara itu, pada bidang penelitian dan pengabdian, PSGA dapat mendorong pengembangan riset tematik serta program pemberdayaan yang menyentuh kebutuhan perempuan, anak, keluarga, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan lainnya.
Aspek lain yang menjadi perhatian adalah penciptaan lingkungan kampus yang aman dan inklusif. Hal tersebut dapat diwujudkan melalui penganggaran yang responsif, penyediaan data terpilah, peningkatan aksesibilitas fasilitas, penyediaan ruang laktasi dan ruang ramah anak, serta penguatan koordinasi antara PSGA, fakultas, LP2M, unit kemahasiswaan, bagian perencanaan, dan pimpinan universitas.
Talkshow juga menegaskan pentingnya penguatan pencegahan dan penanganan kekerasan seksual melalui keberadaan Satuan Tugas PPKS yang didukung oleh pedoman, prosedur layanan, kanal pelaporan yang aman, perlindungan korban, sosialisasi berkelanjutan, dan jejaring rujukan. Point ini sekaligus menjadi rekomendasi dari acara tersebut mengingat PPKS belum terbentuk di UIN Madura. Kolaborasi dengan layanan kesehatan, psikologi, hukum, pemerintah daerah, kepolisian, media, dan organisasi masyarakat dinilai penting agar penanganan dapat dilakukan secara profesional dan multidisipliner.
Sesi diskusi berlangsung komunikatif dan membahas berbagai persoalan kontekstual, seperti keterwakilan perempuan dalam pengambilan keputusan, dukungan kebijakan pimpinan, integrasi isu gender ke dalam pembelajaran, keterbatasan anggaran, dan penguatan layanan PPKS. Diskusi tersebut menghasilkan sejumlah gagasan yang dapat diterapkan secara bertahap dan disesuaikan dengan kebutuhan UIN Madura.
Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, PSGA UIN Madura memperoleh kerangka awal untuk menyusun peta jalan penguatan kelembagaan. Beberapa agenda tindak lanjut yang dirumuskan mencakup konsolidasi internal, pemetaan kebijakan dan fasilitas, penyusunan pedoman serta standar operasional prosedur, integrasi gender dalam tridarma, sosialisasi PPKS, pengembangan kemitraan, dan pelaksanaan monitoring secara berkala.
Dengan dukungan seluruh unsur kampus, PSGA dapat terus berkembang sebagai pusat kajian dan layanan yang memberikan kontribusi nyata bagi terwujudnya kesetaraan gender, perlindungan anak, keamanan, dan inklusivitas di lingkungan perguruan tinggi.
Editor: Achmad Firdausi