Tiga Proposal UIN Madura Lolos Bantuan Nasional Kemenag 2026, Raih Pendanaan Rp150 Juta
- Diposting Oleh Achmad Firdausi
- Selasa, 15 September 2026
- Dilihat 244 Kali
Pamekasan | Universitas Islam Negeri (UIN) Madura kembali mencatatkan capaian di tingkat nasional. Tiga proposal sivitas akademika UIN Madura ditetapkan sebagai penerima Bantuan Publikasi Ilmiah dan Bantuan Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Agama Republik Indonesia Tahun Anggaran 2026, mencakup penguatan jurnal menuju indeksasi internasional serta program pengabdian berbasis ekoteologi, lingkungan, dan kesehatan masyarakat.
Penetapan tersebut tertuang dalam Pengumuman Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Nomor B-456/DJ.I/Dt.I.III/HM.00/09/2026 tertanggal 3 September 2026. Para penerima ditetapkan setelah melalui tahapan review substansi dan seminar proposal dalam rangkaian seleksi program bantuan Tahun Anggaran 2026.
Tiga proposal UIN Madura yang berhasil memperoleh bantuan terdiri atas satu proposal pada klaster Bantuan Pendampingan Kualitas Jurnal Internasional Bereputasi dan dua proposal pada klaster Bantuan Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Ekoteologi, Energi Terbarukan, Kebencanaan dan/atau Kesehatan Masyarakat.
Capaian tersebut semakin kompetitif karena secara nasional klaster Pendampingan Kualitas Jurnal Internasional Bereputasi hanya menetapkan lima penerima, sedangkan klaster pengabdian berbasis ekoteologi, energi terbarukan, kebencanaan dan/atau kesehatan masyarakat menetapkan sepuluh penerima.
Dorong Jurnal Sinta Menuju Scopus dan WoS
Pada klaster Bantuan Pendampingan Kualitas Jurnal Internasional Bereputasi, UIN Madura berhasil menjadi salah satu dari lima perguruan tinggi penerima melalui proposal yang diketuai Try Subakti.
Proposal bertajuk “Pendampingan Peningkatan Kualitas Jurnal Sinta 3 & 2 di Jawa Timur Menuju Scopus dan WoS” memperoleh bantuan sebesar Rp50 juta. Program tersebut diarahkan untuk mendampingi jurnal nasional terakreditasi Sinta 2 dan Sinta 3 di Jawa Timur agar mampu meningkatkan kualitas pengelolaan sekaligus mempersiapkan diri menuju indeksasi internasional bereputasi, khususnya Scopus dan Web of Science (WoS).
Bagi UIN Madura, keberhasilan tersebut memiliki nilai strategis karena tidak hanya berkaitan dengan satu program pendanaan, tetapi juga memperkuat kontribusi universitas terhadap peningkatan mutu pengelolaan jurnal ilmiah. Program ini diharapkan dapat mendorong budaya publikasi yang semakin berkualitas sekaligus memperluas rekognisi akademik pada level internasional.
Dua Proposal Pengabdian Angkat Isu Ekologi dan Kesehatan
Dua prestasi berikutnya diraih melalui klaster Bantuan Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Ekoteologi, Energi Terbarukan, Kebencanaan dan/atau Kesehatan Masyarakat.
Proposal pertama berjudul “Penguatan Literasi Bahasa Arab untuk Edukasi Air Bersih bagi Masyarakat Desa Kering di Madura”, diketuai Nurul Hadi dengan anggota Umar Bukhory dan Habibur Rahman. Program tersebut memperoleh bantuan sebesar Rp50 juta dan tercatat pada urutan ketiga dari sepuluh penerima nasional dalam klaster tersebut.
Program ini menawarkan pendekatan pengabdian yang mempertemukan kompetensi akademik dalam literasi bahasa Arab dengan persoalan nyata masyarakat berupa kebutuhan edukasi air bersih, khususnya pada wilayah desa kering di Madura.
Integrasi tersebut menunjukkan orientasi pengabdian UIN Madura yang tidak berhenti pada transfer pengetahuan, tetapi diarahkan untuk menjawab problem sosial-ekologis yang dihadapi masyarakat melalui pendekatan keilmuan yang kontekstual.
Proposal kedua bertajuk “Pemberdayaan Santri Melalui Strategi Smart-green Pesantren Berbasis Kurikulum Ekoteologi dan Pedagogi Cinta untuk Mitigasi Limbah serta Penyakit Kulit di IBS PKMKK” diketuai Heni Listiana dengan anggota Dr. Moch. Cholid Wardi, M.H.I. Program tersebut juga memperoleh bantuan sebesar Rp50 juta dan berada pada urutan kesembilan dari sepuluh penerima nasional pada klaster yang sama.
Program tersebut mengembangkan pesantren sebagai ekosistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pembelajaran keagamaan, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan dan kesehatan. Strategi smart-green pesantren yang dipadukan dengan kurikulum ekoteologi dan pedagogi cinta diarahkan untuk meningkatkan kesadaran santri dalam pengelolaan limbah sekaligus mitigasi persoalan kesehatan, terutama penyakit kulit.
Dengan demikian, total bantuan yang berhasil diraih melalui ketiga proposal tersebut mencapai Rp150 juta.
Rektor: Capaian Harus Bermuara pada Dampak
Rektor UIN Madura, Dr. H. Saiful Hadi, M.Pd., mengapresiasi keberhasilan sivitas akademika yang mampu bersaing dalam program bantuan Kementerian Agama RI. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan semakin kuatnya kapasitas akademik UIN Madura dalam mengembangkan program yang relevan dengan kebutuhan pengembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat.
“Kami mengapresiasi para dosen dan tim yang telah berhasil melewati proses seleksi hingga ditetapkan sebagai penerima bantuan Kementerian Agama. Terlebih, program yang diusulkan menyentuh dua aspek strategis, yaitu penguatan reputasi publikasi ilmiah dan pengabdian yang menjawab persoalan lingkungan serta kesehatan masyarakat,” ungkap Rektor.
Rektor menekankan bahwa keberhasilan memperoleh bantuan bukan merupakan tujuan akhir. Pelaksanaan program harus menghasilkan luaran yang terukur serta memberikan dampak terhadap penguatan institusi dan masyarakat.
“Pendanaan ini harus ditransformasikan menjadi dampak. Untuk program jurnal, kita berharap ada peningkatan kualitas yang nyata menuju rekognisi internasional. Sementara program pengabdian harus benar-benar menghadirkan ilmu pengetahuan untuk menjawab persoalan masyarakat. Inilah substansi tridarma perguruan tinggi yang harus terus kita kuatkan,” tegasnya.
Menurut Rektor, program pengabdian yang mengangkat isu air bersih, ekoteologi, pengelolaan limbah, pesantren, dan kesehatan juga relevan dengan kebutuhan pembangunan berkelanjutan. Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghubungkan kapasitas keilmuan yang dimiliki dengan persoalan konkret yang berkembang di tengah masyarakat.
Perkuat Rekognisi dan Kontribusi UIN Madura
Tiga bantuan tersebut memperlihatkan spektrum kontribusi UIN Madura yang semakin luas. Pada satu sisi, universitas mengambil peran dalam penguatan ekosistem publikasi ilmiah dan internasionalisasi jurnal. Pada sisi lain, sivitas akademika juga mengembangkan model pengabdian yang mengintegrasikan keilmuan Islam dengan isu lingkungan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat.
Ke depan, program pendampingan jurnal diharapkan mampu menghasilkan peningkatan kualitas tata kelola dan membuka peluang lebih besar bagi jurnal-jurnal yang didampingi untuk memperoleh indeksasi Scopus maupun Web of Science. Sementara dua program pengabdian diharapkan melahirkan model pemberdayaan yang dapat memberikan manfaat konkret sekaligus berpotensi direplikasi pada masyarakat dengan karakteristik serupa.
Penulis: Achmad Firdausi