Alamat

Jl. Raya Panglegur KM.4 Pamekasan

Telp./WA

+62 898-9700-500

Email

info@uinmadura.ac.id

UIN Madura Jadi Titik Temu Diplomasi Bahasa Indonesia

  • Diposting Oleh Achmad Firdausi
  • Sabtu, 19 September 2026
  • Dilihat 98 Kali
Bagikan ke

Pamekasan | Peran dosen dinilai strategis dalam memperluas jangkauan Bahasa Indonesia, tidak hanya di ruang kelas, tetapi juga di panggung diplomasi internasional. Penguatan kompetensi para pengajar menjadi kunci agar Bahasa Indonesia mampu berbicara lebih lantang di tingkat global.

Isu tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Nasional Ikatan Program Studi Tadris Bahasa Indonesia (Rakornas IPTABI) dan Seminar Nasional 2026 yang berlangsung di Pamekasan, Jawa Timur, 17–18 September 2026. Program Studi Tadris Bahasa Indonesia (TBIN) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Madura bertindak sebagai tuan rumah.

Kegiatan Rakornas mengusung tema "Peningkatan Kompetensi Dosen melalui Diplomasi Bahasa", forum ini mempertemukan 79 peserta, termasuk 49 delegasi dari 13 perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI). Pertemuan itu menyoroti tiga agenda utama: penguatan pendidikan Bahasa Indonesia, peningkatan kapasitas dosen, dan pengembangan Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA).

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Hafidz Muksin menegaskan, dosen berada pada posisi sentral dalam pengembangan sekaligus penyebaran pengetahuan. "Peran itu bisa diperkuat melalui pendidikan, penelitian, publikasi, dan kerja sama akademik yang membuka ruang lebih luas bagi penggunaan Bahasa Indonesia, termasuk di kancah internasional," ujarnya.

Sinergi kelembagaan ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara PTKI dan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Kerja sama ini diharapkan menjadi pijakan bagi pengembangan pendidikan dan kebahasaan secara terpadu.

Ketua Umum IPTABI Siti Isnaniah menilai, kemajuan pendidikan Bahasa Indonesia di lingkungan PTKI hanya mungkin dicapai lewat kolaborasi. "Pengembangan BIPA dan diplomasi bahasa membutuhkan sinergi antara perguruan tinggi, program studi, dan lembaga kebahasaan. Tidak bisa berjalan sendiri-sendiri," katanya.

Senada dengan itu, Ketua Program Studi TBIN UIN Madura Agus Purnomo Ahmad Putikadyanto memandang Rakornas sebagai momentum memperkuat jejaring antarprogram studi. Menurutnya, pengembangan pendidikan Bahasa Indonesia rentan berjalan parsial jika tidak diarahkan pada program bersama yang menyentuh mutu akademik dan kompetensi dosen.

Rakornas juga dihadiri Rektor UIN Madura Saiful Hadi, Ketua APBIPA Jawa Timur Gatut Susanto, Dewan Pengawas IPTABI sekaligus Guru Besar UIN Raden Mas Said Surakarta Giyoto, serta Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur.

Seminar Nasional 2026 yang menjadi rangkaian acara menghadirkan Iwa Lukmana, Gatut Susanto, dan Giyoto sebagai narasumber. Ketiganya mengurai tiga isu pokok: peningkatan kompetensi dosen, pengembangan pendidikan Bahasa Indonesia, dan diplomasi bahasa.

Di luar agenda akademik, peserta diajak berwidyawisata ke sejumlah kawasan budaya di Sumenep. Tambak garam, Keraton Sumenep, hingga museum menjadi jendela bagi para delegasi untuk mengenal sejarah dan kebudayaan Madura.

Bagi UIN Madura, penyelenggaraan Rakornas IPTABI memperkokoh posisi program studi dalam jejaring pendidikan Bahasa Indonesia nasional, sekaligus membuka jalan bagi peran yang lebih luas dalam pemajuan Bahasa Indonesia di lingkungan PTKI.

 


Pewarta: Moh. Hafid E.

Editor: Achmad Firdausi