Perkaya Khazanah Kajian Al-Quran, Mahasiswa Prodi Magister IQT Serahkan Buku "Tafsir Maqāṣidī" kepada Kaprodi MIQT
- Diposting Oleh Achmad Firdausi
- Rabu, 16 September 2026
- Dilihat 88 Kali
Pamekasan | Mahasiswa Program Studi Magister Ilmu al-Quran dan Tafsir (MIQT) Kelas B Angkatan 2025 kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui produktivitas akademik. Sebuah karya buku hasil kolaborasi mahasiswa secara resmi diserahkan kepada pihak Program Studi Magister Ilmu al-Quran dan Tafsir (IQT) sebagai wujud sumbangsih nyata dalam memperkaya literasi dan keilmuan di lingkungan kampus, Selasa (15/09/2026).
Buku yang diserahkan tersebut berjudul "Tafsir Maqāṣidī: Formulasi Teori, Pemikiran Tokoh dan Panduan Metodologi Penafsiran Al-Quran". Karya komprehensif tersebut lahir dari diskursus akademik yang intens. Tema-tema dan judul yang dibahas di dalamnya merupakan hasil kristalisasi dari berbagai diskusi yang telah dilaksanakan di dalam kelas.
Proses penyusunan naskah dan pematangan tema dalam buku tersebut disupervisi langsung oleh Dr. Putri Alfia Halida, Lc., M.Th.I, selaku Dosen Pengampu mata kuliah Tafsir Maqashidi di kelas Program Studi MIQT Kelas B Angkatan 2025 sekaligus editor buku. Tangan dinginnya turut memastikan bahwa karya mahasiswa telah memenuhi standar keilmiahan tingkat magister. Ia pun memberikan pesan inspiratif atas terbitnya karya tersebut.
"Semangat dan teruslah berkarya. Buku ini akan bermanfaat kepada kita, kampus, prodi, dan insyaallah bagi diskursus keilmuan Al-Quran," tukasnya.
Kualitas dan kedalaman materi dalam buku tersebut juga mendapat apresiasi khusus dari Prof. Dr. Moh. Zahid, M.Ag., Guru Besar Bidang Ulūm Al-Qur’ān UIN Madura. Dalam pengantarnya, beliau menyoroti keberhasilan para mahasiswa dalam memetakan pemikiran tokoh-tokoh tafsir terkemuka.
"Para penulis dengan sangat bernas telah menelusuri kontribusi intelektual para raksasa keilmuan Islam, mulai dari rintisan gagasan Abū Ḥāmid al-Ghazālī dan ‘Izzuddīn ibn ‘Abd as-Salām, konsepsi era modern Muhammad Rasyid Riḍā, Muhammad ibn ‘Āsyūr hingga perumusan metodologis yang lebih terstruktur oleh para cendekiawan terkemuka seperti Maḥmūd Syaltūt, Muḥammad al-Ghazālī, Yūsuf al-Qaraḍāwī, Aḥmad ar-Raysūnī, ‘Abd al-Karīm al-Ḥāmidī, serta rumusan progresif dari Ḥannān Laḥḥām," tulis Prof. Zahid.
"Kehadiran nama-nama besar tersebut beserta analisis corak pemikiran mereka menjadikan buku ini sebagai referensi yang kaya akan prespektif sejarah dan metodologi," tegasnya.
Karya intelektual tersebut diserahkan langsung dan diterima dengan penuh antusiasme oleh Kepala Program Studi (Kaprodi) MIQT, Dr. Afifullah, M.Sc. Dalam momen penyerahan, Kaprodi menyampaikan kebanggaan dan harapan besarnya terhadap dedikasi para mahasiswa.
"Saya mengapresiasi setinggi-tingginya kepada teman-teman MIQT-B angkatan 2025. Semoga ini bisa menjadi awal dan batu lompatan untuk menjadi insan qurani dan bermanfaat, utamanya dalam mengabdikan diri kepada Al-Quran," tuturnya.
Buku inspiratif tersebut merupakan buah pena dari 14 mahasiswa MIQT Kelas B Angkatan 2025, yakni Moh Ali, Mauludatun Nabila, Khaira Fatihatin Ni'mah, Alisa Qodrun Nada, Taufiqurrohman Sunarto, Ahmad Uwais Al-Qorni, Muhammad Fawaiz, Fina Faiqatun Nazilah, Nurul Laili, Wildanil Mukarromah, Ach. Zubairi, Laili Susanti, Kholilur Rohman, serta Nurbiyah.
Pewarta: Putri AH.
Editor: Achmad Firdausi