Yudisium PPG UIN Madura Kukuhkan 794 Guru Profesional Siap Tingkatkan Mutu Pendidikan
- Diposting Oleh Achmad Firdausi
- Selasa, 12 Mei 2026
- Dilihat 239 Kali
Pamekasan | Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) LPTK UIN Madura melaksanakan yudisium guru profesional Batch 4 Tahun 2025 di Aula Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Madura, Selasa (12/05/2026). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua LPTK sekaligus Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Madura, yakni Prof. Siswanto. Selain itu, kegiatan yudisium dihadiri oleh para dosen PPG dan peserta PPG.
Dalam sambutannya, Prof. Siswanto mengajak seluruh peserta untuk bersyukur atas kelancaran proses PPG hingga tahap akhir yudisium pengukuhan guru profesional.
“Kita bersyukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala karena pada pagi hari ini kita diberikan kesehatan dan kesempatan untuk mengikuti tahapan akhir pelaksanaan PPG LPTK UIN Madura Batch 4 Tahun 2025, yaitu kegiatan yudisium atau pengukuhan guru profesional,” ujarnya.
Ia menyampaikan, dari total 800 mahasiswa yang terdaftar pada PPG LPTK UIN Madura, sebanyak 794 dari 800 peserta resmi dikukuhkan sebagai guru profesional. Capaian tersebut menunjukkan jumlah kelulusan peserta PPG yang yudisium mencapai 99,25 persen dari total keseluruhan peserta PPG.
“Enam peserta yang belum dinyatakan lulus bukan karena gagal, tetapi karena tidak mengikuti proses UKM PPG. Jadi, jika merujuk kepada peserta yang mengikuti UKM PPG, semuanya dinyatakan lulus,” jelasnya.
Prof. Siswanto juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta atas capaian yang diraih. Menurutnya, kelulusan PPG bukan sekadar memperoleh sertifikat, melainkan harus diikuti peningkatan profesionalisme dalam proses pembelajaran di sekolah maupun madrasah masing-masing.
“Yang paling penting bukan persoalan apa yang diperoleh setelah lulus, tetapi bagaimana ada peningkatan profesionalisme dalam proses belajar mengajar di lembaga masing-masing nantinya,” tegasnya.
Ia menekankan pentingnya adaptasi guru terhadap perkembangan teknologi dan informasi, termasuk pemanfaatan artificial intelligence (AI) dalam dunia pendidikan. Menurutnya, lulusan PPG harus mampu menghadirkan perubahan signifikan dalam metode pembelajaran.
“Harus ada pembeda antara sebelum lulus PPG dan setelah lulus PPG. Kalau sebelum lulus hanya mengandalkan ceramah, lalu setelah lulus tetap sama, berarti tidak ada gunanya mengikuti PPG,” katanya.
Selain itu, Prof. Siswanto berharap para guru profesional mampu berbagi pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh selama mengikuti PPG kepada rekan sejawat di sekolah maupun madrasah masing-masing.
“Pengalaman yang diperoleh selama belajar di PPG LPTK UIN Madura hendaknya dibagikan kepada teman-teman sejawat demi perbaikan kualitas pembelajaran,” tambahnya.
Di akhir sambutannya, ia mengingatkan bahwa rasa syukur atas kelulusan harus diwujudkan dalam perilaku dan kinerja yang lebih baik, termasuk meningkatkan kedisiplinan sebagai pendidik profesional.
“Kalau sebelumnya datang ke sekolah jam 08.00, setelah lulus PPG harus lebih disiplin, misalnya sudah hadir sejak pukul 06.30. Itu bentuk syukur yang nyata,” pungkasnya.
Penulis: Herlina Tria Sukmawati Editor: Achmad Firdausi