Alamat

Jl. Raya Panglegur KM.4 Pamekasan

Telp./WA

+62 898-9700-500

Email

info@uinmadura.ac.id

Kisah Inspiratif Wisudawan Terbaik HTN UIN Madura, Muhammad Romli Raih IPK 3,93 di Tengah Keterbatasan

  • Diposting Oleh Achmad Firdausi
  • Minggu, 19 April 2026
  • Dilihat 1902 Kali
Bagikan ke

Pamekasan | Muhammad Romli, wisudawan terbaik Program Studi Hukum Tata Negara UIN Madura berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,93. Capaian tersebut menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang untuk meraih prestasi gemilang.

Romli mengaku bersyukur atas pencapaiannya sebagai wisudawan terbaik. Ia menyebut keberhasilan ini sebagai bentuk hadiah untuk kedua orang tuanya yang telah berjuang keras demi pendidikan anak-anaknya.

“Saya bersyukur bisa mencapai posisi ini. Ini adalah salah satu bentuk hadiah untuk orang tua saya yang telah mengusahakan sesuatu di luar kemampuan mereka,” ungkapnya.

Ia menceritakan, saat pertama kali mendaftar kuliah di UIN Madura, biaya UKT yang harus dibayarkan diperoleh dari hasil meminjam kepada keluarga. Dengan latar belakang orang tua yang berprofesi sebagai petani dengan kondisi ekonomi sederhana, perjalanan pendidikannya tidaklah mudah.

Meski demikian, kedua orang tuanya mampu membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang. Dari keluarga tersebut lahir dua sarjana dan satu magister. Kakak pertama Romli merupakan sarjana pendidikan, kakak kedua telah menyelesaikan magister pendidikan, sementara dirinya kini menjadi sarjana hukum. Adapun adiknya masih menempuh pendidikan di kelas 3 Madrasah Aliyah (MA).

Romli juga mengungkapkan bahwa di awal perkuliahan ia sempat mengalami kesulitan ekonomi, terlebih saat kakaknya tengah melanjutkan studi S2 di Malang. Namun, kondisi tersebut mulai terbantu ketika ia mendapatkan beasiswa GenBI pada semester tiga dan empat.

“Alhamdulillah beasiswa itu cukup membantu meringankan beban orang tua,” ujarnya.

Dalam meraih IPK tinggi, Romli menerapkan prinsip keseimbangan antara akademik dan organisasi. Ia pernah menjabat sebagai Ketua HMPS, namun tetap menempatkan kuliah sebagai prioritas utama.

“Sebanyak apa pun kesibukan di luar, saya tetap memprioritaskan belajar dan mengikuti perkuliahan secara maksimal,” jelasnya.

Kegemarannya membaca juga menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilannya. Sejak duduk di bangku Madrasah Aliyah, ia sudah memiliki minat tinggi terhadap literasi. Ketika masuk UIN Madura, ia semakin mengembangkan kebiasaan tersebut dengan memanfaatkan fasilitas perpustakaan kampus yang lengkap, baik buku fisik maupun digital.

Berkat kegemarannya membaca, Romli terpilih sebagai Duta Baca UIN Madura periode 2023–2024 dan dinobatkan sebagai Ketua Duta Baca UIN Madura. Ia juga aktif mengajak teman-temannya untuk meningkatkan minat baca, bahkan memiliki koleksi pribadi lebih dari 100 buku serta membentuk komunitas pecinta buku di Fakultas Syariah UIN Madura.

Sejak awal menjadi mahasiswa, Romli berpegang pada prinsip bahwa aktif dalam berbagai kegiatan harus diiringi dengan produktivitas. Ia selektif dalam memilih organisasi yang tidak mengganggu perkuliahan dan justru dapat melengkapi kemampuan akademiknya.

Kemampuannya dalam mengatur waktu menjadi kunci keberhasilannya menjalankan peran sebagai mahasiswa sekaligus aktivis organisasi. Ia mampu menyeimbangkan tanggung jawab akademik dan organisasi secara proporsional.

Di bidang prestasi, Romli berhasil menorehkan berbagai pencapaian, di antaranya juara debat konstitusi tingkat fakultas, juara lomba pendidikan tingkat universitas, serta juara lomba opini yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Madura. Ia juga pernah menjadi delegasi UIN Madura dalam Kompetisi Nasional Legal Drafting di Grand Hotel Mercure Jakarta tahun 2024, yang memberinya kesempatan mengunjungi Mahkamah Konstitusi dan Kementerian Agama RI.

Setelah menyelesaikan studi sarjana, Romli tidak berhenti untuk melanjutkan pendidikannya. Ia telah mendaftar beasiswa LPDP pada program studi Hukum dan saat ini telah lolos tahap administrasi. Tahapan selanjutnya yang akan dihadapi adalah Tes Bakat Skolastik (TBS) dan wawancara.

Menutup kisahnya, Romli memberikan pesan kepada mahasiswa UIN Madura agar menjadikan kampus sebagai tempat untuk menempa diri dan memperjuangkan masa depan.

“Jika kalian masuk ke UIN Madura dengan membawa mimpi dan cita-cita, maka jadikan kampus ini bukan sekadar tempat belajar, tetapi sebagai laboratorium untuk membangun masa depan, semoga sukses untuk kedepannya,” pesannya.

 


Penulis: Herlina Tria Sukmawati                           Editor: Achmad Firdausi