Madura Mendunia: Tujuh Dosen UIN Madura Jadi Presenter di AICIS+ 2025, Delegasi Terbanyak se-PTKIN
- Diposting Oleh Achmad Firdausi
- Kamis, 30 Oktober 2025
- Dilihat 533 Kali
Depok (UIN Madura) | Annual International Conference on Islam, Science, and Society (AICIS+) 2025 tidak hanya mencatat lonjakan abstrak dari 31 negara, tetapi juga menjadi momentum penting bagi Universitas Islam Negeri (UIN) Madura. Kampus yang dikenal sebagai “Kampus Taneyan Lanjhang Pengembangan Ilmu Pengetahuan Islam Integratif” ini tercatat sebagai salah satu perguruan tinggi dengan delegasi terbanyak, yaitu tujuh dosen resmi lolos sebagai presenter pada ajang ilmiah internasional tersebut, Kamis (30/10/2025).
AICIS+ tahun ini menjadi yang paling selektif sepanjang penyelenggaraan, dengan hanya 230 abstrak diterima dari lebih dari 2.400 pengajuan. Keberhasilan para akademisi UIN Madura menembus ketatnya seleksi menunjukkan kualitas riset yang kompetitif dan relevan dengan tema besar: Islam, Ecotheology, and Technological Transformation.
Ketujuh dosen UIN Madura yang menjadi presenter adalah:
- Prof. Erie Hariyanto, M.Hum. (Fakultas Syariah) – Chair Panel Al-Ihkam: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Universitas Islam Negeri Madura dengan tema Islamic Law, Social Equality, and Eco-feminism;
- Dr. Eko Ariwidodo, M.Phil. (Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam) – Integrating Environmentalism and Minimalism in Contemporary Mosque Architecture;
- Dr. Jamiludin Usman, M.Pd.I. (Fakultas Tarbiyah) – Indonesian Early Childhood Development and Islamic Pedagogy: A Watsonian Behaviorism Analysis of Clean and Healthy Lifestyle Habituation;
- Moh. Muhlis Anwar (Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam) – How Personalized Digital Marketing Drives Consumer Satisfaction in the Halal Food Sector;
- Dr. Ria Astuti, M.Pd. (Fakultas Tarbiyah) – Creed, Care, And Conservation: A Conceptual Model of Ecotheology in Islamic Early Childhood Education;
- Harisah (Fakultas Syariah) – The Integration of Islamic Fintech and Circular Economy from an Ecotheological Perspective: A Case Study of Pesantren-Based Microfinance Institutions in Madura;
- Akhmad Farid Mawardi Sufyan (Fakultas Syariah, Mahasiswa Program Doktor IIUM Malaysia) – Disruption, Halal Meat, and the Ethical Dilemma of Stunning Slaughter Animals: Where is the Government's Firm Stance?.
Rektor UIN Madura, Dr. H. Saiful Hadi, M.Pd., menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya terhadap pencapaian tersebut.
“Kami sangat bangga tujuh dosen UIN Madura dapat hadir sebagai presenter pada konferensi internasional paling selektif ini. Ini menunjukkan bahwa kualitas riset dosen-dosen kita diakui secara global, dan UIN Madura tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi sebagai kontributor pemikiran ilmiah,” ujarnya.
Lebih lanjut, Rektor menegaskan bahwa capaian ini menjadi bukti nyata transformasi akademik UIN Madura.
“Semangat riset, publikasi, dan inovasi harus terus tumbuh. Kami akan terus mendukung para dosen untuk berjejaring, memperluas kolaborasi internasional, dan berperan dalam pengembangan ilmu pengetahuan berbasis nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal Madura,” tambahnya.
Sebagai kampus dengan keterlibatan delegasi terbanyak, UIN Madura berharap dapat semakin memperkuat reputasi akademik dan memotivasi civitas akademika untuk terus bersaing pada tingkat nasional maupun internasional.
Penulis: Achmad Firdausi