Dosen UIN Madura Raih Nusantara Academic Writing Award 2025 di UKSW Salatiga
- Diposting Oleh Achmad Firdausi
- Selasa, 30 September 2025
- Dilihat 510 Kali
Salatiga | Prestasi membanggakan kembali diraih oleh sivitas akademika UIN Madura. Suaidi, dosen UIN Madura yang saat ini tengah menempuh studi doktoral di Program Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, berhasil meraih Nusantara Academic Writing Award (NAWA) 2025 dalam kategori Disertasi.
Penghargaan bergengsi ini diberikan dalam acara “Dialog Budaya dan Nusantara Academic Writing Award” yang digelar di Auditorium Tan Ik Hay, Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, pada Jumat (26/09/2025).
Suaidi dianugerahi penghargaan berkat karyanya yang berjudul:
“Transaksi Ekonomi dalam Pelaksanaan Tradisi Tompangan Masyarakat Sumenep Madura: Relasi Kekuasaan Antaraktor dan Tradisi Diskursif Syariah.”
Dalam penelitiannya, Suaidi mengkaji secara kritis relasi sosial-ekonomi dalam tradisi masyarakat Madura dengan pendekatan akademik modern, yang dinilai dewan juri mampu menjembatani kekayaan tradisi lokal dengan refleksi ilmiah kontemporer.
“Saya bersyukur dan merasa terhormat menerima penghargaan ini. Penelitian saya berangkat dari kegelisahan akademik atas tradisi lokal yang seringkali kurang mendapat perhatian dalam kajian ilmiah. Saya berharap, karya ini dapat menjadi kontribusi kecil bagi pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Madura ke kancah nasional dan internasional,” ujar Suaidi setelah menerima penghargaan.
Selain Suaidi, penerima NAWA 2025 tahun ini meliputi akademisi muda dari berbagai kampus ternama, antara lain Rifqi Nurdiansyah (Universitas Islam Internasional Indonesia), Marthinus Ngabalin (UKSW), Kurnia (CRCS-UGM), Fina Mazida Husna (UIN Walisongo), Novi Diah Haryanti (Universitas Indonesia), dan Siti Rohwati (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta).
NAWA sendiri dikenal sebagai program post-research writing grant yang memberikan dukungan akademik, dana penulisan, serta pengakuan prestisius bagi mahasiswa S2 dan S3 terpilih. Proses seleksi sangat ketat, dengan 150–200 pendaftar tiap tahun, diseleksi melalui evaluasi berkas hingga wawancara mendalam oleh dewan juri yang rata-rata bergelar profesor sesuai rumpun studinya.
Rektor UIN Madura memberikan apresiasi tinggi atas capaian tersebut.
“Prestasi yang diraih Saudara Suaidi membuktikan bahwa dosen UIN Madura mampu bersaing di tingkat nasional dan membawa nama baik kampus Taneyan Lanjhang. Ini adalah wujud nyata kontribusi akademisi daerah dalam mengembangkan riset kritis dan reflektif. Kami berharap pencapaian ini menginspirasi dosen dan mahasiswa lain untuk terus menulis, meneliti, dan menghadirkan karya yang bermanfaat bagi ilmu pengetahuan dan masyarakat,” ungkapnya.
Dengan prestasi ini, UIN Madura menegaskan perannya sebagai kampus yang tidak hanya berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan Islam integratif, tetapi juga mendorong sivitasnya untuk berkontribusi aktif dalam diskursus akademik lintas budaya dan disiplin ilmu.
Penulis: Achmad Firdausi