Alamat

Jl. Raya Panglegur KM.4 Pamekasan

Telp./WA

+62 898-9700-500

Email

info@uinmadura.ac.id

Perdana Ikuti UI-GreenMetric Tahun 2026, UIN Madura Mulai Langkah Strategis Menuju Kampus Hijau Berkelanjutan

  • Diposting Oleh Achmad Firdausi
  • Selasa, 27 Oktober 2026
  • Dilihat 68 Kali
Bagikan ke

Pamekasan | Universitas Islam Negeri (UIN) Madura kembali menorehkan langkah strategis dalam pengembangan kelembagaan di tingkat internasional. Untuk pertama kalinya, UIN Madura berpartisipasi dalam pemeringkatan kampus berkelanjutan dunia melalui UI GreenMetric World University Rankings 2026, sebagai bagian dari komitmen membangun perguruan tinggi yang ramah lingkungan, berkelanjutan, dan berdaya saing global.

Dalam pemeringkatan perdananya, UIN Madura tercatat menempati peringkat ke-1217 Se-Asia dan posisi ke-19 di antara Universitas Islam Negeri (UIN) se-Indonesia, dengan perolehan skor awal 1.655. Capaian ini menjadi titik awal penting bagi UIN Madura dalam mengukur kesiapan dan mengembangkan tata kelola kampus berbasis keberlanjutan lingkungan.

Kepala Pusat Publikasi, Inovasi, dan Pemeringkatan UIN Madura, Dr. Eko Ariwidodo, M.Phil., menjelaskan melalui tulisannya bertajuk “Langkah Bijak UIN Madura: Cerita Baru sebagai Kampus Hijau versi UI-GreenMetric 2026” bahwa keikutsertaan perdana tersebut merupakan langkah berani bagi UIN Madura yang baru bertransformasi dari institut menjadi universitas.

Menurutnya, capaian awal tersebut tidak semata-mata dilihat dari posisi pemeringkatan, tetapi menjadi instrumen evaluasi untuk memetakan kekuatan dan aspek yang masih perlu ditingkatkan dalam pengelolaan lingkungan kampus.

Skor awal tersebut menjadi dasar untuk mengevaluasi berbagai aspek keberlanjutan, mulai dari infrastruktur dan tata ruang, pengelolaan energi, air dan sampah, hingga integrasi isu lingkungan dalam pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

Rektor Apresiasi Langkah Awal Menuju Kampus Hijau

Rektor UIN Madura, Dr. H. Saiful Hadi, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas langkah institusi dalam mengikuti pemeringkatan UI GreenMetric 2026. Menurutnya, partisipasi tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat transformasi kelembagaan sekaligus membangun kesadaran kolektif sivitas akademika terhadap pentingnya keberlanjutan lingkungan.

“Keikutsertaan perdana UIN Madura dalam UI GreenMetric merupakan langkah positif yang patut kita apresiasi. Bagi kami, pemeringkatan ini bukan semata-mata tentang posisi atau angka, melainkan menjadi momentum untuk melakukan evaluasi dan pembenahan secara berkelanjutan. Kita ingin membangun UIN Madura sebagai kampus yang tidak hanya unggul dalam pendidikan dan keilmuan, tetapi juga memiliki kepedulian dan tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan,” ungkapnya.

Rektor juga menekankan bahwa transformasi menuju kampus hijau harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh unsur kampus, baik pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, maupun mahasiswa.

“Sebagai perguruan tinggi keagamaan Islam, kita memiliki landasan nilai yang kuat untuk menjaga lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi. Karena itu, semangat ekoteologi perlu diwujudkan dalam kebijakan kampus, pengembangan infrastruktur, proses pembelajaran, hingga kebiasaan sehari-hari sivitas akademika. Langkah kecil yang dilakukan secara konsisten akan menjadi kekuatan besar dalam membangun kampus yang berkelanjutan,” tambahnya.

Integrasikan Ekoteologi dan Budaya Ramah Lingkungan

Lebih lanjut, Dr. Eko Ariwidodo menilai bahwa transformasi UIN Madura menjadi universitas membuka peluang besar untuk mengintegrasikan prinsip keberlanjutan sejak tahap perencanaan pembangunan dan pengembangan infrastruktur kampus.

Konsep bangunan hemat energi, optimalisasi pencahayaan dan sirkulasi udara alami, pemanfaatan energi terbarukan, serta pengelolaan air dan sampah secara berkelanjutan menjadi sejumlah aspek yang dapat dikembangkan secara bertahap.

Selain penguatan infrastruktur, UIN Madura juga memiliki potensi untuk mengembangkan pendekatan ekoteologi melalui integrasi nilai-nilai Islam tentang pelestarian lingkungan (hifdzul bi'ah) ke dalam kurikulum, penelitian dosen, dan program pengabdian kepada masyarakat.

Budaya ramah lingkungan juga dapat dibangun melalui langkah sederhana, seperti pengurangan plastik sekali pakai, penggunaan botol minum pribadi, penghematan listrik dan air, serta optimalisasi administrasi digital untuk mengurangi penggunaan kertas.

Di sisi lain, kolaborasi dengan perguruan tinggi yang telah lebih dahulu mengembangkan sistem kampus hijau menjadi peluang strategis bagi UIN Madura untuk mempercepat peningkatan kualitas pengelolaan lingkungan dan capaian pemeringkatan pada tahun-tahun mendatang.

Keikutsertaan dalam UI GreenMetric 2026 diharapkan menjadi momentum bagi UIN Madura untuk menyusun langkah pengembangan kampus hijau yang lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.

 


Penulis: Achmad Firdausi                          Editor: Herlina Tria Sukmawati