Alamat

Jl. Raya Panglegur KM.4 Pamekasan

Telp./WA

+62 898-9700-500

Email

info@uinmadura.ac.id

Langkah Bijak UIN Madura: Cerita Baru sebagai Kampus Hijau versi UI-GreenMetric 2026

  • Diposting Oleh Achmad Firdausi
  • Selasa, 27 Oktober 2026
  • Dilihat 35 Kali
Bagikan ke

Oleh: Dr. Eko Ariwidodo, M.Phil.

(Kepala Pusat Publikasi, Inovasi, dan Pemeringkatan)

Mengubah wajah dan identitas sebuah kampus bukanlah sekadar mengganti papan nama di gerbang utama. Bagi Universitas Islam Negeri (UIN) Madura, transformasi dari sebuah institut menjadi universitas adalah napas baru untuk bermimpi lebih besar dan melangkah lebih jauh. Salah satu mimpi berani itu kini mulai berwujud nyata melalui partisipasi perdana mereka dalam ajang pemeringkatan kampus berkelanjutan bergengsi dunia, UI GreenMetric edisi 2026.

Sebagai "pendatang baru" di jajaran Universitas Islam Negeri (UIN) se-Indonesia, keputusan UIN Madura untuk ikut serta ini patut diapresiasi tinggi. Tidak banyak institusi yang baru beralih status langsung berani meletakkan dirinya di bawah mikroskop evaluasi standar internasional. Tahun ini, UIN Madura mencatatkan diri di peringkat ke-1217 Se-Asia, dan duduk di posisi ke-19 khusus untuk kelompok UIN se-Indonesia dengan skor awal 1.655. Bagi sebagian orang yang hanya melihat hasil akhir, angka ini mungkin terlihat sebagai sekadar angka dasar.

Namun, dari kacamata pengembangan institusi, skor ini adalah sebuah garis start yang sangat berharga. Bayangkan sebuah kanvas yang baru saja diberi sketsa awal. Skor 1.655 ini adalah cermin jujur yang memetakan posisi UIN Madura saat ini, mulai dari seberapa baik infrastrukturnya, bagaimana cara kampus mengelola sampah dan air, hingga seberapa jauh isu lingkungan hidup dibahas di ruang-ruang kelas. Memiliki "rapor awal" ini justru membuat pimpinan dan seluruh warga kampus tahu persis bagian mana yang harus dipoles dan ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang.

Di sinilah letak keunggulan UIN Madura yang sedang mekar-mekarnya. Berbeda dengan kampus-kampus tua yang seringkali kerepotan saat harus merombak gedung lama agar lebih ramah lingkungan, UIN Madura punya semacam "karpet merah" untuk langsung merancang kampus masa depan. Dalam setiap master plan pembangunan gedung baru nanti, mereka bisa langsung menyematkan konsep hijau. Entah itu merancang ruang kelas dengan sirkulasi udara alami agar tak boros AC, menyiapkan atap yang siap dipasangi panel surya, atau membangun sistem resapan air hujan yang cerdas. Ibarat menanam pohon, UIN Madura memiliki kesempatan untuk menanam bibit unggul sejak dari rancangan awal. Namun, menjadi kampus hijau tentu bukan cuma urusan semen, tata ruang, dan teknologi. Ini adalah soal nyawa, budaya, dan kebiasaan orang-orang di dalamnya.

Sebagai kampus keagamaan, UIN Madura memiliki senjata rahasia yang sangat kuat, yaitu pendekatan spiritual dan akademis. Nilai-nilai Islam tentang menjaga kelestarian bumi (hifdzul bi'ah) bisa dengan indah dan natural diselipkan ke dalam kurikulum pembelajaran, tema-tema riset dosen, hingga program pengabdian masyarakat. Perubahan besar selalu bisa dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan bersama. Bayangkan dampaknya jika ribuan mahasiswa dan dosen UIN Madura mulai terbiasa membawa botol minum sendiri, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai di kantin, atau beralih penuh ke sistem administrasi digital yang menghemat ribuan lembar kertas. Langkah-langkah kecil yang sederhana dan minim biaya ini justru merupakan kunci rahasia yang bisa mendongkrak skor penilaian mereka di masa depan secara drastis. Perjalanan ini juga tidak harus ditempuh sendirian.

Sebagai bagian dari keluarga besar Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), semangat gotong royong dan kolaborasi sudah mendarah daging. UIN Madura bisa dengan leluasa berdiskusi, melakukan studi banding, dan "mencuri ilmu" dari belasan UIN lain yang sudah lebih dulu punya nama besar di papan atas UI GreenMetric. Ini adalah ekosistem yang hangat dan saling mendukung. Pada akhirnya, keberanian UIN Madura masuk dalam radar UI GreenMetric 2026 adalah bukti nyata bahwa kampus ini tidak hanya memikirkan kemajuan hari ini, tetapi juga peduli pada warisan untuk hari esok.

 


Editor: Achmad Firdausi