Alamat

Jl. Raya Panglegur KM.4 Pamekasan

Telp./WA

+62 898-9700-500

Email

info@uinmadura.ac.id

Konfersensi Internasional Lalongèt, Akademisi Empat Negara Bahas Peradaban Berkelanjutan Berbasis Kearifan Lokal

  • Diposting Oleh Achmad Firdausi
  • Kamis, 29 Oktober 2026
  • Dilihat 30 Kali
Bagikan ke

Pamekasan | Upaya membangun peradaban berkelanjutan melalui pendidikan, bahasa, dan sastra berbasis kearifan lokal menjadi fokus Konferensi Internasional Lalongèt ke-7 yang diselenggarakan Program Studi Tadris Bahasa Indonesia (TBIN), Universitas Islam Negeri (UIN) Madura, secara daring melalui Zoom Meeting, Rabu (28/10/2026). Mengusung tema “Reconstructing Sustainable Civilization through Locality -Based Education, Language, and Literature-,” konferensi ini menjadi ruang pertukaran gagasan akademik lintas negara dalam merespons tantangan teknologi dan globalisasi.

Empat akademisi dari berbagai negara tampil sebagai pembicara utama, yaitu Prof. Dr. Drs. Suminto A. Sayuti dari Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia; Dr. John Charles Ryan, Ph.D., dari Southern Cross University, Australia; Ekaterina Egorova, instruktur BIPA dari IndInstructo, Rusia; serta Prof. Gareeb Allah Babiker Mustafa Babiker dari Omdurman Islamic University, Sudan. Kegiatan ini turut dihadiri pimpinan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Madura, dosen TBIN, pemakalah, dan peserta dari berbagai kalangan.

Ketua Panitia, Sahrul Romadhon, M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pembicara dan peserta yang telah berpartisipasi. Ia menegaskan bahwa pendidikan, bahasa, dan sastra berbasis kearifan lokal perlu terus dikaji dan dikembangkan agar tetap relevan serta memberikan manfaat bagi generasi sekarang dan mendatang.

“Pendidikan, bahasa, dan sastra berbasis kearifan lokal merupakan bagian penting dari identitas dan kekayaan budaya kita. Karena itu, kajian dan pengembangannya perlu terus dilakukan agar tetap relevan dengan perkembangan zaman serta dapat diwariskan kepada generasi mendatang,” ujarnya.

Sementara itu, Dekan FTIK UIN Madura, Prof. Dr. Siswanto, M.Pd.I., yang hadir mewakili Rektor UIN Madura, menekankan pentingnya nilai-nilai lokal dalam menghadapi modernisasi dan globalisasi.

"Pendidikan berperan membentuk karakter generasi muda, bahasa menjaga identitas budaya, sedangkan sastra menjadi sarana menumbuhkan empati dan merekam sejarah serta hubungan manusia dengan alam dan Sang Pencipta," tegasnya.

Ia berharap konferensi ini menghasilkan gagasan transformatif, rekomendasi konkret, dan kolaborasi penelitian yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat.

"Gagasan tersebut diharapkan tidak berhenti pada diskusi akademik, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan nyata," harapnya.

Setelah sesi pemaparan materi dan tanya jawab bersama keempat pembicara, kegiatan dilanjutkan dengan presentasi paralel pada pukul 13.00 WIB. Dalam sesi ini, para pemakalah mempresentasikan hasil penelitian dan kajian mereka melalui sejumlah ruang presentasi yang dipandu moderator.

 


Penulis: Herlina Tria Sukmawati                           Editor: Achmad Firdausi