Alamat

Jl. Raya Panglegur KM.4 Pamekasan

Telp./WA

+62 898-9700-500

Email

info@uinmadura.ac.id

Capaian Pemeringkatan Publikasi dan SDGs UIN Madura 2026

  • Diposting Oleh Achmad Firdausi
  • Rabu, 28 Oktober 2026
  • Dilihat 62 Kali
Bagikan ke

Pamekasan | Berdasarkan laporan PPIP/LPPM UIN Madura per 24 Oktober 2026, Universitas Islam Negeri Madura kembali telah menorehkan tinta emas dalam perjalanan akademiknya. Sejak resmi beralih status dari IAIN pada Juni 2025, atmosfer akademik di kampus yang terletak di jantung Pulau Madura ini kian bergejolak positif. Kali ini, sorotan tertuju pada pencapaian luar biasa sivitas akademika dalam mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang terekam secara nyata melalui pangkalan data SINTA Kemdiktisaintek dan pemeringkatan UIGreenMetric 2026. Berdasarkan laporan komprehensif Oktober 2026 dari LPPM/PPIP/RJ, rekam jejak riset dosen UIN Madura menunjukkan lonjakan yang menggembirakan dan prospektif. Hal ini membuktikan bahwa transformasi kampus tidak sekadar perubahan nama di atas kertas, melainkan wujud nyata dari perluasan mandat keilmuan yang lebih peka terhadap isu-isu global. Data mencatat bahwa puncak akselerasi performa riset terjadi pada rentang September hingga Oktober 2026. Dalam waktu kurang dari satu bulan, SINTA Score 3 Tahunan UIN Madura melesat hampir 25 persen, dari 34.502 menjadi 43.068 poin. Sementara skor secara keseluruhan (Overall Score) mencapai angka 92.336 poin.

Peringkat #23: Maju Bersama PTKIN Lain

Diagram 1: Posisi Daya Saing Publikasi UIN Madura (SINTA Score)

di Antara PTKIN.

Infografis tersebut mengilustrasikan dengan gamblang betapa agresifnya daya saing publikasi riset UIN Madura secara nasional. Dengan SINTA Score 3 Tahunan mencapai angka 43.068 poin, UIN Madura berhasil menempatkan diri pada Peringkat 23 dari puluhan kampus UIN se-Indonesia. Posisi ini terbilang sangat solid karena UIN Madura berhasil 'menyalip dengan sopan' UIN Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri (Saizu) Purwokerto (Peringkat 24, skor 42.958) dan menempel teramat ketat capaian UIN Imam Bonjol Padang (Peringkat 22, skor 44.415). Hal tesebut menegaskan tren bahwa sebagai 'UIN Baru' angkatan 2025, UIN Madura tidak hanya jago kandang, tetapi sudah mensejajarkan kualitas inovasi riset para dosennya dengan UIN-UIN 'senior' di luar Jawa Timur.

 

Namun, keberhasilan itu tidak hanya terletak pada angka kumulatif tersebut. Publikasi karya ilmiah para dosen UIN Madura telah disitasi sebanyak 1.320 kali oleh para peneliti lain. Lebih mengesankan lagi, karya-karya ini telah diakui dan dirujuk oleh akademisi yang tersebar di 78 negara di seluruh belahan dunia. Kualitas riset yang dihasilkan juga sangat kompetitif. Indeks Field-Weighted Citation Impact (FWCI) UIN Madura berada di angka 1,38. Artinya, artikel-artikel yang diterbitkan oleh sivitas akademika UIN Madura menerima sitasi 38% lebih tinggi dibandingkan rata-rata publikasi riset global pada bidang keilmuan dan tahun yang sama. Hal ini turut didukung oleh fakta bahwa 42,5% publikasi internasional kampus ini berhasil terbit di jurnal-jurnal papan atas dunia (Top 10% SCImago Journal Rank).

Riset untuk Pembangunan Berkelanjutan (SDG's)

Keberhasilan ini sangat erat kaitannya dengan komitmen UIN Madura dalam mengintegrasikan nilai-nilai SDGs ke dalam riset dosen. DNA penelitian di kampus keagamaan Islam ini secara apik dikonversi untuk merespons tantangan zaman modern. Fokus riset sivitas akademika UIN Madura terdistribusi secara strategis. Sekitar 35% publikasi menyoroti isu Pendidikan Berkualitas (SDG 4) yang banyak digerakkan oleh Fakultas Tarbiyah. Kemudian, 25% riset berpusat pada Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi Syariah (SDG 8) yang dimotori oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI).  Selain itu, isu Kesetaraan Gender (SDG 5) dan Keadilan Kelembagaan (SDG 16)—terutama yang berkaitan dengan hukum keluarga Islam dan resolusi konflik—mendapat porsi kajian yang signifikan, masing-masing sebesar 15%. Riset-riset inilah yang menjembatani kearifan lokal Madura dengan isu kemanusiaan global.

Diagram 2: Distribusi Riset SDGs

Prestasi SDGs UIN Madura tidak hanya berhenti di atas kertas publikasi akademik, tetapi juga terwujud dalam pengelolaan fasilitas kampus.

Unggul 'Bersama' di Klaster UIN Baru

Sebagai catatan penting, dari klaster 9 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang sama-sama beralih status menjadi UIN pada 2025, UIN Madura berhasil menempatkan diri sebagai Peringkat ke-2 Terbaik.

Diagram 3: Distribusi Riset di 9 UIN Baru di Lingkungan PTKIN 2026

Prestasi tersebut hanya terpaut sedikit dari UIN Sunan Kudus. Secara regional di kawasan Jawa Timur, volume sitasi dan dampak jurnal UIN Madura mampu melampaui kampus-kampus pesaing terdekatnya seperti UIN Ponorogo dan UIN Kediri. Saat ini, UIN Madura juga bertengger di Peringkat 2 Kampus Terbaik se-Pulau Madura dan masuk dalam jajaran Peringkat 23 UIN Terbaik se-Indonesia. Pencapaian gemilang pada penghujung 2026 ini memberikan optimisme baru. Bahwa dari Pamekasan, sivitas akademika UIN Madura tidak hanya sedang membangun kampus masa depan, tetapi juga sedang merajut peradaban dunia yang lebih berkelanjutan.

 


Pewarta: Eko Ariwidodo                                                           Editor: Achmad Firdausi