Menag Nasaruddin Umar Pimpin The International Assembly of Mosque Imams
- Diposting Oleh Widya Yuni Wulandari
- Senin, 28 September 2026
- Dilihat 32 Kali
Jakarta (UIN Madura) | Menteri Agama Nasaruddin Umar yang juga Imam Besar Masjid Istiqlal dipercaya sebagai Presiden The International Assembly of Mosque Imams (IAMI). Menag terpilih sebagai Presiden pertaam IAMI dalam International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 yang berlangsung di Jakarta.
Even para imam masjid sedunia ini berlangsung dari 25 - 27 September 2026. Even ini diikuti peserta dari berbagai kawasan. Imam besar masjid terbesar di Eropa yang berada di Roma, yang dikenal dekat dengan Paus, turut hadir. Amerika Latin diwakili Argentina, disusul negara-negara Skandinavia, Prancis, dan Inggris. Dari Asia hadir perwakilan Uzbekistan, Pakistan, dan India, sementara Malaysia tampil aktif mewakili Asia Tenggara. Dari dalam negeri, seluruh pengurus Ikatan Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) beserta imam besar dari setiap provinsi pun ikut ambil bagian.
"Saya merasa tidak pantas untuk dipilih menjadi pimpinan imam besar; saya takut mengecewakan harapan dari sini. Karena itu, jika ini memang kehendak-Nya memilih saya sebagai pimpinan, saya harap agar dapat memahami kelemahan saya dan membantu saya mengatasi kelemahan itu," ungkap Menag dalam pidato singkat usai terpilih sebagai Presiden IAMI di Jakarta, Minggu (27/9/2026).
IAMI merupakan organisasi internasional yang menempatkan masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah, melainkan juga pusat pendidikan, pembangunan masyarakat, solidaritas sosial, bimbingan moral, dan pembangunan perdamaian. IAMI, yang dalam bahasa Indonesia disebut Majelis Grand Imam Internasional, merupakan platform internasional permanen. Melalui wadah ini, para imam dan pemimpin agama yang diakui dapat bertukar pengetahuan, memperkuat kerja sama, mempromosikan wacana keagamaan yang damai, serta berkontribusi pada kesejahteraan umat manusia.
Adapun visinya yakni menjadi platform global terkemuka yang menyatukan para imam dalam mempromosikan komunitas yang harmonis, kepemimpinan keagamaan yang bertanggung jawab, martabat manusia, dan perdamaian abadi.
Menag Nasaruddin Umar akan memimpin IAMI dalam tiga tahun ke depan. Organisasi baru ini akan menggelar pertemuan virtual bulanan para imam besar dunia untuk membahas persoalan keumatan secara bersama. Menag berharap pada tahap berikutnya, penyelenggara dapat mengundang pemimpin rumah ibadah lain, seperti gereja, sinagoge, dan vihara, untuk membicarakan persoalan kemanusiaan dan lingkungan hidup.
"Kita tidak akan berbicara politik praktis atau hal-hal yang mengganggu kenyamanan bersama, melainkan menyamakan wawasan bahwa kemanusiaan itu satu. Kita mencontoh Nabi Muhammad SAW yang semasa hidupnya mampu menjembatani semua perbedaan sehingga konflik hilang," tuturnya.
Presiden akan bertindak sebagai perwakilan utama IAMI dengan tanggung jawab meliputi: mewakili IAMI di tingkat internasional; memimpin Dewan Tertinggi; memimpin keterlibatan diplomatik dan keagamaan internasional; mempromosikan misi majelis; serta berkoordinasi dengan lembaga-lembaga keagamaan internasional utama. Adapun masa jabatan presiden adalah selama tiga tahun dan dapat diperpanjang satu kali.
Terdapat lima pilar dan program strategis IAMI, antara lain Keharmonisan Masjid, Kepemimpinan Imam, Diplomasi Keagamaan, Perdamaian Global dan Aksi Kemanusiaan, serta Masjid dan Komunitas yang Berkelanjutan.
IAMI berkedudukan di Jakarta sebagai sekretariat permanen dan pusat administrasi. Sementara itu, kantor wilayah IAMI berkedudukan di Kuala Lumpur (Asia), Kairo (Timur Tengah), Nairobi (Afrika), London (Eropa), New York (Amerika Utara), Rio de Janeiro (Amerika Selatan), serta Canberra (Australia dan Pasifik).
Sumber: Website Kementarian Agama RI
Editor: Achmad Firdausi