Ujian Kualifikasi Perdana Program Doktor UIN Madura Digelar
- Diposting Oleh Achmad Firdausi
- Kamis, 24 September 2026
- Dilihat 98 Kali
Pamekasan | Universitas Islam Negeri (UIN) Madura mencatat tonggak penting dalam penguatan pendidikan doktoral. Program Pascasarjana untuk pertama kalinya menyelenggarakan Ujian Kualifikasi Program Doktor Prodi Studi Islam, Kamis (24/9/2026), di Ruang Sidang Pascasarjana UIN Madura.
Ujian kualifikasi perdana tersebut menjadi penanda perkembangan penyelenggaraan pendidikan jenjang doktor di UIN Madura sekaligus menunjukkan berjalannya tahapan akademik Program Doktor Studi Islam menuju penguatan tradisi riset dan penyusunan disertasi.
Dua mahasiswa yang mengikuti ujian perdana tersebut adalah Ach. Baidlowi Bukhari, M.Pd. dan Lailatul Qadariyah, S.Th.I., M.Pd. Ujian berlangsung sekitar satu jam 30 menit dalam suasana akademik yang dialogis dan konstruktif.
Pelaksanaan ujian melibatkan sejumlah guru besar dan akademisi UIN Madura. Prof. Dr. H. Atiqullah, S.Ag., M.Pd., bertindak sebagai Ketua Sidang dan Prof. Dr. H. Mohammad Muhlis Sholichin, M.Ag., sebagai Sekretaris Sidang. Sementara Prof. Dr. H. Nor Hasan, M.Ag. dan Prof. Dr. H. Mohammad Hasan, M.Ag. masing-masing bertindak sebagai Penguji Utama I dan Penguji Utama II.
Pada waktu ujian lainnya, proses akademik juga melibatkan Prof. Dr. H. Rudi Haryanto, M.M., Prof. Dr. H. Mohammad Thoha, M.Pd.I., dan Dr. Hj. Waqiatul Masrurah, M.Si. sebagai penguji.
Ukur Kesiapan Menuju Penelitian Disertasi
Ujian Kualifikasi merupakan salah satu tahapan strategis dalam pendidikan doktoral. Tahapan ini tidak semata-mata menguji kemampuan mahasiswa menjawab pertanyaan para penguji, tetapi menjadi instrumen untuk mengukur kesiapan akademik sebelum memasuki proses penelitian dan penyusunan disertasi secara lebih intensif.
Aspek yang diuji meliputi penguasaan bidang keilmuan Studi Islam, kemampuan memahami dan mengkritisi teori serta pemikiran yang relevan, kajian literatur, perumusan problem akademik, hingga penguasaan metodologi penelitian.
Mahasiswa juga dituntut menunjukkan kemampuan berpikir kritis, analitis, integratif, dan argumentatif. Hal penting lainnya adalah kemampuan mengidentifikasi novelty atau kebaruan dan kontribusi ilmiah penelitian yang akan dikembangkan dalam disertasi.
Dengan standar tersebut, ujian kualifikasi menjadi mekanisme akademik untuk memastikan bahwa penelitian doktoral tidak hanya memenuhi persyaratan formal penyelesaian studi, tetapi memiliki basis teoretis dan metodologis yang kuat serta menawarkan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan.
Direktur Pascasarjana UIN Madura, Prof. Dr. H. Atiqullah, S.Ag., M.Pd., menegaskan bahwa ujian kualifikasi memiliki posisi penting dalam memastikan kesiapan mahasiswa sebagai calon doktor.
“Ujian kualifikasi tidak semata-mata berorientasi pada kemampuan mahasiswa menjawab pertanyaan, tetapi yang lebih penting adalah melihat kesiapan akademiknya sebagai calon doktor, baik dalam penguasaan keilmuan, ketajaman analisis, metodologi penelitian, maupun kemampuan menemukan kontribusi ilmiah,” tegasnya.
Ia berharap pelaksanaan ujian kualifikasi Program Doktor UIN Madura terus dikembangkan dengan menjaga suasana ilmiah yang objektif, dialogis, dan konstruktif. Dengan demikian, setiap tahapan pendidikan doktoral benar-benar menjadi proses pematangan kapasitas akademik mahasiswa.
Penulis: Achmad Firdausi