Alamat

Jl. Raya Panglegur KM.4 Pamekasan

Telp./WA

+62 898-9700-500

Email

info@uinmadura.ac.id

Abadikan Jejak Akademik Moh. Mashur Abadi, UIN Madura Perkuat Literasi melalui Penulisan dan Bedah Buku

  • Diposting Oleh Achmad Firdausi
  • Selasa, 29 September 2026
  • Dilihat 95 Kali
Bagikan ke

Pamekasan | Universitas Islam Negeri (UIN) Madura melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menyelenggarakan kegiatan Penguatan Literasi Akademik melalui Penulisan Buku dan Bedah Buku “Jejak Menyala Moh. Mashur Abadi, M.Fil.I.”, Senin (28/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Perpustakaan UIN Madura tersebut juga disiarkan secara langsung melalui MIU TV Official.

Kegiatan ini menjadi ruang literasi sekaligus penghormatan akademik terhadap almarhum Moh. Mashur Abadi, M.Fil.I., dosen senior dan mantan Ketua LPPM UIN Madura periode 2014–2026. Jejak pemikiran, pengabdian, persahabatan, dan kontribusinya terhadap perkembangan institusi dihimpun dalam sebuah buku yang ditulis secara kolaboratif oleh 45 penulis.

Hadir dalam kegiatan tersebut Rektor UIN Madura Dr. H. Saiful Hadi, M.Pd., jajaran pimpinan rektorat, pimpinan fakultas dan lembaga, para guru besar, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, para penulis, serta keluarga almarhum.

Ketua LPPM UIN Madura, Prof. Dr. Erie Haryanto, M.H., menjelaskan bahwa penerbitan buku tersebut tidak semata-mata dimaksudkan sebagai dokumentasi biografis, tetapi menjadi ikhtiar menjaga memori institusional dan mewariskan jejak pemikiran para pendahulu kepada generasi berikutnya.

Menurutnya, buku tersebut menghadirkan perspektif yang beragam karena ditulis bukan hanya oleh dosen dan kolega almarhum, tetapi juga keluarga serta pihak-pihak yang pernah berinteraksi secara akademik maupun personal dengan Moh. Mashur Abadi.

“Semoga ini menjadi awal agar para tokoh dan para mujahid yang telah mendahului kita dapat ditulis, sehingga jejak mereka bisa dibaca oleh generasi berikutnya dan cucu-cucu kita. Para pendahulu telah memberikan arah dan kontribusi bagi perkembangan kampus, sedangkan generasi muda memiliki tanggung jawab untuk meneruskan jejak-jejak tersebut,” ungkap Prof. Erie.

Ia juga berharap jejak pemikiran Moh. Mashur Abadi tidak hanya diabadikan melalui buku. Gagasan dan kontribusinya dapat dikembangkan dalam berbagai produk akademik lainnya, termasuk artikel jurnal, sehingga dapat terus dibaca, didiskusikan, dan dikembangkan.

Pemilihan Perpustakaan UIN Madura sebagai lokasi kegiatan juga memiliki makna tersendiri. Selain bertepatan dengan momentum Bulan Kunjung Perpustakaan, kegiatan tersebut diharapkan semakin menguatkan perpustakaan sebagai ruang tumbuhnya budaya membaca, menulis, berdiskusi, dan menghasilkan karya akademik.

Rektor: Menulis Jejak adalah Bentuk Penghargaan Akademik

Rektor UIN Madura, Dr. H. Saiful Hadi, M.Pd., dalam sambutannya menempatkan penerbitan buku “Jejak Menyala Moh. Mashur Abadi, M.Fil.I.” dalam konteks perjalanan panjang kelembagaan UIN Madura. Menurutnya, wajah UIN Madura hari ini tidak dapat dipisahkan dari kontribusi para pendahulu yang terlibat dalam setiap fase perkembangan kampus.

Rektor mengingatkan bahwa perjalanan institusi dibangun melalui lintasan panjang, mulai dari para pendiri dan pelaku sejarah pada dekade 1970-an, 1980-an, 1990-an, 2000-an, hingga generasi saat ini. Masing-masing memiliki kontribusi yang membentuk dinamika kelembagaan hingga menjadi Universitas Islam Negeri Madura.

“Eksistensi PTKIN yang hari ini bernama Universitas Islam Negeri Madura lahir bersama para pelaku sejarahnya. Mereka tidak pernah mati dari sejarah kepemimpinan dan sejarah kelembagaan karena masing-masing telah menorehkan tinta emas melalui kontribusinya untuk kampus yang kita cintai ini,” tutur Rektor.

Salah satu figur tersebut, lanjut Rektor, adalah Moh. Mashur Abadi. Kehadiran buku yang ditulis bersama oleh sivitas akademika dan berbagai pihak yang pernah bersentuhan dengan kehidupan almarhum menjadi sarana untuk membaca kembali kontribusi tersebut dalam perjalanan transformasi UIN Madura.

“Ada banyak cara untuk memberikan penghargaan kepada sivitas akademika maupun orang-orang yang telah memberikan kontribusi besar terhadap perubahan kelembagaan UIN Madura. Saya pikir, menuliskan jejak mereka seperti yang kita lakukan hari ini merupakan salah satu bentuk penghargaan dalam dimensi akademik yang sangat membanggakan,” tegasnya.

Menurut Rektor, setiap orang memiliki pengalaman dan kedekatan yang berbeda dengan almarhum, baik secara emosional, akademik, kultural, maupun kemanusiaan. Keragaman pengalaman itulah yang menjadikan buku tersebut bukan sekadar kumpulan tulisan, tetapi rekaman kolektif atas sosok yang pernah menjadi bagian dari perjalanan institusi.

Dari Memori Personal Menjadi Warisan Akademik

Usai sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan bedah buku yang menghadirkan tiga narasumber dengan latar kedekatan berbeda terhadap Moh. Mashur Abadi.

Narasumber pertama, Dr. Moh. Wardi, M.Pd.I., merupakan alumni UIN Madura yang kini menjadi dosen pada salah satu PTKI di Pamekasan. Kehadirannya memberikan perspektif dari generasi akademik yang memiliki keterhubungan dengan jejak pemikiran dan pendidikan almarhum.

Bedah buku kemudian dilanjutkan Dr. Mulyadi, M.Pd., Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Madura. Sebagai salah satu teman diskusi Moh. Mashur Abadi, ia membedah sosok almarhum melalui pengalaman intelektual dan tradisi diskusi yang pernah dibangun bersama.

Sementara Dr. Ainurrahman Hidayat, M.Hum., menghadirkan perspektif sebagai teman seperjuangan almarhum selama berkegiatan di LPPM. Berbagai pengalaman tersebut memperkaya pembacaan terhadap sosok Moh. Mashur Abadi, tidak hanya sebagai dosen dan mantan pimpinan lembaga, tetapi juga sebagai kolega dan bagian dari dinamika akademik UIN Madura.

Kegiatan Penguatan Literasi Akademik melalui Penulisan Buku dan Bedah Buku tersebut sekaligus menunjukkan bahwa tradisi literasi dapat menjadi instrumen penting dalam menjaga memori kelembagaan. Pengalaman dan pemikiran para pendahulu tidak berhenti sebagai ingatan personal, tetapi ditransformasikan menjadi pengetahuan tertulis yang dapat dibaca dan dikritisi oleh generasi berikutnya.

 


Penulis: Achmad Firdausi