UIN Madura Monitoring KKN Persemakmuran di Ponorogo, Pastikan Program Pengabdian Berdampak bagi Masyarakat
- Diposting Oleh Widya Yuni Wulandari
- Kamis, 13 Agustus 2026
- Dilihat 86 Kali
Ponorogo |Universitas Islam Negeri (UIN) Madura melalui Pusat Pengabdian Masyarakat melaksanakan monitoring peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi Nusantara Persemakmuran Eks IAIN Sunan Ampel Tahun 2026 di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, pada 1–3 Agustus 2026.
Monitoring tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program pengabdian mahasiswa berjalan sesuai tujuan KKN sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kegiatan dipimpin Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat UIN Madura, Dr. Agik Nur Efendi, M.Pd., dan didampingi Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat UIN Kiai Ageng Mohammad Besari Ponorogo, Fitra Rizal, M.E.
Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan, pengawasan, dan penjaminan mutu pelaksanaan KKN Kolaborasi Nusantara Persemakmuran. Selain memantau perkembangan program kerja, monitoring juga diarahkan untuk mengidentifikasi capaian, kendala, serta kebutuhan mahasiswa selama menjalankan pengabdian di tengah masyarakat.
Monitoring bersama 10 mahasiswa perwakilan UIN Madura berlangsung di sekitar Telaga Ngebel pada Sabtu (1/8/2026) pukul 17.00–21.00 WIB. Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog untuk mengetahui perkembangan program kerja, kondisi mahasiswa, koordinasi di lapangan, serta berbagai pengalaman dan kendala selama pelaksanaan KKN.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Agik Nur Efendi memberikan penguatan kepada mahasiswa agar senantiasa menjaga profesionalisme dan etika, membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah desa dan masyarakat, serta memastikan program kerja yang dilaksanakan memiliki manfaat serta keberlanjutan.
Mahasiswa juga didorong untuk mengembangkan program berdasarkan potensi dan kebutuhan lokal serta mendokumentasikan seluruh kegiatan sebagai bagian dari pertanggungjawaban akademik.
Salah satu peserta KKN Persemakmuran sekaligus Koordinator Mahasiswa UIN Madura, Naufal Firdausi, menyampaikan bahwa pelaksanaan KKN selama ini berjalan dengan baik.
“Kegiatan KKN Persemakmuran berlangsung lancar dan menyenangkan. Kami dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat sekaligus menjalankan program kerja yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Naufal.
Menurut Naufal, mahasiswa berupaya menyusun dan melaksanakan berbagai program yang memiliki keterkaitan langsung dengan kondisi masyarakat di lokasi KKN.
“Program kerja yang kami lakukan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, seperti pendampingan UMKM, bazar, sosialisasi, dan berbagai kegiatan lainnya. Kami berharap program-program tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” lanjutnya.
Monitoring kemudian dilanjutkan dengan kunjungan lapangan pada Minggu (2/8/2026). Tim mengunjungi sejumlah lokasi KKN mahasiswa UIN Madura, yakni Desa Wagir Lor, Desa Talun, Desa Gondowido, dan Desa Pupus, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung pelaksanaan program kerja, kondisi posko, administrasi kegiatan, interaksi mahasiswa dengan masyarakat, serta berbagai program pemberdayaan yang sedang dilaksanakan.
Di setiap lokasi, tim monitoring berdialog dengan mahasiswa, perangkat desa, dan masyarakat untuk memperoleh gambaran mengenai respons masyarakat serta efektivitas program yang telah dilaksanakan.
Dr. Agik Nur Efendi menegaskan bahwa monitoring tidak semata-mata dilakukan untuk mengevaluasi mahasiswa. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dan sinergi antarlembaga dalam memastikan pelaksanaan KKN memberikan dampak yang optimal bagi masyarakat.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat kualitas pembinaan mahasiswa sekaligus memastikan program pengabdian tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi memiliki keberlanjutan dan manfaat bagi masyarakat di lokasi KKN.
Penulis: Herlina Tria Sukmawati Editor: Widya Yuni Wulandari