Perpustakaan UIN Madura Siapkan Re-Akreditasi Melalui FGD Penguatan Layanan dan Budaya Literasi
- Diposting Oleh Widya Yuni Wulandari
- Kamis, 13 Agustus 2026
- Dilihat 54 Kali
Pamekasan | Persiapan re-akreditasi perpustakaan terus dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) Persiapan Re-Akreditasi Unit Penunjang Akademik Perpustakaan UIN Madura, Kamis (13/8/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Perpustakaan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, yakni Ummi Rodliyah, S.Ag., S.IPI., M.Hum., Pustakawan Ahli Madya, dan Desiana Ekasari Putri, S.IIP., Pustakawan Ahli Pertama.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Perpustakaan UIN Madura Lantai 4 ini menjadi bagian dari upaya mempersiapkan perpustakaan menghadapi proses re-akreditasi sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola, inovasi, dan layanan kepada pemustaka.
Kepala Perpustakaan UIN Madura, Dr. Mustajab, S.Ag., S.IPI., M.Pd., menyampaikan bahwa FGD tersebut menjadi momentum penting bagi jajaran perpustakaan untuk belajar dan mempersiapkan diri menghadapi proses akreditasi. Ia berharap seluruh upaya yang dilakukan dapat mengantarkan Perpustakaan UIN Madura memperoleh predikat unggul atau nilai A.
Menurutnya, perpustakaan saat ini tidak lagi dipandang sekadar sebagai tempat menyimpan atau mengumpulkan buku. Perpustakaan harus mampu menghadirkan layanan yang inovatif dan menarik sehingga dapat meningkatkan kunjungan serta keterlibatan berbagai kalangan pemustaka.
“Perpustakaan itu bukan lagi tempat kumpulan buku atau gudang buku. Kita harus menghadirkan menu yang berbeda dari tempat lain sebagai strategi mendatangkan para pemustaka,” ujarnya.
Dr. Mustajab menambahkan, pihaknya telah melakukan berbagai persiapan, termasuk belajar dari perpustakaan perguruan tinggi yang telah menjalani proses akreditasi. Karena itu, FGD diharapkan dapat menjadi ruang untuk mendapatkan pengalaman dan masukan praktis dari narasumber.
Sementara itu, Rektor UIN Madura, Dr. H. Saiful Hadi, M.Pd., menegaskan bahwa penguatan perpustakaan merupakan bagian penting dari kebijakan strategis pelayanan dan pelaksanaan Tri Dharma perguruan tinggi. Perpustakaan harus mampu memberikan layanan bermutu kepada seluruh civitas akademika, baik mahasiswa, dosen, maupun tenaga kependidikan.
Menurutnya, keberhasilan perpustakaan tidak hanya diukur dari ketersediaan fasilitas dan jumlah koleksi, tetapi juga dari kualitas proses layanan serta dampaknya terhadap pengembangan kompetensi akademik dan profesional pemustaka.
“Perpustakaan yang baik adalah perpustakaan yang mampu memberikan layanan literasi yang dapat mengembangkan kompetensi profesional akademik,” jelasnya.
Rektor juga mendorong Perpustakaan UIN Madura untuk terus berkembang menuju konsep “supra digitalisasi”, yakni layanan perpustakaan yang mampu memberikan dampak lebih luas, tidak hanya bagi masyarakat internal kampus, tetapi juga masyarakat di luar kampus.
Dalam pandangannya, perpustakaan ke depan dapat dikembangkan sebagai ruang publik sekaligus wisata literasi. Konsep tersebut diharapkan mampu menjadikan kampus sebagai tempat masyarakat memperoleh informasi, berdiskusi, belajar, dan menikmati berbagai layanan literasi.
“Kita punya harapan besar bahwa Perpustakaan UIN Madura ini menjadi perpustakaan yang berkarakter dan terus meningkat levelnya,” ungkapnya.
Ia juga mendorong pengembangan layanan yang dapat memperkuat karakter UIN Madura sebagai Kampus Tanean Lanjhang. Perpustakaan diharapkan menjadi salah satu pusat sumber pengetahuan yang dapat diakses dan dimanfaatkan masyarakat secara lebih luas, termasuk melalui pemanfaatan koleksi digital dan pengembangan naskah-naskah kuno.
Selain penguatan layanan, Rektor menekankan pentingnya peningkatan kompetensi sumber daya manusia perpustakaan. Para pustakawan didorong untuk terus mengembangkan kompetensi sesuai bidang masing-masing, termasuk melalui sertifikasi profesi dan berbagai kegiatan pengembangan kapasitas.
Rektor berharap persiapan re-akreditasi tidak berhenti pada pencapaian nilai akreditasi, tetapi menghasilkan perbaikan nyata dalam tata kelola dan layanan perpustakaan.
Penulis: Herlina Tria Sukmawati Editor: Widya Yuni Wulandari