UIN Madura Matangkan Pedoman Pendidikan, Integrasikan Keilmuan dan Kompetensi Lulusan
- Diposting Oleh Achmad Firdausi
- Jumat, 14 Agustus 2026
- Dilihat 50 Kali
Pamekasan | Universitas Islam Negeri (UIN) Madura terus menyempurnakan sistem penyelenggaraan akademik melalui penyusunan pedoman pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan regulasi dan kebutuhan masyarakat. Upaya tersebut diwujudkan melalui Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Pedoman Pendidikan UIN Madura Tahun 2026 yang digelar di Meeting Hall Hotel Cahaya Berlian Pamekasan, mulai Rabu (12/08/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan UIN Madura tersebut diikuti sebanyak 65 peserta dari berbagai unsur di lingkungan kampus. FGD menghadirkan Dr. Nur Asiyah, M.Pd., Kepala Pusat Standar Mutu LPM UIN Raden Mas Said Surakarta, sebagai narasumber.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan UIN Madura, Prof. Dr. H. Maimun, S.Ag., M.H.I., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diarahkan untuk menghasilkan Pedoman Pendidikan UIN Madura yang dapat menjadi acuan bersama dalam penyelenggaraan akademik.
“Output dari acara ini adalah Pedoman Pendidikan UIN Madura. Kami mohon masukan-masukan dari Bapak-Ibu terkait penyusunan pedoman ini,” ujarnya.
Menurutnya, keterlibatan aktif seluruh peserta menjadi penting karena pedoman pendidikan yang dihasilkan nantinya akan menjadi rujukan dalam penyelenggaraan berbagai proses akademik. Karena itu, setiap masukan perlu didiskusikan secara komprehensif agar keputusan yang dihasilkan dapat diterapkan secara efektif.
Rektor UIN Madura, Dr. H. Saiful Hadi, M.Pd., yang hadir dalam kegiatan tersebut menyambut baik penyusunan Pedoman Pendidikan sebagai salah satu pijakan penting dalam meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan di Kampus Taneyan Lanjhang.
Menurut Rektor, pedoman tersebut harus mampu menjawab kebutuhan penyelenggaraan pendidikan yang terus berkembang sekaligus menghadirkan pelayanan akademik yang maksimal, mutakhir, dan sesuai dengan dinamika pendidikan tinggi.
“FGD ini kita harapkan menghasilkan pedoman pendidikan yang bermutu, mampu memberikan layanan secara maksimal dan up to date, serta sesuai dengan perkembangan mutakhir dunia pendidikan. Pedoman inilah yang nantinya menjadi salah satu pijakan kita dalam memberikan layanan terbaik kepada seluruh sivitas akademika UIN Madura,” ungkapnya.
Rektor menegaskan bahwa muara dari penyelenggaraan pendidikan adalah terbentuknya lulusan UIN Madura yang memiliki kompetensi utuh sesuai visi, misi, statuta, dan identitas kelembagaan. Mahasiswa tidak hanya dituntut menguasai bidang keilmuan masing-masing, tetapi juga memiliki karakter dan kapasitas yang memungkinkan mereka berkompetisi dan berkolaborasi pada tingkat yang lebih luas.
“Kita memiliki tugas besar untuk mengantarkan mahasiswa dan lulusan menjadi insan yang paripurna, memiliki kerangka berpikir, bersikap, dan berperilaku yang religius, kompetitif, dan kolaboratif. Mereka juga harus memiliki perangkat keilmuan yang integratif antara bidang keagamaan-keislaman dan ilmu pengetahuan lainnya, yang secara praktis menjadi kemampuan kerja untuk bersaing dengan lulusan perguruan tinggi di Madura, luar Madura, bahkan di tingkat internasional,” jelasnya.
Karena itu, lanjut Rektor, Pedoman Pendidikan UIN Madura tidak boleh menjadi dokumen yang bersifat statis. Pedoman tersebut harus terus ditinjau, dikembangkan, dan disempurnakan seiring dengan hadirnya regulasi baru pemerintah, perkembangan dunia pendidikan, perubahan sosial, serta kebutuhan dunia kerja dan mitra eksternal perguruan tinggi.
“Pedoman ini akan terus kita tinjau, kembangkan, dan sempurnakan secara ketat dengan mengikuti regulasi-regulasi baru yang ditetapkan pemerintah serta mengadaptasi perubahan kehidupan masyarakat dan kebutuhan hubungan perguruan tinggi dengan pihak eksternal,” tegasnya.
Rektor juga menekankan pentingnya keterhubungan antarfakultas, program studi, lembaga, dan unit dalam implementasi pedoman tersebut. Menurutnya, penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas membutuhkan kolaborasi dan sistem akademik yang terintegrasi, sehingga setiap unit kelembagaan memiliki arah dan standar yang sama.
“Kita membutuhkan pedoman yang mudah diimplementasikan dan mampu mengatur secara keseluruhan unit kelembagaan secara komprehensif. Dengan pedoman pendidikan ini, akan ada tautan antarsistem dan antarunit yang dapat kita hubungkan bersama,” tambahnya.
Penguatan pedoman pendidikan tersebut juga menjadi bagian dari tanggung jawab UIN Madura setelah transformasi kelembagaan dari IAIN menjadi universitas berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 52 Tahun 2025. Perubahan status tersebut membawa konsekuensi terhadap semakin luasnya mandat pengembangan keilmuan dan kompetensi lulusan.
“Menjadi kewajiban kita untuk mengantarkan mahasiswa dan lulusan memiliki kelebihan-kelebihan fundamental, baik dalam bidang keagamaan maupun bidang ilmu pengetahuan lainnya sebagaimana mandat pengembangan keilmuan UIN Madura,” tutur Rektor.
Sementara itu, narasumber Dr. Nur Asiyah, M.Pd. mengajak seluruh peserta memanfaatkan forum tersebut untuk membahas secara substantif berbagai aspek yang akan dituangkan dalam Pedoman Pendidikan UIN Madura.
“Mari kita manfaatkan waktu diskusi yang sangat terbatas ini untuk menghasilkan sesuatu yang benar-benar dapat dijadikan pedoman bagi UIN Madura,” ujarnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan sidang komisi guna membahas pedoman-pedoman sesuai dengan visi misi UIN Madura kedepan.
Penulis: Achmad Firdausi