Perkuat Mutu Pengabdian dan Kolaborasi PTKIN, UIN Madura Ikuti Forum Monitoring Bersama KKN Nusantara 2026 di Banten
- Diposting Oleh Widya Yuni Wulandari
- Kamis, 13 Agustus 2026
- Dilihat 80 Kali
Serang, Banten | Sebagai bagian dari evaluasi pelaksanaan KKN Nusantara Tahun 2026, Universitas Islam Negeri (UIN) Madura mengikuti Monitoring Bersama yang diselenggarakan oleh Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia bekerja sama dengan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten pada 4–6 Agustus 2026. Forum monitoring ini menjadi momentum evaluasi pelaksanaan KKN sekaligus memperkuat koordinasi antarperguruan tinggi keagamaan Islam dalam penyelenggaraan pengabdian kepada masyarakat.
UIN Madura diwakili Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat, Dr. Agik Nur Efendi, M.Pd., yang melakukan monitoring terhadap mahasiswa UIN Madura sekaligus mengikuti rangkaian forum monitoring nasional bersama perguruan tinggi penyelenggara dan peserta KKN Nusantara2026.
Rangkaian kegiatan dipusatkan di UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Kota Serang. Pada Selasa (4/8/2026), tim mengikuti agenda Progress Report Kegiatan KKN Nusantara Tahun 2026. Forum tersebut menjadi ruang bagi perguruan tinggi peserta untuk memaparkan perkembangan program kerja, partisipasi masyarakat, inovasi kegiatan, tantangan di lapangan, serta strategi penyelesaiannya.
Kegiatan dilanjutkan dengan Review dan Mitigasi Pelaksanaan KKN Nusantara Tahun 2026. Pembahasan mencakup persoalan teknis dan substantif, strategi mitigasi risiko, koordinasi antarperguruan tinggi, serta persiapan expose hasil dan penutupan program KKN Nusantara.
Monitoring juga dilakukan secara langsung ke lokasi pengabdian mahasiswa pada Rabu (5/8/2026). Tim melakukan visitasi ke sejumlah lokasi KKN Nusantara di Kabupaten Lebak, mulai dari Kecamatan Cirinten, Desa Ciboleger, hingga Kantor Kecamatan Leuwidamar.
Kunjungan lapangan dilakukan untuk melihat pelaksanaan program pengabdian, kondisi posko, administrasi kegiatan, keterlibatan masyarakat, serta keberlanjutan program pemberdayaan yang dijalankan mahasiswa.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Agik Nur Efendi juga berdialog dengan lima mahasiswa UIN Madura peserta KKN Nusantara 2026. Dialog membahas perkembangan program kerja, capaian kegiatan, kolaborasi dengan pemerintah desa dan masyarakat, serta berbagai kendala yang dihadapi selama pelaksanaan KKN.
“Monitoring ini menjadi bagian penting untuk memastikan pelaksanaan KKN tidak hanya berjalan sesuai rencana, tetapi juga mampu memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat. Mahasiswa perlu terus membangun komunikasi dengan masyarakat dan pemerintah setempat serta memastikan setiap program yang dijalankan memiliki relevansi dengan kebutuhan di lapangan,” ujar Dr. Agik Nur Efendi.
Salah satu mahasiswa UIN Madura peserta KKN Kolaborasi Nusantara, Rista Irawati, menyampaikan bahwa pelaksanaan KKN berlangsung dengan menyenangkan. Dukungan masyarakat membuat mahasiswa merasa nyaman dalam menjalankan program kerja.
“Selama mengikuti KKN, kegiatannya berlangsung menyenangkan. Suasana masyarakat juga sangat mendukung sehingga kami merasa nyaman dalam menjalankan berbagai program kerja. Namun, salah satu kendala yang kami hadapi adalah keterbatasan air, sehingga kebutuhan air menjadi salah satu hal yang perlu kami perhatikan selama berada di lokasi KKN” ungkap Rista.
Keikutsertaan UIN Madura dalam monitoring nasional tersebut menegaskan komitmen perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat melalui pelaksanaan KKN yang terencana, kolaboratif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Monitoring tidak hanya menjadi instrumen pengawasan terhadap mahasiswa, tetapi juga menjadi ruang refleksi bersama bagi perguruan tinggi untuk memastikan tata kelola KKN semakin baik. Melalui koordinasi, evaluasi, dan berbagi praktik baik antarlembaga, pelaksanaan KKN diharapkan mampu menghasilkan program pengabdian yang lebih relevan, inovatif, dan berkelanjutan.
Penulis: Herlina Tria Sukmawati Editor: Widya Yuni Wulandari