Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, Rektor Ajak Sivitas Akademika Aktualisasikan Nilai-Nilai Pancasila
- Diposting Oleh Achmad Firdausi
- Senin, 1 Juni 2026
- Dilihat 173 Kali
Pamekasan | Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, Universitas Islam Negeri (UIN) Madura melaksanakan Upacara di halaman Gedung Pascasarjana, Senin (01/06/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama pada satuan kerja UIN Madura.
Bertindak sebagai pembina upacara, Rektor UIN Madura, Dr. H. Saiful Hadi, M.Pd., menyampaikan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia yang mengangkat tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.” Tema tersebut menegaskan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya menjadi perekat persatuan bangsa Indonesia, tetapi juga memberikan kontribusi bagi terciptanya perdamaian dunia.
Dalam amanatnya, Rektor menyampaikan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum refleksi untuk memastikan nilai-nilai Pancasila terus hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
"Hari ini, 1 Juni 2026, kita kembali berdiri di atas tanah pusaka untuk memperingati Hari Lahir Pancasila. Lebih dari sekadar seremoni tahunan, hari ini adalah momen refleksi untuk memastikan bahwa api Pancasila tetap menyala dalam jiwa setiap insan Indonesia," demikian amanat yang dibacakan Rektor.
Lebih lanjut disampaikan bahwa Pancasila telah terbukti menjadi fondasi kokoh yang mampu menjaga persatuan bangsa di tengah keberagaman suku, budaya, dan agama yang dimiliki Indonesia. Di tengah berbagai tantangan global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik, Pancasila tetap menjadi pedoman moral yang menjaga bangsa Indonesia tetap berdiri teguh.
Dalam amanat tersebut juga ditegaskan bahwa Indonesia memiliki tanggung jawab konstitusional untuk turut mewujudkan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Nilai musyawarah dan mufakat yang terkandung dalam Pancasila dinilai sangat relevan untuk menjembatani berbagai perbedaan dan konflik yang terjadi di tingkat global.
Rektor turut menyampaikan pesan penting kepada generasi muda agar menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dan terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
"Saya mengajak seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda sebagai penjaga masa depan, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology). Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah," kutipnya.
Selain itu, seluruh elemen bangsa diajak untuk terus memperkuat komitmen kebangsaan, menjaga toleransi, serta melawan segala bentuk intoleransi dan radikalisme yang dapat mengancam persatuan nasional. Menurutnya, pembangunan bangsa harus selalu berlandaskan pada nilai keadilan sosial dan kemanusiaan sebagaimana terkandung dalam Pancasila.
Menutup amanatnya, Rektor mengajak seluruh peserta upacara untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi nilai religiusitas, persatuan, dan kemanusiaan.
"Mari kita teguhkan kembali komitmen kebangsaan kita. Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi religiusitas dengan semangat persatuan dan kuat karena nilai-nilai kemanusiaannya," tegasnya.
Upacara berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat kebangsaan.
Penulis: Herlina Tria Sukmawati Editor: Achmad Firdausi