UIN Madura Gelar Upacara Hari Pahlawan 2025 di Tengah Guyuran Hujan, Semangat Tidak Surut
- Diposting Oleh Widya Yuni Wulandari
- Senin, 10 November 2025
- Dilihat 406 Kali
Pamekasan | Universitas Islam Negeri (UIN) Madura menggelar upacara peringatan Hari Pahlawan Tahun 2025 dengan penuh khidmat di halaman Gedung Pascasarjana pada Senin (10/11/2025). Meski hujan turun sepanjang jalannya kegiatan, semangat peserta upacara tidak luntur, justru menjadi simbol keteguhan dalam mengenang dan meneruskan perjuangan para pahlawan.
Upacara dipimpin langsung oleh Rektor UIN Madura, Dr. H. Saiful Hadi, M.Pd., serta dihadiri oleh Wakil Rektor III, Plt. Kepala Biro AUAK, Dekan Fakultas Tarbiyah, serta tenaga kependidikan di lingkungan UIN Madura.
Tahun ini, peringatan Hari Pahlawan mengusung tema “Pahlawanku Teladanku, Terus Bergerak, Melanjutkan Perjuangan.” Dalam amanat yang dibacakan Rektor, beliau menyampaikan pesan Menteri Sosial RI kepada seluruh bangsa Indonesia.
“Para pahlawan bukan sekadar nama yang terukir di batu nisan, melainkan cahaya yang menerangi jalan kita hingga hari ini. Mereka berjuang bukan demi dirinya sendiri, tetapi demi masa depan bangsa yang bahkan belum mereka kenal,” demikian amanat Menteri Sosial yang dibacakan oleh Rektor.
Amanat tersebut menekankan tiga teladan penting dari para pahlawan, yaitu Pertama, Kesabaran para pahlawan dalam menempuh ilmu, menyusun strategi, serta membangun kebersamaan meski dalam keterbatasan. Kedua, Semangat mengutamakan kepentingan bangsa, bukan kedudukan ataupun imbalan. Ketiga, Pandangan jauh ke depan, memperjuangkan kemakmuran generasi penerus sebagai bagian dari ibadah dan amanah kemanusiaan.
“Di masa kini perjuangan tidak lagi dengan bambu runcing, melainkan dengan ilmu, empati, dan pengabdian,” lanjut pesan dalam amanat tersebut. Semangat perjuangan di masa kini diwujudkan melalui karya, kepedulian sosial, dan pembangunan sumber daya manusia yang berdaya saing.
Amanat juga menegaskan pentingnya meneruskan semangat pahlawan yang selaras dengan program pembangunan nasional melalui Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, mulai dari penguatan ketahanan nasional hingga pendidikan dan keadilan sosial.
Di tengah amanat tersebut, Rektor UIN Madura turut memberikan pesan inspiratif kepada seluruh peserta yang tetap bertahan mengikuti upacara meski diguyur hujan.
“Kita hari ini melaksanakan upacara di bawah desiran air hujan, bukan desiran mesiu. Para pahlawan dulu rela berdiri di tengah ledakan peluru dan dentuman meriam. Maka berdiri di bawah hujan hari ini bukanlah penghalang, tetapi penghormatan kepada perjuangan mereka,” tegasnya, disambut semangat para peserta.
Menurut Rektor, hujan justru menjadi simbol bahwa perjuangan tidak selalu dilakukan dalam kenyamanan. Mengikuti upacara ini adalah bentuk kecil dari keteguhan menjaga nilai perjuangan para pahlawan.
Di akhir penyampaian amanat, seluruh peserta upacara diajak untuk terus menjaga nyala perjuangan dengan bekerja, bergerak, dan memberi manfaat bagi bangsa.
Meski berlangsung dalam kondisi hujan, upacara berjalan tertib dan penuh penghormatan. Momen ini menjadi pengingat bahwa perjuangan tidak pernah padam—baik oleh waktu, cuaca, maupun keadaan. Semangat pahlawan tetap hidup dalam setiap langkah pengabdian civitas akademika UIN Madura.
Penulis: Achmad Firdausi