Menuju World Class University, Pascasarjana UIN Madura Perkuat Kolaborasi Riset Internasional melalui Visiting Lecturer Universiti Malaya
- Diposting Oleh Achmad Firdausi
- Rabu, 28 Januari 2026
- Dilihat 189 Kali
Pamekasan | Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Madura melaksanakan kegiatan Visiting Lecturer semester genap Tahun Akademik 2025/2026 dengan tema “Membangun Kolaborasi Penelitian Internasional yang Inovatif dan Solutif”, Selasa (27/01/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Direktur Pascasarjana UIN Madura, para dosen serta tenaga kependidikan di lingkungan Pascasarjana UIN Madura.
Kegiatan Visiting Lecturer tersebut menghadirkan narasumber yaitu Dr. Imamuddin, MA., akademisi Studi Islam dari Universiti Malaya, Malaysia. Kehadiran akademisi dari salah satu universitas bereputasi dunia ini menjadi langkah strategis UIN Madura dalam memperkuat jejaring akademik internasional, khususnya di bidang riset dan publikasi.
Wakil Direktur Pascasarjana mewakili Direktur Pascasarjana UIN Madura, Prof. Dr. H. Rudy Haryanto, S.ST. MM, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai kehadiran Dr. Imamuddin sebagai narasumber di awal tahun 2026 merupakan momentum penting bagi pengembangan mutu Pascasarjana UIN Madura.
“Ini bukan sekadar kerja sama di atas kertas atau MoU, tetapi kita ingin melangkah pada bentuk kolaborasi yang konkret dan bisa ditindaklanjuti oleh dosen maupun mahasiswa,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kolaborasi yang akan dibangun mencakup empat bidang utama, yakni visiting lecturer, pengabdian kepada masyarakat, penelitian, dan kolaborasi publikasi. Keempat bidang tersebut diharapkan dapat disinergikan untuk memperkuat hubungan akademik antara Pascasarjana UIN Madura dan Universiti Malaya.
Sementara itu, Dr. Imamuddin, MA., menegaskan bahwa dirinya memang ditugaskan oleh Universiti Malaya untuk menjalin kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi, termasuk UIN Madura. Menurutnya, kolaborasi internasional merupakan kunci percepatan kemajuan institusi perguruan tinggi.
Ia juga memaparkan budaya akademik di Universiti Malaya yang sangat menekankan pada riset dan publikasi. Dalam sistem Key Performance Indicator (KPI) dosen di Universiti Malaya, porsi riset mencapai 55 persen, sementara aktifitas mengajar hanya sekitar 25 persen, dan sisanya pengabdian kepada masyarakat.
“Budaya riset inilah yang membuat Universiti Malaya cepat berkembang dan memiliki peringkat dunia yang tinggi. Lingkungan akademik seperti ini perlu diciptakan secara bertahap di UIN Madura,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Muhammad Taufiq, Ph.D., dosen Fakultas Syariah sekaligus Kepala International Office UIN Madura, menyampaikan bahwa kegiatan Visiting Lecturer ini merupakan bagian dari upaya strategis kampus untuk menuju World Class University. Ia menegaskan pentingnya berkolaborasi dengan universitas yang telah masuk dalam peringkat dunia, seperti Universiti Malaya yang berada di peringkat 58 dunia dan peringkat 37 dunia untuk bidang Islamic Studies.
“Tujuan utama kampus ini adalah menjadi world class university, sehingga kami harus membangun kolaborasi dengan perguruan tinggi yang telah masuk peringkat dunia, salah satunya Universiti Malaya. Meskipun secara geografis dekat, Universiti Malaya memiliki capaian akademik dan reputasi internasional yang sangat tinggi,” ujarnya.
Menurutnya, kolaborasi internasional tidak hanya akan meningkatkan kualitas penelitian dosen, tetapi juga membuka peluang bagi pengembangan kajian keilmuan lokal Madura agar dikenal secara global. Bahkan, konsep Taneyan Lanjhang dapat dimaknai secara lebih luas, tidak hanya terbatas pada Pulau Madura, tetapi juga mencerminkan jejaring masyarakat Madura di luar negeri, seperti diaspora Madura di Malaysia, Timur Tengah, hingga Eropa, termasuk warisan intelektual ulama Madura dalam bentuk manuskrip keislaman, seperti manuskrip Syaikhona Kholil yang tersimpan di Perpustakaan Dar al-Hikmah Universitas Islam Internasional Malaysia (UIIM).
“Kolaborasi ini akan mendorong penelitian kita naik kelas. Tidak lagi hanya berskala lokal Madura, tetapi menuju kolaborasi internasional. Kalau Bahasa kita (UIN Madura) taneyan lanjhang, nah konsep ini bisa dimaknai dengan jauh lebih luas, tidak hanya di madura tapi lebih luas lagi hingga ke luar negeri” tegasnya.
Ke depan, kegiatan Visiting Lecturer direncanakan akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Program ini tidak hanya difokuskan pada jenjang pascasarjana, tetapi juga akan diperluas hingga program sarjana di setiap fakultas. Langkah tersebut sejalan dengan tuntutan peningkatan kualitas riset dan publikasi ilmiah sebagai bagian dari pengembangan karier akademik dosen.
Ia menjelaskan bahwa pascasarjana menjadi titik awal pelaksanaan program karena memiliki fokus utama pada riset dan publikasi. Menurutnya, aspek terpenting dari kegiatan Visiting Lecturer adalah capaian akhirnya (outcome), yakni terwujudnya riset kolaboratif dan publikasi ilmiah, baik dalam bentuk artikel pada jurnal bereputasi, buku akademik, maupun prosiding internasional. Dengan sinergi yang kuat antara rektorat, fakultas, dan pascasarjana, internasionalisasi UIN Madura diharapkan tidak lagi menjadi sekadar wacana, melainkan target yang realistis dan dapat diwujudkan.
“Saya berharap, UIN Madura dapat membangun sinergi yang kuat antara rektorat, fakultas, dan pascasarjana dalam mendorong proses internasionalisasi. Tidak hanya memperkuat kolaborasi UIN Madura dengan perguruan tinggi luar negeri, kekompakan internal seluruh unsur di lingkungan UIN Madura juga menjadi kunci utama dalam mewujudkan tujuan bersama, yakni menuju UIN Madura sebagai world class university,” tuturnya.
Selain itu, UIN Madura juga tengah mempersiapkan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama (MoA) dengan Universiti Malaya yang direncanakan berlangsung pada Februari 2026, melengkapi kerja sama internasional yang sebelumnya telah terjalin dengan beberapa universitas di Malaysia yaitu Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) dan International Islamic University Malaysia (Universitas Islam Internasional Malaysia/UIIM).
Dengan terselenggaranya kegiatan Visiting Lecturer ini, UIN Madura menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat budaya riset, publikasi, dan kolaborasi internasional secara berkelanjutan. Melalui sinergi internal yang solid serta jejaring global yang semakin luas, UIN Madura optimistis mampu mempercepat langkah menuju perguruan tinggi berkelas dunia yang berakar pada kearifan lokal dan berdaya saing internasional.
Penulis: Herlina Tria Sukmawati Editor: Achmad Firdausi