Refleksi Hari Kesaktian Pancasila: Berharap Transfer Aliran Energi Positif dari Pancasila sakti
- Diposting Oleh Achmad Firdausi
- Rabu, 1 Oktober 2025
- Dilihat 395 Kali
Oleh: Dr. Imam Amrusi Jailani, M.Ag.
(Ketua Program Studi Doktor Ilmu Syariah Pascasarjana UIN Madura)
Pancasila merupakan dasar dan falsafah bangsa Indonesia. Hal itu merupakan kesepakatan dari para founding father bangsa ini dan merupakan konsensus bersama dari seluruh rakyat Indonesia. Pancasila terpatre dan tertuang kokoh dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Pancasila dipilih sebagai jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia karena Pancasila merupakan kristalisasi dari nilai-nilai luhur bangsa Indonesia yang terus terintegrasi dalam gerak langkah bangsa Indonesia mulai dulu, kini dan seterusnya yang akan datang. Kedudukan Pancasila yang begitu tinggi dalam norma-norma kebangsaan Indonesia menjadikannya sebagai staats fundamental Norm, yakni kaidah atau norma dasar negara yang tertinggi dalam suatu sistem hukum, yang tidak dibentuk oleh norma lebih tinggi, melainkan bersifat pre-supposed (ditetapkan terlebih dahulu oleh masyarakat) dan menjadi dasar bagi pembentukan konstitusi serta seluruh norma hukum di bawahnya. Dalam tatanan hukum Indonesia, Pancasila dan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945) berfungsi sebagai staats fundamental norm karena memuat dasar-dasar negara yang fundamental dan menjadi landasan bagi seluruh peraturan perundang-undangan.
Pancasila telah mengalami penempaan dan ujian sejarah. Dengan berlandaskan Pancasila dan menjiwai seluruh kepribadiannya, bangsa Indonesia berhasil menghadapi segala ujian, tantangan dan hambatan yang selalu merongrong keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Beberapa upaya dari sebagian golongan untuk merongrong keutuhan bangsa Indonesia yang berupaya menggiring ke arah disintegrasi bangsa berhasil dihadapi oleh bangsa Indonesia dengan jiwa patriotisme dan nasionalisme yang berjiwa Pancasila. Beberapa pemberontakan yang berupaya untuk merongrong kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia berhasil ditumpas, seperti DI, TII dan lain sebagainya. Kemudian pada puncaknya bangsa Indonesia melalui ujian sejarah dengan adanya tragedi G30S PKI pada tahun 1965. Namun dengan jiwa kesatria para pembela bangsa yang berjiwakan Pancasila upaya tersebut bisa ditumpas, sehingga pada keesokan harinya pada tanggal 1 Oktober ditetapkan sebagai hari kesaktian Pancasila, karena Pancasila telah berhasil menyelamatkan bangsa Indonesia dari berbagai tongkrongan, sehingga dikatakan Pancasila sakti.
Akan tetapi Pancasila sakti bukan hanya sekedar dikenang karena telah menyelamatkan bangsa Indonesia dari G30S PKI, kemudian juga hanya dibacakan di setiap upacara, akan tetapi Pancasila sakti diharapkan tetap bisa memainkan perang dalam mentransfer aliran energi positif dalam langkah perjalanan bangsa Indonesia ke depan, sehingga dengan transfer aliran positif dari Pancasila, maka bangsa Indonesia ini bisa keluar dari segala krisis dan bisa menangani segala rintangan, tantangan dan problematika kehidupan di era kini. Pancasila sakti diharapkan bisa memberikan aliran energi positif kepada seluruh pemimpin bangsa, sehingga bisa memimpin bangsa ini dengan adil dan rakyatnya menjadi sejahtera. Begitu pula aliran energi positif itu sangat dibutuhkan bagi para pemegang kebijakan baik dalam urusan ekonomi, sosial, ketahanan dan lain sebagainya, sehingga bangsa Indonesia ini bisa keluar dari krisis ekonomi dan krisis-krisis yang lainnya. Kita yakin bahwa kesaktian Pancasila tidak hanya terhenti pada penumpasan gerakan 30S PKI saja, melainkan kesaktian itu terus menjadi kekuatan dan darah daging bangsa Indonesia dalam memajukan bangsa dan memakmurkan rakyatnya.
Transfer aliran energi positif itu pula yang bisa mengantarkan bangsa Indonesia berdaulat, disegani negara-negara di dunia dan mampu mengantarkan bangsa Indonesia berdaulat di segala bidang dan setara dengan negara-negara maju lainnya. Mungkin kesaktian Pancasila itu pula yang memberikan keberanian kepada bapak presiden Prabowo Subianto untuk menyerukan secara lantang kemerdekaan negara Palestina di depan sidang para pimimpin negara-negara di majelis Perserikatan Bangsa-Bangsa, sehingga bendera Palestina sekarang sudah mulai berkibar di markas besar PBB. Bravo untuk kesaktian Pancasila untuk kita semua bangsa Indonesia.
Editor: Achmad Firdausi