Alamat

Jl. Raya Panglegur KM.4 Pamekasan

Telp./WA

+62 898-9700-500

Email

info@uinmadura.ac.id

Konsistensi Membutuhkan Kedisiplinan

  • Diposting Oleh Achmad Firdausi
  • Selasa, 23 September 2025
  • Dilihat 1322 Kali
Bagikan ke

Oleh: Dr. Imam Amrusi Jailani, M.Ag.

(Ketua Program Studi Doktor Ilmu Syariah Pascasarjana UIN Madura)

Konsistensi sering dimaknai sebagai ketaatan yang teguh pada prinsip yang sama. Dengan kata lain, konsistensi memberikan tingkat kinerja yang sama secara teratur. Dalam bahasa agama konsistensi sering dipadankan dengan istilah istiqomah, yaitu menepati secara ajeg setiap tahapan-tahapan yang harus dilalui dan mengulang kembali tahapan-tahapan itu sehingga menguasai betul persoalan yang dihadapi. Konsistensi menjadi kunci keberhasilan dari setiap usaha yang dilakukan oleh seseorang dalam segala bidang, baik dalam bidang pendidikan usaha, ibadah, dan lain sebagainya. Akan tetapi banyak di antara kita yang kurang bersahabat dengan konsistensi itu sendiri.

Untuk mencapai suatu kondisi yang konsisten dibutuhkan prakondisi yang ulet, tekun dan sabar dalam menghadapi setiap tahapan yang harus dilalui. Dengan keuletan dan ketekunan, seseorang akan mampu menghadapi tugas yang diembannya. Begitu pula dengan kesabaran seseorang akan menjalani setiap tugas dengan segala hambatan dan tantangan yang siap menghadang untuk mengantarkan kepada kegagalannya. Kesabaranlah yang bisa mengatasi segala tantangan dan rintangan hingga mencapai suatu keberhasilan.

Satu hal yang tidak boleh dilupakan untuk mencapai kondisi yang konsisten adalah kedisiplinan, baik disiplin dalam waktu, disiplin dalam menjalani setiap tahapan latihan dan lain sebagainya. Dengan disiplin, maka konsistensi akan bisa dipertahankan dalam kondisi apapun. Bahkan kedisiplinan itu akan tetap menjaga konsitensi yang sudah didapatinya dan tidak terpengaruh oleh perubahan tempat dan waktu. Tahapan inilah mungkin yang lebih berat dari sekedar mencari atau mengejar level konsistensi.

Mempertahankan konsistensi mungkin akan lebih berat ketimbang meraihnya. Oleh karena itu dibutuhkan kedisiplinan, khususnya dalam menggapai cita-cita, maka seseorang harus disiplin dalam belajar,  bekerja dan juga dalam hal ibadah. Dengan kombinasi antara disiplin dan konsisten, maka seseorang akan dapat menjalani kegiatan dan aktivitas secara enjoy dan tidak merasakan berat dan terbebani. Sesuatu yang sudah secara konsisten dilalui dan dikerjakan, maka akan terasa ringan dan mudah, sehingga akan menjadi suatu kebiasaan dan ritual yang selalu harus dilalui dan akhirnya aktivitas itu dengan sendirinya terintegrasi di dalam diri seseorang. Dengan terintegrasinya sikap konsisten dan disiplin dalam diri, maka seakan-akan aktivitas itu mengalir dengan sendirinya, ibarat aliran air yang menuju pada lahan yang diharapkan teraliri oleh air tersebut.

Oleh karena itu, sudah selayaknya bagi siapapun yang mengharapkan keberhasilan, maka harus menghadirkan kondisi konsisten dan sikap disiplin dalam melaksanakannya. Tanpa hal tersebut akan berat bagi siapapun untuk mencapai apa yang dicita-citakannya, sebab konsisten dan disiplin itu ibaratnya anak tangga yang harus kita lalui untuk sampai kepada puncak tangga tertinggi. Tanpa adanya anak tangga, maka mustahil seseorang akan sampai kepada puncak tanggal tertinggi yang hendak dicapai. Maka bisa dikatakan konsistensi dan disiplin adalah syarat mutlak bagi seseorang untuk mencapai keberhasilan.

 


Editor: Achmad Firdausi