Perkuat Kepemimpinan Riset, UIN Madura Gandeng BRIN Dorong Kolaborasi Penelitian Unggul dan Berdampak
- Diposting Oleh Achmad Firdausi
- Senin, 2 November 2026
- Dilihat 34 Kali
Pamekasan | Universitas Islam Negeri (UIN) Madura melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menyelenggarakan workshop bertajuk “Penguatan Research Leadership dan Optimalisasi Research Group Menuju Riset Unggul dan Berdampak”. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas akademik dosen, memperluas jejaring kolaborasi penelitian nasional dan internasional, serta memperkuat kualitas riset yang inovatif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Workshop tersebut menghadirkan Prof. Dr. Eng. Agus Haryono, Deputi Bidang Fasilitasi Riset dan Inovasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), sebagai narasumber utama. Kegiatan ini ditujukan khususnya bagi dosen dengan jabatan akademik Guru Besar, Lektor Kepala, serta Lektor berkualifikasi doktor yang diproyeksikan menjadi penggerak kelompok riset dan ketua tim kolaborasi penelitian.
Ketua LPPM UIN Madura, Prof. Dr. Erie Haryanto, M.Hum., dalam sambutannya menyampaikan bahwa penguatan kepemimpinan riset menjadi kebutuhan penting bagi perguruan tinggi dalam menghadapi perkembangan kebijakan penelitian dan meningkatnya tuntutan publikasi serta inovasi akademik.
Ia mengungkapkan bahwa LPPM telah mengidentifikasi sekitar 100 dosen yang memenuhi kualifikasi untuk diproyeksikan sebagai ketua tim riset kolaborasi nasional maupun internasional. Potensi sumber daya manusia tersebut diharapkan dapat menjadi kekuatan dalam membangun kelompok riset yang produktif, terarah, dan berkelanjutan.
“Kami ingin para dosen membuka wawasan dan melihat peluang riset yang lebih luas, tidak hanya mengandalkan skema pendanaan internal kampus. Banyak peluang kolaborasi dan pendanaan penelitian dari luar, termasuk melalui BRIN, yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan penelitian unggul dan berdampak,” jelasnya.
Menurutnya, selama ini pendanaan penelitian internal perguruan tinggi masih relatif terbatas dibandingkan dengan berbagai skema pendanaan riset eksternal. Karena itu, dosen perlu didorong untuk meningkatkan kemampuan menyusun proposal kompetitif, membangun jejaring penelitian, serta mengembangkan kolaborasi lintas disiplin dan institusi.
Dorong Pembentukan Research Group dan Roadmap Penelitian
Lebih lanjut, Prof. Erie menekankan pentingnya perubahan paradigma pengelolaan riset dari penelitian individual menuju kolaborasi yang terstruktur melalui pembentukan research group dan penyusunan peta jalan penelitian (research roadmap).
Ia menjelaskan bahwa perencanaan penelitian perlu dilakukan jauh sebelum periode pengajuan proposal. Dengan demikian, dosen memiliki waktu yang memadai untuk menentukan fokus kajian, membangun tim, mengidentifikasi mitra, serta menyiapkan rancangan penelitian yang sesuai dengan skema pendanaan yang dituju.
“Penelitian harus dipersiapkan sejak awal. Tema, tim kolaborasi, dan arah pengembangannya perlu dirancang secara matang, bahkan sejak satu tahun sebelum pengajuan. Dengan perencanaan yang baik, peluang memperoleh pendanaan dan menghasilkan riset berkualitas tentu akan semakin besar,” terangnya.
Selain penguatan manajemen penelitian, LPPM UIN Madura juga mendorong pengembangan riset berbasis kekhasan lokal Madura sebagai keunggulan akademik institusi.
Kajian mengenai pesantren, masyarakat Madura, budaya lokal, serta berbagai dinamika sosial dan keagamaan dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi penelitian kolaboratif yang memiliki relevansi nasional maupun internasional.
Prof. Erie menegaskan bahwa kekhasan lokal tersebut perlu dikembangkan melalui payung penelitian yang terarah sehingga tidak hanya menghasilkan publikasi akademik, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan penyelesaian persoalan masyarakat.
BRIN Paparkan Arah Kebijakan dan Strategi Riset Unggul
Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Prof. Dr. Eng. Agus Haryono yang terbagi dalam dua sesi utama.
Sesi pertama mengangkat tema “Kebijakan Riset BRIN dan Arah Research Excellence Perguruan Tinggi Unggul dan Inovasi Berdampak”. Sesi ini diarahkan untuk memberikan pemahaman kepada peserta mengenai kebijakan dan peluang pengembangan penelitian melalui skema riset nasional, sekaligus memperluas perspektif dosen dalam membangun ekosistem penelitian yang kompetitif.
Sementara itu, sesi kedua membahas “Strategi Menyusun Research Design Riset Unggul, Bereputasi, dan Berdampak”. Melalui sesi ini, peserta memperoleh penguatan mengenai pentingnya rancangan penelitian yang sistematis, relevan, dan memiliki potensi kontribusi ilmiah maupun manfaat praktis.
Penulis: Achmad Firdausi