Alamat

Jl. Raya Panglegur KM.4 Pamekasan

Telp./WA

+62 898-9700-500

Email

info@uinmadura.ac.id

UIN Madura Perkuat Validitas Data PDDIKTI, Warek I: Jantung Mutu Perguruan Tinggi

  • Diposting Oleh Achmad Firdausi
  • Senin, 5 Oktober 2026
  • Dilihat 107 Kali
Bagikan ke

Pamekasan | Universitas Islam Negeri (UIN) Madura terus memperkuat kualitas tata kelola akademik melalui penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) Pelaporan Data Mahasiswa pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI). Kegiatan berlangsung selama dua hari, 5–6 Oktober 2026, di Ballroom Lantai 4 UIN Madura.

FGD tersebut menjadi langkah strategis UIN Madura untuk memastikan pelaporan data akademik dilakukan secara valid, akurat, tertib, dan berkelanjutan. Terlebih, data PDDIKTI saat ini memiliki posisi penting sebagai basis berbagai kebijakan pendidikan tinggi, termasuk dalam proses penilaian dan akreditasi perguruan tinggi maupun program studi.

Kegiatan dihadiri Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga, Kepala Biro Akademik, Keuangan, dan Umum (AKU), para dekan dan wakil dekan, direktur dan wakil direktur Pascasarjana, para ketua program studi, serta seluruh pengelola administrasi akademik di lingkungan UIN Madura.

Untuk memperkuat pemahaman dan tata kelola pelaporan data, UIN Madura menghadirkan Muhammad Ikhsan, S.T., M.Kom., Kepala PUSTIPADA UIN Sumatera Utara Medan, sebagai narasumber.

Pastikan Validitas Data Akademik

Wakil Rektor I UIN Madura, Prof. Dr. H. Maimun, S.Ag., M.H.I., dalam sambutannya menjelaskan bahwa pengelolaan dan pelaporan PDDIKTI sebenarnya telah menjadi kegiatan rutin sejak sistem tersebut diberlakukan. Namun, evaluasi dalam dua tahun terakhir menunjukkan masih terdapat persoalan yang harus menjadi perhatian bersama.

Menurutnya, persoalan data PDDIKTI tidak cukup menjadi tanggung jawab operator atau pengelola administrasi akademik. Seluruh unsur pimpinan perlu memiliki perhatian dan kontrol terhadap ketepatan pelaporan data pada unit masing-masing.

“Kegiatan seperti ini sudah kita lakukan sejak adanya PDDIKTI. Dalam dua tahun terakhir kita menemukan beberapa persoalan berkaitan dengan data PDDIKTI kita. Karena itu, kegiatan kali ini penting agar kita bisa saling mengingatkan, terutama para pemangku kebijakan yang memang tidak terlibat langsung dalam proses pelaporan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa ujung tombak proses pelaporan berada pada pengelola administrasi akademik dan Tim PDDIKTI UIN Madura. Meski demikian, tanggung jawab terhadap kualitas data harus dibangun secara berjenjang, mulai dari pimpinan universitas hingga fakultas dan program studi.

“Pimpinan mulai dari rektor sampai tingkat fakultas paling tidak harus melakukan pengecekan atau menanyakan apakah data yang menjadi tanggung jawab unitnya sudah dilaporkan ke PDDIKTI dengan benar,” tegasnya.

Jadikan Persoalan Sebelumnya sebagai Evaluasi

Prof. Maimun menegaskan bahwa FGD tersebut tidak diarahkan untuk kembali memperdebatkan persoalan pelaporan pada periode sebelumnya. Berbagai permasalahan yang pernah terjadi harus dijadikan bahan evaluasi untuk memperbaiki sistem pengelolaan data ke depan.

“Target kegiatan kali ini bukan mengulang-ulang kasus kemarin karena itu sudah menjadi masa lalu dan menjadi pelajaran bagi kita. Yang harus kita pastikan adalah jangan sampai pekerjaan kita tahun ini menjadi beban bagi pengelola akademik berikutnya dan dampaknya baru terasa empat atau lima tahun yang akan datang,” jelasnya.

Karena itu, salah satu target utama kegiatan adalah membangun komitmen bersama untuk menjamin validitas setiap data yang masuk ke PDDIKTI. Validasi sejak awal dinilai penting untuk mencegah munculnya persoalan ketika mahasiswa memasuki tahap akhir studi maupun setelah menjadi lulusan.

“Pada kesempatan kali ini kita ingin menjamin validitas pelaporan data PDDIKTI agar tidak ada lagi masalah-masalah yang muncul. Mari kita berkomitmen agar seluruh data yang kita laporkan bersama dapat dikelola dan dilaporkan sebaik mungkin,” tambahnya.

PDDIKTI Menjadi Jantung Mutu Perguruan Tinggi

Lebih lanjut, Wakil Rektor I menekankan bahwa pengelolaan PDDIKTI memiliki hubungan langsung dengan sistem penjaminan mutu perguruan tinggi. Data yang dilaporkan tidak sekadar menjadi pemenuhan kewajiban administratif, tetapi menjadi representasi penyelenggaraan akademik institusi.

“Harus kita akui bahwa pelaporan data PDDIKTI ini menjadi jantung mutu perguruan tinggi, terlebih sistem akreditasi saat ini sudah berbasis pada data PDDIKTI,” tegas Prof. Maimun.

Dengan demikian, akurasi data mahasiswa, status akademik, aktivitas perkuliahan, riwayat studi, hingga kelulusan harus mendapatkan perhatian serius dari seluruh unit terkait. Kesalahan atau keterlambatan pelaporan berpotensi memberikan dampak tidak hanya kepada mahasiswa, tetapi juga terhadap evaluasi mutu program studi dan institusi.

Melalui FGD selama dua hari tersebut, para peserta diharapkan dapat melakukan identifikasi terhadap berbagai persoalan teknis dan administratif sekaligus menyamakan persepsi mengenai mekanisme pengelolaan data. Kehadiran narasumber dari UIN Sumatera Utara Medan juga diharapkan menjadi ruang berbagi pengalaman dan praktik baik dalam tata kelola PDDIKTI.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya UIN Madura membangun sistem administrasi akademik yang semakin akurat, terintegrasi, akuntabel, dan berbasis data. Sinergi antara pimpinan, program studi, pengelola administrasi akademik, dan Tim PDDIKTI menjadi kunci untuk memastikan seluruh proses pelaporan berjalan sesuai ketentuan.

 


Penulis: Achmad Firdausi