Alamat

Jl. Raya Panglegur KM.4 Pamekasan

Telp./WA

+62 898-9700-500

Email

info@uinmadura.ac.id

Tembus Program Internasional di Maroko, Kaprodi KPI UIN Madura Perkuat Jejaring Riset Global

  • Diposting Oleh Achmad Firdausi
  • Senin, 19 Oktober 2026
  • Dilihat 130 Kali
Bagikan ke

Maroko (UIN Madura) | Universitas Islam Negeri (UIN) Madura terus memperluas kiprah akademiknya di tingkat internasional. Kali ini, Ketua Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FAUD), Imam Sadili, terpilih menjadi salah satu dari 12 akademisi Indonesia yang mengikuti short course internasional bertajuk “Comparing Islam Across Cultures: Knowledge, Practice, and Public Life in a Changing World” di Rabat, Maroko, pada 11–23 Oktober 2026.

Keikutsertaan Imam Sadili menjadi momentum penting bagi UIN Madura dalam memperkuat internasionalisasi pendidikan tinggi, khususnya melalui pengembangan kapasitas dosen, peningkatan kualitas riset, serta perluasan jejaring kolaborasi akademik lintas negara.

Program internasional tersebut merupakan hasil kerja sama Kementerian Agama Republik Indonesia, Leiden University, KITLV-Jakarta, dan The Netherlands Institute in Morocco (NIMAR). Sebanyak 12 akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia terlibat dalam kegiatan yang dirancang untuk memperdalam kajian Islam lintas budaya sekaligus mengembangkan peluang kerja sama penelitian internasional.

Kegiatan secara resmi dibuka pada Senin (12/10/2026) di kantor NIMAR, Rabat, melalui sambutan Direktur NIMAR, Prof. Léon Buskens, dilanjutkan kuliah pembuka oleh Prof. Arskal Salim dari Kementerian Agama RI. Sementara itu, koordinator program, Dr. Verena Meyer dari Leiden Institute for Area Studies, memperkenalkan para pengajar, peserta, serta arah pembelajaran selama kegiatan berlangsung.

Perluas Kolaborasi Riset dan Publikasi Internasional

Selama mengikuti program, Imam Sadili bersama peserta lainnya mendapatkan penguatan metodologi penelitian, pengabdian berbasis riset, dan penulisan akademik. Kegiatan juga mencakup kunjungan lapangan ke Tangier dan Fes, simposium internasional di Universitas Mohammed V Rabat, serta penjajakan kemitraan penelitian antara Leiden University dan Kementerian Agama RI melalui skema AIR Fund 2027.

Para pengajar berasal dari sejumlah institusi akademik dan penelitian terkemuka, antara lain Leiden University, KITLV, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta universitas di Maroko dan Indonesia. Di antaranya Prof. Bart Barendregt, Dr. David Kloos, Dr. Annemarie Samuels, Dr. Rizal Shidiq, Prof. Eka Srimulyani, Dr. Ahmad Nuril Huda, dan Dr. phil. Syaifudin Zuhri.

Keterlibatan Kaprodi KPI UIN Madura dalam forum tersebut juga memiliki relevansi dengan pengembangan keilmuan komunikasi dan penyiaran Islam, terutama dalam memahami dinamika ekspresi keagamaan, praktik sosial, serta kehidupan publik Muslim dalam konteks budaya yang beragam.

Dengan pendekatan kajian Islam lintas budaya, pengalaman akademik internasional ini diharapkan dapat memperkaya perspektif keilmuan dan menjadi inspirasi bagi pengembangan pembelajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat di lingkungan Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Madura.

Ke depan, pengalaman dan jejaring yang diperoleh melalui program ini diharapkan dapat ditindaklanjuti dalam bentuk kolaborasi riset, pengembangan proposal penelitian bersama, peningkatan kualitas publikasi ilmiah, serta kerja sama akademik yang memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan keilmuan Islam di UIN Madura.

 


Pewarta: Erie Hariyanto

Editor: Achmad Firdausi