Dua Tahun Asta Cita Kemenag, UIN Madura Perkuat Komitmen Pendidikan dan Pengabdian Berdampak
- Diposting Oleh Achmad Firdausi
- Selasa, 20 Oktober 2026
- Dilihat 22 Kali
Jakarta (UIN Madura) | Kementerian Agama Republik Indonesia memaparkan sejumlah capaian strategis selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melalui konferensi pers bertajuk “Dua Tahun Asta Cita: Kinerja Kementerian Agama, Manfaat untuk Umat”, yang berlangsung di Kantor Kementerian Agama RI, Jakarta, Senin (19/10/2026).
Paparan tersebut menjadi momentum penting bagi Universitas Islam Negeri (UIN) Madura sebagai bagian dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) untuk terus memperkuat kontribusi dalam peningkatan kualitas pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, penguatan moderasi beragama, serta pengabdian kepada masyarakat yang memberikan manfaat nyata.
Menteri Agama RI, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., menegaskan bahwa berbagai program Kementerian Agama diarahkan untuk memastikan kehadiran negara semakin dirasakan masyarakat. Program tersebut merupakan bagian dari dukungan Kemenag terhadap agenda Asta Cita pemerintah, terutama dalam penguatan pendidikan, kesejahteraan, pemberdayaan ekonomi umat, dan kerukunan beragama.
Salah satu capaian terbesar berada pada sektor pendidikan. Sepanjang 2025–2026, Program Indonesia Pintar (PIP) telah menjangkau 5.216.294 siswa dengan anggaran Rp4,07 triliun. Sementara itu, Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah menjangkau 289.255 mahasiswa perguruan tinggi keagamaan dengan nilai Rp3,032 triliun.
Selain itu, program Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kemenag–LPDP menjangkau 3.659 penerima pada periode 2024–2025 dengan nilai Rp1,377 triliun. Capaian tersebut memperlihatkan komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan keagamaan.
Pada sektor kesejahteraan pendidik, Kemenag juga mencatat penyaluran tunjangan profesi kepada 452.796 guru madrasah dan guru pendidikan agama pada 2025, dengan nilai Rp19,148 triliun. Dukungan tersebut menjadi bagian dari penguatan kualitas pendidikan dan profesionalisme tenaga pendidik.
Perkuat Pendidikan, Kerukunan, dan Pemberdayaan Umat
Selain pendidikan, Kementerian Agama memaparkan capaian dalam penguatan kesejahteraan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Penghimpunan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya mencapai Rp44,698 triliun, sedangkan aset wakaf uang tercatat sebesar Rp4,7 triliun.
Program pemberdayaan juga dikembangkan melalui Kampung Zakat, pemberdayaan ekonomi berbasis Kantor Urusan Agama (KUA), serta Kota Wakaf. Berbagai program tersebut diarahkan agar layanan keagamaan tidak hanya memenuhi kebutuhan spiritual masyarakat, tetapi juga berkontribusi terhadap kesejahteraan sosial dan kemandirian ekonomi umat.
Dalam penguatan kerukunan, Indeks Kerukunan Umat Beragama nasional meningkat dari 76,47 pada 2024 menjadi 77,89 pada 2025. Capaian tersebut menunjukkan pentingnya penguatan toleransi, dialog antarumat beragama, serta peran lembaga pendidikan dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.
Kemenag juga memperkuat perlindungan dan kualitas pendidikan keagamaan, termasuk pengembangan kelembagaan pesantren, pemenuhan kebutuhan gizi dan kesehatan siswa serta santri, dan penguatan layanan keagamaan yang inklusif.
Foto: Rektor UIN Madura, Dr. H. Saiful Hadi, M.Pd., turut menghadiri Konferensi Pers melalui zoom meeting.
UIN Madura Dorong Tridarma Perguruan Tinggi yang Berdampak
Bagi UIN Madura, arah kebijakan Kementerian Agama tersebut menjadi pijakan strategis untuk terus meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi keagamaan Islam. Penguatan kualitas akademik, pengembangan riset, inovasi pembelajaran, serta pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian penting dalam mendukung transformasi pendidikan yang berorientasi pada kebermanfaatan.
Sebagai perguruan tinggi keagamaan Islam, UIN Madura memiliki peran strategis dalam menyiapkan lulusan yang unggul secara akademik, berkarakter, moderat, dan memiliki kepedulian sosial. Peran tersebut juga dapat diwujudkan melalui penelitian yang menjawab persoalan masyarakat serta program pemberdayaan berbasis potensi dan kebutuhan lokal.
Penguatan moderasi beragama, literasi digital, ekoteologi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat menjadi sejumlah ruang kontribusi yang relevan untuk dikembangkan melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, pesantren, dan masyarakat.
Semangat “Kemenag Berdampak” menjadi dorongan bagi Kampus Taneyan Lanjhang untuk terus menghadirkan pendidikan tinggi Islam yang berkualitas, inklusif, adaptif, dan berkontribusi terhadap pembangunan sumber daya manusia serta kesejahteraan umat.
Rektor UIN Madura, Dr. H. Saiful Hadi, M.Pd., turut mengikuti konferensi pers “Dua Tahun Asta Cita: Kinerja Kementerian Agama, Manfaat untuk Umat” secara daring melalui Zoom Meeting, Senin (19/10/2026). Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari perhatian UIN Madura terhadap capaian dan arah kebijakan strategis Kementerian Agama dalam memperkuat layanan pendidikan dan keagamaan yang berdampak bagi masyarakat.
Menanggapi capaian dua tahun Asta Cita Kementerian Agama, Rektor UIN Madura menyampaikan apresiasi terhadap berbagai program yang telah memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam perluasan akses pendidikan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan kerukunan, dan pemberdayaan umat.
“Capaian Kementerian Agama selama dua tahun ini menjadi motivasi bagi seluruh satuan kerja, termasuk UIN Madura, untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan kontribusi kepada masyarakat. Perguruan tinggi keagamaan tidak cukup hanya menghasilkan lulusan dan karya akademik, tetapi juga harus mampu menghadirkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian yang memberikan manfaat nyata bagi umat,” ungkapnya.
Rektor juga menekankan pentingnya menyelaraskan program strategis UIN Madura dengan kebijakan Kementerian Agama, terutama dalam penguatan mutu akademik, transformasi digital, moderasi beragama, serta pengembangan riset dan pengabdian berbasis kebutuhan masyarakat.
“Semangat Kemenag Berdampak harus kita terjemahkan dalam program-program konkret di lingkungan UIN Madura. Melalui penguatan tridarma perguruan tinggi, kita ingin memastikan bahwa kehadiran kampus tidak hanya dirasakan oleh sivitas akademika, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah, pemberdayaan masyarakat, dan kemajuan bangsa,” tambahnya.
Sumber: Zoom Meeting Konferensi Pers Kemenag RI
Penulis: Achmad Firdausi