Alamat

Jl. Raya Panglegur KM.4 Pamekasan

Telp./WA

+62 898-9700-500

Email

info@uinmadura.ac.id

Peringati Hari Santri 2026, UIN Madura Teguhkan Peran Santri Menuju Indonesia Emas

  • Diposting Oleh Achmad Firdausi
  • Kamis, 22 Oktober 2026
  • Dilihat 100 Kali
Bagikan ke

Pamekasan | Hari Santri yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para ulama dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Dalam rangka memperingati Hari Santri 2026, Universitas Islam Negeri (UIN) Madura melaksanakan upacara yang diikuti oleh seluruh pimpinan, dosen, dan tenaga kependidikan di lingkungan kampus, Kamis (22/10/2026). Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Rektor UIN Madura, Dr. H. Sauful Hadi, M.Pd., selaku pembina upacara yang menyampaikan amanat Menteri Agama Republik Indonesia.

Mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, peringatan Hari Santri tahun ini menegaskan pentingnya peran santri dalam menentukan masa depan bangsa. Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA., mengajak seluruh santri untuk melanjutkan perjuangan para ulama dan pendahulu melalui pengabdian, karya, serta kontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia.

Dalam amanat yang dibacakan Rektor, Menteri Agama mengingatkan bahwa peran santri tidak hanya berkaitan dengan penjagaan nilai-nilai agama, tetapi juga menjadi bagian penting dalam perjalanan dan pembangunan bangsa. Semangat perjuangan yang dahulu diwujudkan melalui perlawanan mempertahankan kemerdekaan, kini perlu dilanjutkan melalui penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan akhlak mulia.

“Jika dahulu para santri menguatkan negeri dengan perjuangan mempertahankan kemerdekaan, maka hari ini santri harus menguatkan negeri dengan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan tentu saja akhlak mulia,” demikian amanat Menteri Agama.

Lebih lanjut, santri diharapkan mampu mengambil peran strategis dalam menyongsong Indonesia Emas 2045 dengan menjadi generasi yang unggul, mandiri, berintegritas, dan terbuka terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan tradisi pesantren serta nilai-nilai keislaman.

“Santri tidak boleh merasa kecil dan tidak boleh membatasi diri. Santri bisa menjadi apa saja, mulai dari ulama, ilmuwan, pendidik, pengusaha, hingga pemimpin bangsa,” tegasnya.

Menteri Agama juga menegaskan pentingnya peran pesantren dalam pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Ketiga fungsi tersebut menjadi kekuatan untuk membangun karakter bangsa, memperkuat kerukunan, serta mendorong kemandirian dan kesejahteraan masyarakat.

"Dengan menjalankan ketiga fungsinya secara optimal, pesantren akan semakin berperan dalam pembangunan nasional dan menjadi kekuatan penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045, tanpa kehilangan jati diri dan tradisi luhur yang menjadi kekuatannya", ujarnya.

 


Penulis: Herlina Tria Sukmawati                           Editor: Achmad Firdausi