Maulid Nabi di UIN Madura, Rektor Ajak Sivitas Akademika Rawat Cinta Rasul dan Spirit Taneyan Lanjhang
- Diposting Oleh Widya Yuni Wulandari
- Senin, 7 September 2026
- Dilihat 56 Kali
Pamekasan | Universitas Islam Negeri (UIN) Madura melalui Program Pascasarjana menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Senin (7/9/2026). Kegiatan yang diinisiasi Program Magister dan Doktor Pendidikan Agama Islam (PAI) tersebut berlangsung di lingkungan Pascasarjana UIN Madura dan diikuti oleh sivitas akademika mulai dari ketua program studi, dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa.
Peringatan Maulid Nabi yang dimulai pukul 12.00 WIB tersebut menjadi momentum untuk menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus menguatkan nilai keislaman dan kebersamaan di lingkungan Kampus Taneyan Lanjhang. Rangkaian kegiatan berlangsung khidmat dengan pembacaan shalawat, sambutan, dan tausiyah keagamaan.
Rektor UIN Madura, Dr. H. Saiful Hadi, M.Pd., yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi tidak cukup dimaknai sebagai kegiatan seremonial keagamaan. Lebih dari itu, Maulid menjadi ruang refleksi bagi sivitas akademika untuk menghadirkan keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan akademik maupun sosial.
“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW harus menjadi momentum untuk semakin memperkuat kecintaan kita kepada Rasulullah. Kecintaan itu kemudian harus diwujudkan dengan meneladani akhlak beliau dalam cara berpikir, bersikap, bekerja, belajar, dan membangun hubungan dengan sesama,” ujar Rektor.
Menurut Rektor, nilai-nilai keteladanan Rasulullah memiliki relevansi kuat dengan proses pendidikan tinggi. Integritas, kejujuran, tanggung jawab, kecintaan terhadap ilmu, dan kemanfaatan bagi sesama harus menjadi karakter yang melekat pada mahasiswa dan lulusan UIN Madura.
Pada kesempatan tersebut, Rektor juga mengaitkan peringatan Maulid dengan identitas UIN Madura sebagai Kampus Taneyan Lanjhang. Filosofi lokal Madura tersebut merepresentasikan kehidupan dalam satu ruang yang dibangun atas dasar kebersamaan, kekeluargaan, kepedulian, dan keharmonisan.
“UIN Madura adalah Kampus Taneyan Lanjhang. Di dalam taneyan lanjhang ada kebersamaan, kekeluargaan, saling menjaga, dan harmoni. Spirit inilah yang harus terus kita rawat. Kegiatan keagamaan seperti Maulid Nabi menjadi salah satu ruang untuk mempererat hubungan antarsivitas akademika sekaligus menguatkan karakter keislaman kampus,” jelasnya.
Cinta Rasul sebagai Fondasi Integritas dan Prestasi
Peringatan Maulid Nabi menghadirkan Gus A. Sa'dud Darain, M.Pd. (Ra Aa') sebagai penceramah. Dalam tausiyahnya, ia mengangkat tema “Menyemai Cinta Rasul, Menguatkan Integritas, Mewujudkan Mahasiswa Berprestasi dan Berakhlakul Karimah.”
Melalui tema tersebut, Gus Sa'dud mengajak mahasiswa untuk tidak memisahkan antara kecintaan kepada Rasulullah, pembentukan akhlak, dan pencapaian prestasi. Kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW harus menjadi energi spiritual yang mendorong mahasiswa untuk bersungguh-sungguh dalam belajar, menjaga integritas, serta memberikan manfaat melalui ilmu yang dimiliki.
Pesan tersebut sejalan dengan orientasi pendidikan Pascasarjana UIN Madura yang tidak hanya diarahkan pada peningkatan kapasitas akademik mahasiswa, tetapi juga pembentukan karakter dan integritas. Keunggulan intelektual perlu berjalan beriringan dengan akhlakul karimah agar ilmu yang diperoleh dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kekhidmatan dan kekeluargaan. Para mahasiswa tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara, mulai dari pembacaan shalawat hingga tausiyah. Kebersamaan yang terbangun sekaligus merefleksikan spirit Taneyan Lanjhang sebagai identitas kultural UIN Madura.
Pewarta: Muhsi
Editor: Achmad Firdausi