Alamat

Jl. Raya Panglegur KM.4 Pamekasan

Telp./WA

+62 898-9700-500

Email

info@uinmadura.ac.id

FTIK UIN Madura Lepas 725 Mahasiswa, Siap Ikuti PLP 2026 di 106 Sekolah

  • Diposting Oleh Achmad Firdausi
  • Senin, 7 September 2026
  • Dilihat 112 Kali
Bagikan ke

Pamekasan | Sebanyak 725 mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Madura dilepas untuk mengikuti Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) 2026. Pelepasan tersebut berlangsung di Lapangan FTIK UIN Madura, Senin (7/9/2026).

Mengusung tema “Memperkuat Kompetensi Calon Pendidik dan Tenaga Kependidikan dalam Mewujudkan Pembelajaran Bermakna di Era Digital”, PLP 2026 menjadi tahap penting bagi mahasiswa untuk mengenal sekaligus terlibat langsung dalam lingkungan persekolahan sesuai bidang keilmuan masing-masing.

Kepala Laboratorium FTIK UIN Madura, Sahrul Romadhon, M.Pd., menjelaskan bahwa PLP merupakan nomenklatur baru yang sebelumnya dikenal sebagai Praktik Pengalaman Lapangan (PPL). Setelah pelepasan, mahasiswa akan mulai ditempatkan di sekolah masing-masing dengan didampingi Dosen Pendamping Lapangan (DPL).

“Besok mahasiswa sudah diantarkan oleh Dosen Pendamping Lapangan (DPL) ke sekolah. Total ada 725 mahasiswa dari 11 program studi di Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan,” jelasnya.

Sebanyak 725 mahasiswa tersebut akan ditempatkan di 106 sekolah. Sebanyak 105 sekolah berada di wilayah Madura, meliputi Kabupaten Pamekasan, Sampang, dan Sumenep, sedangkan satu lembaga mitra berada di Surabaya.

Penempatan di Surabaya diperuntukkan bagi dua mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) yang akan mengikuti PLP di Kuanta Surabaya. Lembaga tersebut bergerak di bidang pelatihan dan manajemen pendidikan serta telah menjalin kerja sama dengan pihak FTIK UIN Madura sejak 2019.

Sahrul berharap kerja sama tersebut dapat menjadi langkah awal bagi perluasan lokasi PLP mahasiswa FTIK UIN Madura di luar Madura.

“Harapannya nanti mahasiswa PLP kita akan tersebar di luar Madura, tidak hanya di Kuanta Surabaya saja, tetapi lebih tersebar lagi ke luar Madura,” ungkapnya.

Pelaksanaan PLP akan berlangsung selama 45 hari, terhitung mulai 8 September hingga 29 Oktober 2026. Selama menjalankan program, mahasiswa akan mendapatkan pendampingan dari DPL serta pengawasan dari supervisor.

Sebanyak 106 DPL akan mendampingi mahasiswa sesuai lokasi penempatan. Masing-masing DPL dijadwalkan melakukan kunjungan sebanyak lima kali selama pelaksanaan PLP. Sementara itu, 16 supervisor yang terdiri atas unsur pimpinan FTIK, yakni wakil dekan, ketua program studi, dan ketua laboratorium akan memastikan program berjalan sesuai ketentuan. Supervisor dijadwalkan melakukan kunjungan sebanyak dua kali, termasuk ke lokasi mahasiswa yang menjalani PLP di Surabaya.

Sementara itu, Dekan FTIK UIN Madura, Prof. Dr. Siswanto, M.Pd.I., meminta mahasiswa mempersiapkan diri secara matang sebelum terjun ke lingkungan sekolah. Menurutnya, terdapat tiga hal utama yang harus diperhatikan mahasiswa, yakni kesiapan mental, penguasaan pengetahuan, dan kedisiplinan.

“Kesiapan mental ini yang penting karena nanti saudara akan masuk ke dunia nyata kependidikan. Saudara akan berhadapan langsung dengan siswa, kepala sekolah, dan guru-guru yang lain. Jadi mental ini benar-benar harus disiapkan dari sekarang,” pesannya.

Selain kesiapan mental, mahasiswa diminta menguasai pengetahuan sesuai dengan program studi masing-masing. Penguasaan materi menjadi bekal penting agar mahasiswa mampu melaksanakan pembelajaran secara baik dan tidak hanya terpaku pada materi tertulis.

“Materi yang akan disampaikan nanti harus benar-benar dikuasai. Harus menguasai di kelas, jangan berada di meja terus dan membaca materi,” tegasnya.

Hal ketiga yang ditekankan adalah kedisiplinan. Mahasiswa diminta mengikuti seluruh ketentuan dan tata tertib yang berlaku di sekolah tempat mereka melaksanakan PLP.

“Kami sepenuhnya memasrahkan kepada sekolah. Jadi harus siap untuk disiplin,” imbuhnya.

Prof. Siswanto juga menekankan agar mahasiswa memanfaatkan PLP sebagai ruang belajar untuk meningkatkan profesionalitas sebagai calon pendidik dan tenaga kependidikan. Dari 11 program studi di FTIK, sebanyak 10 program studi diarahkan untuk mencetak calon guru, termasuk guru Bimbingan dan Konseling (BK), sedangkan satu program studi berorientasi pada bidang administrasi sekolah.

“Latihan pengenalan lapangan persekolahan ini, untuk bagaimana benar-benar membentuk saudara menjadi guru yang profesional, punya kompetensi, dan punya kemampuan sesuai bidang keilmuannya masing-masing,” ujarnya.

Ia juga mendorong mahasiswa membangun komunikasi dan aktif berdiskusi dengan guru pamong, sesama mahasiswa, guru di sekolah, maupun DPL selama menjalankan PLP. Interaksi tersebut dinilai penting untuk membentuk karakter dan kemampuan profesional serta pedagogik calon pendidik.

Mengakhiri arahannya, Dekan FTIK berpesan agar seluruh mahasiswa menjaga nama baik almamater selama berada di lingkungan sekolah. Setiap sikap dan perilaku mahasiswa dinilai turut mencerminkan citra FTIK dan UIN Madura.

“Jaga nama baik almamater UIN Madura, khususnya Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Perilaku saudara di sekolah akan menjadi cerminan perilaku fakultas. Jangan sampai melakukan hal-hal yang bisa mencemarkan nama baik perguruan tinggi kita,” pungkasnya.

 


Penulis: Herlina Tria Sukmawati                           Editor: Achmad Firdausi