UIN Madura Siap Perkuat Internasionalisasi PTKIN, Dukung Target Mahasiswa Asing Nasional
- Diposting Oleh Achmad Firdausi
- Selasa, 12 Mei 2026
- Dilihat 217 Kali
Jakarta | Universitas Islam Negeri (UIN) Madura menegaskan komitmennya dalam mendukung agenda internasionalisasi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) sebagaimana disampaikan Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A., dalam rapat koordinasi PMB PTKIN di Grand Platinum Hotel Jakarta, Selasa (12/05/2026).
Dalam forum tersebut, Prof. Sahiron menekankan bahwa seluruh PTKIN harus terus menjaga semangat konsolidasi dan memperkuat tata kelola penerimaan mahasiswa baru, khususnya menjelang pelaksanaan UM-PTKIN. Ia juga menyoroti agenda strategis pemerintah terkait peningkatan jumlah mahasiswa asing di Indonesia sebagai bagian dari penguatan internasionalisasi pendidikan tinggi.
Menurut Prof. Sahiron, pemerintah saat ini tengah menyiapkan berbagai skema beasiswa internasional melalui sinergi antara Kementerian Agama, Kemendiktisaintek, dan Kementerian Keuangan. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya tarik perguruan tinggi Indonesia, termasuk PTKIN, di mata dunia internasional.
Ia menyebut bahwa PTKIN memiliki kekuatan khas dalam bidang studi keislaman yang berpotensi besar dipromosikan secara global.
“Kita harus meyakinkan bahwa PTKIN sudah sangat bagus. Kalau ukurannya pengakuan internasional di bidang keagamaan, kita punya kekuatan yang bisa ditarungkan,” tegas Prof. Sahiron.
Sebagai tindak lanjut, seluruh PTKIN diminta mulai memperkuat strategi promosi internasional, termasuk pengembangan website institusi, video profil kampus, serta branding akademik yang lebih kompetitif untuk menjangkau calon mahasiswa asing.
Menanggapi hal tersebut, Rektor UIN Madura, Dr. H. Saiful Hadi, M.Pd., yang turut hadir pada kegiatan ini menyampaikan bahwa UIN Madura siap mengambil bagian dalam agenda besar internasionalisasi PTKIN dan mendukung penuh target pemerintah dalam meningkatkan jumlah mahasiswa asing di Indonesia.
“UIN Madura terus berupaya memperkuat rekognisi internasional melalui pengembangan kerja sama global, peningkatan kualitas akademik, publikasi internasional, serta penguatan branding kampus berbasis keilmuan Islam integratif,” ujarnya.
Rektor menambahkan bahwa UIN Madura saat ini terus memperluas jejaring akademik internasional melalui kolaborasi riset, konferensi internasional, visiting professor, hingga penguatan kapasitas dosen dan mahasiswa.
“Kami optimistis UIN Madura memiliki peluang besar untuk menjadi bagian penting dalam peta internasionalisasi PTKIN, khususnya pada bidang studi keislaman, sosial-humaniora, ekonomi syariah, dan moderasi beragama,” tambahnya.
Selain penguatan mahasiswa asing, UIN Madura juga menyambut positif program pengembangan kapasitas dosen PTKIN yang tengah dipersiapkan Kementerian Agama, seperti pembibitan studi doktoral, penguatan bahasa asing, serta program visiting professor di perguruan tinggi luar negeri.
Bagi UIN Madura, agenda internasionalisasi tidak hanya menjadi bagian dari penguatan reputasi institusi, tetapi juga menjadi langkah strategis untuk memperkenalkan wajah Islam Indonesia yang moderat, inklusif, dan berkemajuan di tingkat global.
Melalui sinergi antara pemerintah dan PTKIN, UIN Madura optimistis mampu terus meningkatkan kualitas pendidikan tinggi Islam yang Religius, kompetitif, kolaboratif, dan berdaya saing internasional.
Penulis: Achmad Firdausi