Alamat

Jl. Raya Panglegur KM.4 Pamekasan

Telp./WA

+62 898-9700-500

Email

info@uinmadura.ac.id

UIN Madura Gelar Workshop Penyusunan Proposal MORA The AIR Funds, Rektor Targetkan 30 Proposal Lolos

  • Diposting Oleh Achmad Firdausi
  • Jumat, 8 Mei 2026
  • Dilihat 173 Kali
Bagikan ke

Pamekasan | Universitas Islam Negeri (UIN) Madura menggelar workshop bertema “Peningkatan Kapasitas Peneliti dalam Menyusun Proposal MORA The AIR Funds: Grow, Strive, and Win” yang berlangsung di Gedung Rektorat Lt.2, Jumat (07/05/2026). Kegiatan ini menghadirkan narasumber Dr. H. Fahruddin Ali Sabri, S.H.I., M.A. (dikenal sebagai reviewer LPDP dan penerima hibah MORA 2025) dan dihadiri langsung oleh Rektor UIN Madura Dr. H. Saiful Hadi, M.Pd., jajaran wakil rektor, Kepala LPPM, serta para dosen pengusul proposal penelitian.

Dalam sambutannya, Rektor UIN Madura menegaskan pentingnya membangun budaya akademik yang kuat melalui penelitian dan penulisan proposal yang kompetitif. Ia menyebut program MORA dan LPDP menjadi peluang strategis bagi dosen UIN Madura untuk meningkatkan kualitas akademik sekaligus memperkuat reputasi institusi.

“Kita deklarasikan bahwa seluruh sivitas akademika UIN Madura yang ingin mengajukan proposal MORA sesuai syarat yang ada jangan dihambat secara administratif,” tegas Rektor.

Ia juga menekankan bahwa jumlah proposal yang diajukan harus diperbanyak agar peluang lolos semakin besar. Menurutnya, target minimal 30 proposal perlu diwujudkan melalui kerja sama lintas fakultas dan pendampingan intensif dari LPPM.

“Kalau hanya 10 proposal, kemungkinan lolosnya kecil. Tapi kalau sampai 30 proposal, peluang yang berhasil tentu semakin besar,” ujarnya.

Rektor menilai keberhasilan proposal tidak hanya ditentukan oleh substansi penelitian, tetapi juga strategi penyusunan dan kesiapan administrasi. Karena itu, ia meminta para peserta memanfaatkan workshop untuk menggali aspek-aspek penting yang membuat proposal mampu bersaing hingga tahap akhir seleksi.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga mengapresiasi langkah LPPM yang terus mendorong penguatan kapasitas peneliti melalui klinik proposal. Ia berharap program pendampingan proposal menjadi prioritas guna memperkuat iklim akademik di lingkungan kampus.

“Kegiatan klinik proposal harus menjadi skala prioritas. Ini bagian penting untuk membangun budaya meneliti, menulis, dan menghasilkan publikasi ilmiah yang bereputasi,” katanya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa penguatan penelitian dan publikasi ilmiah menjadi salah satu strategi percepatan UIN Madura sebagai kampus unggul bahkan hingga tahun 2030. Menurutnya, keberhasilan dosen memperoleh hibah penelitian akan berdampak pada peningkatan kualitas institusi maupun pengembangan karier akademik dosen.

Rektor juga meminta setiap fakultas mengambil porsi dalam target pengajuan 30 proposal MORA. Bahkan, ia menyebut akan diterbitkan surat edaran dari Wakil Rektor I sebagai pedoman pembagian target proposal di masing-masing fakultas.

“Saya berharap malam ini ada surat edaran dari Wakil Rektor I untuk membagi target 30 proposal berdasarkan persentase fakultas,” ungkapnya.

Sementara itu, narasumber Dr. H. Fahruddin Ali Sabri yang dikenal sebagai reviewer LPDP dan penerima hibah MORA 2025 memberikan penguatan teknis terkait strategi penyusunan proposal yang kompetitif. Para peserta mendapatkan arahan mengenai penyusunan desain penelitian, substansi proposal, hingga strategi lolos seleksi hibah penelitian nasional.

Melalui workshop ini, UIN Madura berharap lahir lebih banyak peneliti yang mampu menghasilkan proposal berkualitas, publikasi ilmiah bereputasi, serta kontribusi akademik yang berdampak bagi institusi dan masyarakat luas.

 


Penulis: Herlina Tria Sukmawati                           Editor: Achmad Firdausi