Sinergi UIN Madura dan Asia Tengah: Melangkah Menuju World Class University
- Diposting Oleh Achmad Firdausi
- Rabu, 13 Mei 2026
- Dilihat 150 Kali
Yogyakarta | Universitas Islam Negeri (UIN) Madura mengambil langkah strategis dan fundamental dalam upaya memperkuat rekognisi internasional melalui keikutsertaan pada World Class University Workshop yang digelar pada 12 Mei 2026. Kegiatan bertajuk “Enhancing University Rankings: QS and UI GreenMetric” ini bukan sekadar forum diskusi akademik, melainkan bagian dari manifestasi visi besar UIN Madura untuk menyejajarkan diri dengan institusi pendidikan tinggi global.
Workshop tersebut menjadi peluang strategis bagi Dr. Eko Ariwidodo, M.Phil., C.EML., Kepala Pusat Publikasi, Inovasi, dan Pemeringkatan UIN Madura, yang hadir mewakili universitas. Dalam forum tersebut, ia mendiskusikan persetujuan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Assoc. Prof. Dr. Bobur Sobirov dari Taskent State University of Economics dan Samarkand International School of Science and Technology. Dalam waktu dekat, setelah ditandatangani oleh pihak kampus mitra, MoU tersebut akan ditandatangani pula oleh Rektor UIN Madura.
Rencana kerja sama ini dirancang untuk membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara perguruan tinggi di Indonesia dengan kawasan Asia Tengah. Wilayah tersebut saat ini menjadi salah satu mitra strategis dalam pengembangan riset, pertukaran budaya akademik, dan internasionalisasi pendidikan tinggi. Kesepakatan awal yang dirintis oleh Dr. Eko Ariwidodo dan Assoc. Prof. Bobur Sobirov menjadi katalis penting bagi UIN Madura dalam memperluas jejaring akademik global, khususnya di kawasan Asia Tengah.
Kerja sama ini mencakup sejumlah kategori vital yang selaras dengan indikator UI GreenMetric. Pertama, transformasi infrastruktur dan energi melalui kolaborasi dalam tata kelola kampus hijau, efisiensi energi, dan respons terhadap perubahan iklim. Kedua, mobilitas akademik melalui pertukaran dosen dan mahasiswa untuk meningkatkan nilai internationalization dan networking. Ketiga, kolaborasi riset dan publikasi bersama dalam jurnal terindeks Scopus, terutama pada isu-isu global seperti transportasi berkelanjutan, tata kelola digital, lingkungan, dan sosial-humaniora.
Bagi UIN Madura, kerja sama ini menjadi jembatan emas dalam memperkuat orientasi internasional. Melalui adopsi standar QS dan UI GreenMetric, UIN Madura tidak hanya berupaya meningkatkan peringkat, tetapi juga bertransformasi menjadi institusi yang inklusif, berkelanjutan, dan diakui dunia. Pertemuan ini menegaskan bahwa jalan menuju World Class University dimulai dari keterbukaan untuk berkolaborasi melintasi batas geografis, dengan standar kualitas yang terukur secara internasional.
Dalam workshop tersebut juga ditekankan bahwa pemeringkatan kampus bukan sekadar ajang pamer gengsi, melainkan instrumen untuk mengukur kualitas, daya saing, dan dampak nyata sebuah institusi. Pemeringkatan menjadi alat refleksi kelembagaan untuk melihat sejauh mana universitas mampu memberikan kontribusi akademik, sosial, dan ekologis secara berkelanjutan.
Salah satu pembahasan penting dalam forum tersebut adalah perbedaan kriteria antara Small Institutions dan Large Institutions dalam metodologi QS World University Rankings (WUR). Beberapa poin krusial yang menjadi perhatian antara lain peningkatan reputasi akademik melalui kualitas riset dan sitasi per fakultas, serta penguatan aspek keberlanjutan melalui UI GreenMetric. Melalui skema ini, universitas didorong tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki tanggung jawab terhadap lingkungan.
UI GreenMetric sendiri mengalami pertumbuhan luar biasa dalam 15 tahun terakhir, yakni meningkat hingga 18 kali lipat dengan melibatkan 1.745 universitas dari 105 negara. Dalam konteks ini, dampak SDGs menjadi bagian penting dalam pemeringkatan keberlanjutan. Kampus kini dituntut memiliki skor non-zero pada indikator dampak riset terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) agar dapat menunjukkan kontribusi nyata terhadap agenda pembangunan global.
Secara umum, lembaga pemeringkatan internasional terbagi ke dalam dua kategori besar, yaitu pemeringkatan institusi dan pemeringkatan jurnal. Pada kategori pemeringkatan institusi, terdapat beberapa lembaga global yang menjadi acuan, seperti Quacquarelli Symonds (QS) melalui QS World University Rankings yang berfokus pada reputasi akademik, reputasi pemberi kerja, dan rasio dosen-mahasiswa. Selain itu, terdapat Times Higher Education (THE) World University Rankings yang menitikberatkan pada lingkungan pembelajaran, kualitas riset, dan international outlook.
Selain pemeringkatan universitas secara umum, terdapat pula pemeringkatan berbasis dampak dan spesialisasi. Beberapa di antaranya adalah THE Impact Rankings, yang menilai kontribusi universitas terhadap Sustainable Development Goals PBB; Webometrics dari CSIC Spanyol, yang menilai visibilitas dan kehadiran digital universitas melalui performa web dan sitasi Google Scholar; serta Financial Times, yang secara khusus memeringkat sekolah bisnis dan program MBA terbaik di dunia.
Urgensi pemeringkatan internasional menjadi sangat penting karena lembaga-lembaga tersebut tidak hanya memberikan skor, tetapi juga menjadi instrumen strategis untuk menentukan standar akreditasi internasional, membuka peluang hibah global atau program bantuan pemerintah, serta membangun kemitraan strategis antarperguruan tinggi lintas negara.
Bagi UIN Madura, agenda menuju World Class University menuntut kesiapan yang serius. Beberapa persyaratan utama yang harus diperkuat antara lain publikasi dosen pada jurnal terindeks Scopus dengan target sekitar 100 artikel per tahun, peningkatan signifikan jumlah sitasi dosen di setiap fakultas, serta kepemilikan minimal tiga subject berbeda di tiap fakultas. Persyaratan tersebut menjadi tantangan sekaligus peta jalan bagi UIN Madura dalam memperkuat posisi akademiknya di tingkat global.
Editor: Achmad Firdausi