Seminar Internasional Bahas Transformasi Akidah dalam Menjawab Isu Kontemporer
- Diposting Oleh Achmad Firdausi
- Senin, 4 Mei 2026
- Dilihat 133 Kali
Pamekasan | Program Pascasarjana UIN Madura menggelar seminar internasional bertema “Dari Kalam Klasik ke Teknologi Publik: Peran Akidah dalam Membangun Etika Sosial dan Politik Kontemporer” yang berlangsung secara daring melalui Streaming Youtube MIUTV Official dan secara luring di Aula Pascasarjana, Senin (04/05/2026).
Kegiatan ini menghadirkan narasumber internasional, yakni Syaikh Thoriq Ghannam Al-Halasani dari Lebanon, serta Prof. Dr. H. Hasyim Muhammad, M.Ag., Guru Besar UIN Walisongo Semarang. Hadir juga Direktur Pascasarjana Prof. Dr. H. Atiqullah, S.Ag. M.Pd., Ketua Program Studi Studi Islam Prof. Dr. H. Mohammad Muchlis Solichin, M.Ag., Prof. Dr. H. Nor Hasan, M.Ag., Prof. Dr. H. Mohammad Hasan, M.Ag., serta para mahasiswa Pascasarjana UIN Madura.
Ketua Program Studi Studi Islam, Prof. Muchlis Solichin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa seminar ini bertujuan membangun dialog sinergis antara para narasumber dari latar keilmuan berbeda. “Kegiatan ini bertujuan membuka ruang-ruang publik untuk didiskusikan bersama dalam perspektif keilmuan masing-masing, khususnya antara kajian kalam dan ushuluddin,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa Syaikh Thoriq merupakan akademisi di bidang akidah dan ilmu kalam, sementara Prof. Hasyim memiliki kepakaran di bidang ushuluddin. Selain itu, ia juga menyinggung pentingnya integrasi kajian klasik dengan pendekatan kontemporer, termasuk dalam merespons isu-isu seperti hak asasi manusia (HAM), ekologi, dan demokrasi.
Menurutnya, transformasi nilai-nilai akidah menjadi sangat penting dalam menjawab tantangan zaman. “Akidah tidak berubah, tetapi bagaimana nilai-nilai klasik tersebut ditransformasikan menjadi perspektif yang mampu menjawab persoalan umat di era modern, itulah yang menjadi kebutuhan saat ini,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pihak rektorat atas terselenggaranya kegiatan ini serta berharap forum ilmiah tersebut mampu melahirkan pemikiran yang adaptif dan kontekstual bagi perkembangan Islam kontemporer.
Sementara itu, Direktur Pascasarjana, Prof. Atiqullah dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta, khususnya narasumber dari Lebanon beserta pendamping dan penerjemah. Ia juga mengapresiasi partisipasi mahasiswa serta panitia yang telah mempersiapkan kegiatan, termasuk penyelenggaraan secara daring.
“Tema seminar ini sangat relevan dengan perkembangan studi Islam di Indonesia. Bagaimana nilai-nilai Islam dapat dipadukan dengan kearifan lokal sehingga mampu menghadirkan wajah Islam yang moderat dan mudah diterima masyarakat,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa kajian tentang akidah, tasawuf, dan kalam perlu terus dikembangkan agar mampu memberikan kontribusi nyata dalam kehidupan sosial, politik, dan budaya masyarakat modern.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi dari para narasumber yang membahas secara mendalam peran akidah dalam membangun etika sosial dan politik di tengah dinamika global kontemporer.
Penulis: Herlina Tria Sukmawati Editor: Achmad Firdausi