Alamat

Jl. Raya Panglegur KM.4 Pamekasan

Telp./WA

+62 898-9700-500

Email

info@uinmadura.ac.id

Pengabdian Lintas Budaya, UIN Madura Dukung KKN Nusantara 2026 di Kawasan Baduy

  • Diposting Oleh Achmad Firdausi
  • Rabu, 13 Mei 2026
  • Dilihat 172 Kali
Bagikan ke

Banten | Universitas Islam Negeri (UIN) Madura turut ambil bagian dalam rapat koordinasi dan persiapan pelaksanaan KKN Kolaborasi Nusantara 2026 yang diselenggarakan oleh UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten di Hotel Horison Ultima Ratu Serang pada 11–13 Mei 2026. Kegiatan nasional tersebut menjadi bagian dari penguatan sinergi pengabdian masyarakat antar Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia.

Provinsi Banten secara resmi ditunjuk sebagai tuan rumah pelaksanaan KKN Nusantara 2026 yang akan dipusatkan di kawasan adat Baduy, Kabupaten Lebak. Program pengabdian kolaboratif berskala nasional ini direncanakan melibatkan ratusan mahasiswa PTKIN dari berbagai daerah di Indonesia yang akan melaksanakan pengabdian dan hidup bersama masyarakat adat selama kurang lebih 40 hari.

Dalam kegiatan koordinasi tersebut, UIN Madura diwakili oleh Dr. Agik Nur Efendi, M.Pd., selaku Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat LPPM UIN Madura. Kehadiran UIN Madura menjadi bentuk dukungan aktif terhadap pelaksanaan program pengabdian nasional yang menekankan kolaborasi lintas kampus, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan nilai kebangsaan dan budaya lokal.

Selain mengikuti rapat koordinasi nasional, Dr. Agik Nur Efendi juga turut terlibat dalam kegiatan survei dan pemetaan lokasi pelaksanaan KKN di kawasan Baduy bersama panitia pusat dan perwakilan PTKIN lainnya. Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan wilayah, akses mobilisasi peserta, serta pemetaan titik-titik pengabdian mahasiswa selama program berlangsung.

Rapat koordinasi dan survei lokasi ini turut dihadiri oleh Kepala Subdirektorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Litapdimas) Diktis Kementerian Agama RI, Dr. Nur Kafid, S.Th.I., M.Sc., jajaran pimpinan UIN SMH Banten, koordinator KKN Nusantara, serta perwakilan PTKIN dari berbagai wilayah di Indonesia.

Dalam arahannya, Dr. Nur Kafid menegaskan pentingnya koordinasi teknis, khususnya terkait mobilisasi dan kesiapan logistik peserta KKN Nusantara 2026. Menurutnya, pengelolaan transportasi, penjemputan peserta, hingga distribusi kebutuhan mahasiswa harus dipersiapkan secara matang agar pelaksanaan program berjalan optimal dan terkoordinasi dengan baik.

Sementara itu, Rektor UIN SMH Banten, Prof. Muhammad Ishom, menyampaikan bahwa pelaksanaan KKN Nusantara 2026 menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi budaya dan kearifan lokal masyarakat Baduy kepada mahasiswa dari seluruh Indonesia.

Ia menilai masyarakat Baduy memiliki kekuatan dalam menjaga nilai adat dan tradisi leluhur di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis. Karena itu, kawasan Baduy dinilai sangat relevan menjadi ruang pembelajaran sosial, budaya, dan pengabdian masyarakat berbasis kearifan lokal.

 


Editor: Achmad Firdausi