Hadirkan Staf Khusus Menteri Agama, UIN Madura Matangkan Strategi Pengembangan Kampus Berdampak Menuju SDGs 2023
- Diposting Oleh Achmad Firdausi
- Jumat, 8 Mei 2026
- Dilihat 130 Kali
Pamekasan | Universitas Islam Negeri Madura menggelar Focus Group Discussion (FGD) Sosialisasi Program bertema “Pengembangan Universitas Islam Negeri Madura yang Berdampak Mendorong Tercapainya SDGs 2030” di Gedung Rektorat Lt.2, Kamis (07/05/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan tamu penting, yakni Dr. H. Muhammad Ainul Yakin, S.Sy., M.A.P., selaku staf khusus Menteri Agama bidang Hubungan Antar Kelembagaan. Kehadirannya disambut langsung oleh Rektor, Dr. H. Saiful Hadi, M.Pd., beserta para wakil rektor, Kepala Biro AKU, kepala unit, serta seluruh sivitas akademika UIN Madura.
Dalam sambutannya, Rektor UIN Madura menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim eksternal dari kementerian yang dinilai dapat membantu memperkuat komunikasi efektif antara kampus dengan pemerintah dan Kementerian Agama.
“Ada dua hal penting yang ingin saya sampaikan. Pertama, kita akan mendapatkan materi dari staf khusus menteri. Kedua, kita akan mendapatkan wawasan tentang bagaimana kampus ini dapat memberikan dampak yang kuat sebagaimana yang kita harapkan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa UIN Madura tengah menyongsong berbagai perubahan besar dalam pengembangan kelembagaan kampus. Karena itu, diperlukan kerangka dan desain pengembangan yang saling menguatkan antar seluruh pihak kampus.
Salah satu fokus utama yang disampaikan ialah transformasi sistem pembiayaan pendidikan dari satuan kerja (satker) menuju Badan Layanan Umum (BLU). Menurutnya, perubahan tersebut membutuhkan dukungan kebijakan dari Kementerian Agama agar proses pengembangan kelembagaan dapat berjalan optimal.
“Kami berharap adanya arah kebijakan yang kuat untuk membantu usulan kami ke kementerian supaya apa yang dilakukan oleh Wakil Rektor II dapat berjalan dengan baik,” katanya.
Lebih lanjut, rektor menilai kolaborasi dengan pihak eksternal akan mempercepat pengembangan kelembagaan UIN Madura sehingga mampu memberikan kontribusi yang lebih luas, tidak hanya di Madura tetapi juga hingga wilayah kepulauan sekitarnya.
Selain penguatan kelembagaan, UIN Madura juga menaruh perhatian besar terhadap pengembangan ma’had sebagai bagian penting dalam pembentukan karakter mahasiswa. Program ma’had diharapkan mampu membentuk identitas khas kampus, mulai dari cara berbicara, bersikap, hingga perilaku kemahasiswaan dan kelembagaan.
“Program ma’had ini akan menjadi brand yang berbeda dengan kampus-kampus lain di Madura,” ungkap Rektor.
Menutup sambutannya, rektor berharap seluruh aspirasi dan kebutuhan pengembangan kampus dapat diteruskan kepada Kementerian Agama agar dapat segera direalisasikan.
“Kami sangat berharap kepada staf khusus menteri untuk dapat mendorong semua pesan ini menjadi hal yang bisa direalisasikan dalam waktu yang tidak terlalu lama,” pungkasnya.
Penulis: Herlina Tria Sukmawati Editor: Achmad Firdausi