Alamat

Jl. Raya Panglegur KM.4 Pamekasan

Telp./WA

+62 898-9700-500

Email

info@uinmadura.ac.id

Empat Guru Besar Baru Dikukuhkan pada HARDIKNAS 2026, UIN Madura Teguhkan Akselerasi Keilmuan dan Kolaborasi Semesta

  • Diposting Oleh Achmad Firdausi
  • Sabtu, 2 Mei 2026
  • Dilihat 144 Kali
Bagikan ke

Pamekasan | Universitas Islam Negeri (UIN) Madura menggelar Sidang Terbuka Senat dalam rangka Pengukuhan Guru Besar ke 15-18 pada Sabtu (02/05/2026) di Auditorium kampus. Momentum akademik ini dihadiri oleh Direktur Pendidikan Tinggi Islam (Diktis) Kementerian Agama RI, jajaran pimpinan UIN Madura, tokoh ulama, pejabat daerah, hingga unsur legislatif dan Forkopimda Kabupaten Pamekasan.

Empat akademisi yang dikukuhkan sebagai Guru Besar adalah:

  1. Prof. Dr. Rudy Haryanto, S.ST., M.M. (Ilmu Manajemen Pemasaran)
  2. Prof. Dr. Atiqullah, S.Ag., M.Pd. (Kepemimpinan Pendidikan Islam)
  3. Prof. Dr. Mohammad Ali Al Humaidy, M.Si. (Sosiologi Politik Islam)
  4. Prof. Dr. Achmad Muhlis, M.A. (Sosiologi Pendidikan Islam)

Pengukuhan dilakukan oleh Direktur Diktis Kemenag RI, Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A., yang menyampaikan ucapan selamat sekaligus menegaskan peran strategis para profesor dalam mentransformasikan ilmu dan membangun masyarakat.

“Semoga para profesor dapat terus mengembangkan ilmu pengetahuan dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Tugas profesor bukan hanya mengajar, tetapi juga membimbing masyarakat dengan nilai-nilai keislaman,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya penerapan kurikulum berbasis cinta, yang menanamkan nilai mahabbah lillah, mahabbah linnas, mahabbah lil ‘alam, dan mahabbah lil wathan sebagai fondasi pendidikan Islam yang humanis dan berkeadaban.

Usai prosesi pengukuhan, kegiatan dilanjutkan dengan orasi ilmiah para guru besar yang memperlihatkan kontribusi keilmuan di bidang masing-masing.

Dalam sambutannya, Rektor UIN Madura, Dr. H. Saiful Hadi, M.Pd., menegaskan bahwa pengukuhan guru besar merupakan indikator penting kemajuan institusi sekaligus penguatan kapasitas akademik.

“Guru besar adalah kekuatan akademik sekaligus penentu arah kemajuan lembaga. Kehadiran para profesor ini akan memperkuat kualitas keilmuan dan kontribusi nyata kampus dalam menjawab persoalan masyarakat,” ungkapnya.

Rektor juga menyoroti bahwa setiap bidang keilmuan yang dimiliki para profesor memiliki relevansi langsung dengan dinamika sosial yang berkembang.

“Berbagai problem sosial, politik, pendidikan, hingga ekonomi dapat dijawab melalui pendekatan keilmuan para profesor. Inilah bukti bahwa kampus hadir sebagai solusi bagi masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Rektor menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun peradaban yang lebih maju.

“Kampus, pemerintah, dan masyarakat harus berjalan bersama. Kolaborasi adalah kunci dalam menghadirkan perubahan yang lebih cepat dan berdampak,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Rektor juga mengaitkan momentum pengukuhan guru besar dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026 yang mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.”

“Pengukuhan guru besar ini menjadi refleksi nyata dari semangat Hari Pendidikan Nasional. Pendidikan tidak bisa dibangun oleh satu pihak saja, tetapi membutuhkan partisipasi semesta—dari kampus, pemerintah, masyarakat, hingga dunia industri—untuk menghadirkan pendidikan yang inklusif dan bermutu,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kehadiran para guru besar menjadi bagian dari upaya memperluas akses, meningkatkan kualitas, dan memperkuat relevansi pendidikan tinggi di tengah masyarakat.

“Kami ingin memastikan bahwa UIN Madura tidak hanya melahirkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga mampu berkontribusi dalam membangun peradaban yang religius, inklusif, dan berkeadilan,” imbuhnya.

Rektor juga kembali meneguhkan identitas UIN Madura sebagai kampus taneyan lanjhang pengembangan ilmu pengetahuan Islam integratif.

“Integrasi keilmuan menjadi fondasi utama dalam membangun pendidikan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan sosial, sesuai dengan nilai Islam rahmatan lil ‘alamin,” pungkasnya.

 


Penulis: Achmad Firdausi