UIN Madura Gaungkan EdTech di Konferensi Internasional Sustainable Development 2026
- Diposting Oleh Achmad Firdausi
- Rabu, 25 Maret 2026
- Dilihat 82 Kali
Pamekasan | Penyelenggaraan Second International Conference on Innovations in Materials Science, Technology, Engineering, and Management for Sustainable Development 2026 sukses digelar pada 21 Maret 2026. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Department of Science St. Joseph’s College of Engineering, Chennai, India, bekerja sama dengan EClearnix Pvt. Ltd., Coimbatore, serta Global HUB Conference and Publishing. Konferensi ini menjadi forum akademik internasional yang mempertemukan para peneliti, akademisi, dan praktisi dari berbagai negara Asia dalam satu ruang kolaboratif.
Konferensi yang dilaksanakan secara hybrid ini menggabungkan kehadiran peserta secara langsung di Chennai dengan partisipasi daring dari berbagai negara. Format ini memungkinkan jangkauan yang lebih luas serta inklusivitas bagi akademisi yang tidak dapat hadir secara fisik, sekaligus mencerminkan transformasi digital dalam praktik konferensi ilmiah global.
Topik yang diangkat dalam konferensi ini mencakup berbagai bidang strategis, antara lain inovasi dalam ilmu material, rekayasa teknologi berkelanjutan, manajemen industri berbasis teknologi, serta integrasi ilmu pengetahuan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Isu-isu seperti green technology, renewable energy, smart materials, hingga digital transformation dalam manajemen menjadi fokus utama dalam diskusi ilmiah.
Kegiatan ini diikuti oleh ratusan akademisi dari berbagai negara di Asia yang berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Lebih dari 170 paper ilmiah dipresentasikan dalam sesi paralel yang terbagi ke dalam beberapa klaster keilmuan. Setiap sesi memberikan ruang diskusi yang intensif antara peneliti, baik dalam bentuk presentasi maupun tanya jawab yang konstruktif.
Salah satu tokoh yang turut hadir dalam konferensi ini adalah Dr. Abd. Ghofur, M.Pd., Wakil Dekan I FTIK UIN Madura, yang diundang sebagai keynote speaker. Kehadiran beliau menjadi representasi penting kontribusi akademisi Indonesia dalam forum internasional yang bergengsi ini.
Dalam kesempatan tersebut, Beliau menyampaikan keynote speech dengan judul “EdTech for Sustainable Development: Bridging the Digital Divide in Higher Education.” Materi ini menyoroti peran teknologi pendidikan (EdTech) sebagai instrumen strategis dalam mengurangi kesenjangan digital di lingkungan pendidikan tinggi, khususnya di negara berkembang.
Beliau menjelaskan bahwa kesenjangan digital tidak hanya berkaitan dengan akses terhadap teknologi, tetapi juga mencakup kemampuan literasi digital, kesiapan infrastruktur, serta kebijakan institusional yang mendukung transformasi pendidikan. Oleh karena itu, pendekatan yang komprehensif dan kontekstual sangat diperlukan dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam sistem pembelajaran.
Lebih lanjut, dipaparkan bahwa implementasi EdTech yang efektif harus berbasis pada kebutuhan lokal, dengan mempertimbangkan kondisi sosial, ekonomi, dan budaya masing-masing wilayah. Strategi seperti penguatan kapasitas dosen, pemanfaatan platform pembelajaran adaptif, serta kolaborasi lintas institusi menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.
Partisipasi beliau dalam konferensi ini tidak hanya memperkaya diskursus global, tetapi juga memperkuat posisi institusi dalam jejaring akademik internasional. Keterlibatan aktif dalam forum semacam ini membuka peluang kolaborasi riset, publikasi bersama, serta pertukaran pengetahuan yang berdampak luas.
Kegiatan presentasi internasional ini juga menjadi bagian dari pemenuhan Indikator Kinerja Utama (IKU) pada tingkat fakultas, khususnya dalam aspek peningkatan kinerja dosen di bidang publikasi ilmiah dan pengakuan internasional. Dengan demikian, keikutsertaan dalam konferensi ini tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga strategis dalam mendukung peningkatan mutu dan daya saing institusi pendidikan tinggi.
Sumber: Istimewa
Editor: Achmad Firdausi