Perkuat Kolaborasi Global, UIN Madura sebagai Co-host pada Workshop Internasional Bergengsi
- Diposting Oleh Achmad Firdausi
- Sabtu, 21 Maret 2026
- Dilihat 70 Kali
Pamekasan | Komitmen terhadap penguatan kapasitas riset global kembali ditegaskan melalui penyelenggaraan 12-Day International Workshop on Research Methodology, Citation Practices, Patents, Intellectual Property Rights, and Proposal Writing yang berlangsung pada 20–31 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi para akademisi lintas negara untuk memperdalam kompetensi metodologis sekaligus memperluas jejaring keilmuan secara internasional.
Workshop internasional ini merupakan hasil kolaborasi antara Research & Development Cell dari Integrated Institute of Disaster Management (IIDM), Tamil Nadu, India, dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Madura, Indonesia . Kolaborasi ini mencerminkan semangat sinergi global dalam merespons tuntutan pengembangan riset yang semakin kompleks dan multidisipliner.
Kegiatan ini juga melibatkan jaringan akademik internasional, termasuk Indian Sociological Society melalui Research Committee 25 (Sociology of Sports), yang semakin memperkuat posisi workshop sebagai forum ilmiah yang tidak hanya teknis, tetapi juga kontekstual dan relevan terhadap dinamika sosial global.
Diselenggarakan selama 12 hari dengan total durasi 25 jam dalam format hybrid, workshop ini menghadirkan materi komprehensif mencakup metodologi penelitian, praktik sitasi akademik, paten, hak kekayaan intelektual, hingga teknik penyusunan proposal riset. Fokus ini menjadi krusial dalam membangun fondasi riset yang tidak hanya kuat secara metodologis, tetapi juga berintegritas tinggi.
Salah satu momen penting dalam kegiatan ini adalah Co-Host Partner Internasional event Dr. Abd. Ghofur, M.Pd., selaku Wakil Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Madura, yang tampil sebagai representasi akademik Indonesia dalam forum internasional tersebut . Dalam inaugural speech-nya, beliau menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara dalam membangun tradisi riset yang inklusif, kritis, dan berorientasi pada solusi atas persoalan global.
Beliau juga menyoroti bahwa penguasaan metodologi riset, etika sitasi, serta pemahaman terhadap hak kekayaan intelektual merupakan prasyarat utama dalam menghasilkan karya ilmiah yang kredibel dan berdampak. Ia mengajak seluruh peserta untuk menjadikan workshop ini sebagai momentum penguatan kapasitas intelektual sekaligus pengembangan jejaring akademik global.
Partisipasi para narasumber internasional dari berbagai institusi ternama turut memberikan warna tersendiri dalam workshop ini. Beragam perspektif yang dihadirkan memungkinkan peserta memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif, baik dari sisi teoritis maupun praktik implementatif dalam dunia riset.
Selain itu, penekanan pada penulisan proposal riset menjadi salah satu keunggulan program ini. Peserta dibekali strategi untuk menyusun proposal yang tidak hanya sistematis dan metodologis, tetapi juga memiliki daya saing tinggi dalam memperoleh pendanaan riset di tingkat nasional maupun internasional.
Format hybrid yang diterapkan dalam workshop ini dihadiri lebih dari 350 partisipan, turut memperluas akses partisipasi lintas geografis, menciptakan ruang belajar yang inklusif dan dinamis. Hal ini sekaligus menunjukkan bagaimana teknologi dapat menjadi katalis dalam memperkuat ekosistem akademik global.
Editor: Achmad Firdausi