Pusaran Energi Puasa Meningkat Drastis pada 10 Hari yang Terakhir di Bulan Ramadhan
- Diposting Oleh Achmad Firdausi
- Selasa, 17 Maret 2026
- Dilihat 413 Kali
Oleh: Dr. H. Imam Amrusi Jailani, M.Ag.
(Ketua Program Studi Doktor Ilmu Syariah Pascasarjana UIN Madura)
10 hari yang terakhir dari bulan Ramadhan merupakan sepertiga penghujung dari bulan Ramadhan. Pada hari-hari ini diperkirakan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam akan dipenuhi dengan kebaikan-kebaikan, terutama pada malam-malam ganjil. Akan tetapi peningkatan kebaikan di sepertiga yang akhir ini grafiknya sangat menanjak, bahkan terjadi lompatan amaliah-amaliah dari umat Islam, jika dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya, dan itu terjadi bukan hanya pada malam-malam ganjil saja. Kalau berkaitan dengan Lailatul Qadar, itu sudah merupakan sesuatu yang pasti. Akan tetapi juga merambah pada hal-hal yang lain, terjadi peningkatan, seperti semangat untuk bersedekah dan berbagi.
Begitu pula, telah terjadi peningkatan dari sektor zakat, baik zakat mal ataupun zakat fitrah. Lonjakannya terasa sekali di 10 hari yang terakhir. Entah apa yang menjadi faktor penyebab atau pendorong umat Islam kok kebanyakan mengeluarkan zakat fitrahnya pada rentang waktu sepertiga bulan Ramadhan ini, apakah karena faktor Lailatul Qadar atau karena faktor lainnya. Memang, peluang atau kesempatan yang ada untuk berderma itu lebih banyak di 10 hari yang terakhir, terlebih-lebih pada pelaksanaan pengeluaran dan penyaluran zakat fitrah, aktivitasnya hampir terkonsentrasi di 10 hari yang terakhir, terutama pada pendistribusian zakat fitrah kepada para mustahik. Sedangkan pengumpulannya terkadang sudah dimulai sebelum memasuki 10 hari yang terakhir. Walau demikian mereka lebih banyak menyerahkan zakat fitrahnya pada 10 hari yang terakhir.
Semangat untuk berzakat bagi umat Islam bukan hanya pada pengeluaran zakat fitrah, akan tetapi juga pada sektor pengeluaran zakat mal. Kebanyakan pengeluaran dan penyaluran zakat mal memang di agendakan pada 10 yang terakhir dari bulan Ramadhan. Hal ini mungkin karena semangat mereka itu tertular oleh semangat zakat fitrah maupun Lailatul Qadar. Alih-alih, mumpung waktunya itu sangat baik, penuh dengan lipat gandanya pahala, maka amaliahnya itu disegerakan agar juga mendapat kebaikan. Selain kebaikan dan lipat gandanya pahala di bulan puasa dan juga faktor Lailatul Qadar, maka semangat berderma atau bersedekah itu juga semakin intens di 10 terakhir di bulan suci Ramadhan.
Hal itu terlihat sekali dalam realitas kehidupan masyarakat yang semakin terpanggil untuk berderma di waktu yang sudah diyakini mendatangkan pahala yang melimpah. Terbukti dengan adanya sedekah berupa memberikan makanan di waktu buka bersama semakin banyak, yang mengeluarkan sedekah makanan pada waktu berlangsungnya tadarrus semakin banyak. Bahkan THR, jika pemberian bonus atau reward dari keluarga atau anggota Masyarakat bisa dianggap sebagai tunjangan, pun yang dikeluarkan oleh perseorangan itu kebanyakan terjadi di hari-hari tersebut. Jadi semangat berbaginya itu begitu tinggi. Ada yang berbagi uang, ada yang berbagi sarung, baju, kopiah dan lain sebagainya. Begitu pula di hari-hari tersebut banyak orang mengantarkan bingkisan berupa parcel yang isinya kue, minuman dan lain sebagainya.
Itulah mungkin kita anggap sebagai keistimewaan yang ada pada 10 hari yang terakhir di bulan Ramadhan, sehingga pantaslah jika waktu-waktu itu dipilih oleh Allah untuk terjadinya malam Lailatul Qadar, dan juga merupakan suatu keyakinan bahwa kebaikan seorang itu banyak ditentukan oleh penghujung dari hidupnya, masuk ke waktu injury time, sehingga jika di akhir hayatnya itu baik, dia dipastikan husnul khotimah. Begitu pula perjalanan puasa, jika semakin memasuki hari-hari akhir bulan puasa semakin baik, maka pertanda puasanya itu adalah juga husnul Khotimah, yang kemungkinan besar puasanya maqbul di sisi Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
Husnul khotimah merupakan dambaan setiap insan beriman, karena kondisi seperti itu merupakan barometer baiknya seseorang. Semangat husnul khaotimah itulah yang juga menjadi pemantik semangat untuk memaksimalkan kebaikan di penghujung bulan Ramadhan. Dan juga tidak bisa dipungkiri, bahwa pusaran energi puasa sangat berpengaruh terhadap peningkatan kebaikan seseorang. Semakin intens atau meningkat pusaran energi puasa, maka semakin meningkat mobilitas ritual amaliah kaum beriman. Itulah yang terjadi pada energi puasa. Wallahu a’lam.
Editor: Achmad Firdausi