Khotmil Qur'an dan Istighosah Awali Rangkaian Dies Natalis ke-60 UIN Madura
- Diposting Oleh Widya Yuni Wulandari
- Rabu, 22 Juli 2026
- Dilihat 166 Kali
Pamekasan | Rangkaian peringatan Dies Natalis ke-60 UIN Madura diawali dengan pelaksanaan Khotmil Qur'an dan Istighosah yang berlangsung di halaman depan Rektorat UIN Madura, Selasa malam (21/7/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat spiritualitas sivitas akademika sekaligus memanjatkan doa bagi kemajuan kampus.
Ketua Panitia Dies Natalis ke-60 UIN Madura, Dr. H. Machsun Zain, S.Ag., M.Si., yang juga menjabat sebagai Kepala Biro Akademik, Keuangan, dan Umum UIN Madura, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh sivitas akademika yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan peringatan hari jadi kampus.
"Kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh jajaran UIN Madura yang telah berkenan hadir dan memberikan dukungan dalam menyukseskan peringatan Dies Natalis ke-60 UIN Madura," ujarnya.
Ia menjelaskan, setelah pelaksanaan khotmil Qur'an dan istighosah, rangkaian kegiatan Dies Natalis akan dilanjutkan dengan pembukaan berbagai perlombaan yang diperuntukkan bagi sivitas akademika, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, hingga unsur lainnya. Seluruh rangkaian lomba akan berlangsung hingga 29 Juli 2026 dan ditutup dengan upacara peringatan Dies Natalis yang dirangkai dengan penyerahan trofi kepada para pemenang.
"Atas nama panitia, kami kembali mengucapkan terima kasih atas partisipasi seluruh pihak dalam memeriahkan Dies Natalis ke-60 UIN Madura. Mohon maaf apabila dalam pelaksanaan kegiatan terdapat hal-hal yang kurang berkenan," tambahnya.
Sementara itu, Rektor UIN Madura, Dr. H. Saiful Hadi, M.Pd., menegaskan bahwa khotmil Qur'an dan istighosah merupakan momentum penting untuk mengetuk pintu rahmat Allah SWT serta memperkuat fondasi spiritual kampus.
"Saya mengapresiasi panitia yang telah menguatkan spiritualitas, melestarikan lingkungan, serta membangun peradaban dalam bingkai Taneyan Lanjhang," ungkapnya.
Menurut Rektor, perjalanan UIN Madura hingga memasuki usia ke-60 tidak terlepas dari perjuangan para pendiri dan ulama yang meletakkan nilai-nilai religius sebagai karakter utama kampus. Nilai tersebut harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus.
Ia menambahkan, keberadaan para mahasiswa penghafal Al-Qur'an memiliki peran strategis dalam menjaga nilai-nilai spiritual sekaligus membantu meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an mahasiswa lainnya.
"Kegiatan khotmil Qur'an ini ke depan perlu terus kita kuatkan. Para mahasiswa penghafal Al-Qur'an memiliki tanggung jawab untuk membantu teman-temannya dalam memperbaiki bacaan Al-Qur'an. Program ini akan kita titipkan kepada Kepala Ma'had melalui penguatan program-program kema'hadan, meskipun kita belum memiliki gedung Ma'had," jelasnya.
Rektor optimistis tradisi spiritual yang mulai dibangun pada Dies Natalis ke-60 ini akan menjadi fondasi bagi kemajuan UIN Madura di masa mendatang sebagai kampus Taneyan Lanjhang Pengembangan Ilmu Pengetahuan Islam Integratif.
"Kita memulai tradisi baru di usia kampus yang ke-60 ini sebagai pijakan menuju 60 tahun ke depan. Semoga seluruh ikhtiar yang kita lakukan menjadi amal ibadah dan Allah SWT senantiasa memberikan kemudahan serta mengabulkan seluruh hajat keluarga besar UIN Madura," tuturnya.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama sebagai harapan agar UIN Madura terus berkembang menjadi perguruan tinggi Islam yang unggul, religius, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat, bangsa, dan negara.
Penulis: Herlina Tria Sukmawati Editor: Achmad Firdausi