Wisudawan Terbaik FTIK UIN Madura Raih IPK 3.92, Kisah Perjuangan Pulang-Pergi Sumenep–Pamekasan
- Diposting Oleh Achmad Firdausi
- Sabtu, 18 April 2026
- Dilihat 1946 Kali
Pamekasan | Prestasi membanggakan diraih oleh Bardatus Sufyanah, lulusan Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Madura. Ia dinobatkan sebagai wisudawan terbaik dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,92 dan predikat Pujian, Sabtu (18/04/2026).
Bardatus Sufyanah yang akrab disapa Yana, mengaku tidak menyangka dapat meraih predikat tersebut. Ia menyampaikan rasa syukur atas capaian yang diraih setelah melalui perjalanan kuliah yang penuh tantangan.
“Alhamdulillah, saya tidak menyangka bisa menjadi wisudawan terbaik di Fakultas Tarbiyah. Perjalanan saya tentu ada suka dan duka,” ungkapnya.
Mahasiswi asal Kabupaten Sumenep ini harus menempuh perjuangan ekstra selama masa studinya. Ia memilih tidak tinggal di kos dan harus pulang-pergi (PP) dari Sumenep ke Pamekasan setiap hari menggunakan transportasi umum.
“Saya PP dari Sumenep ke Pamekasan naik bus. Bahkan setelah jam perkuliahan selesai, saya lebih memilih berjalan kaki dari kampus ke terminal bus daripada meminta tumpangan teman,” jelasnya.
Menurutnya, capaian akademik yang diraih tidak lepas dari niat kuat dalam menuntut ilmu. Ia menegaskan bahwa kuliah dijalaninya dengan kesungguhan sebagai bentuk pengabdian kepada kedua orang tua.
“Saya niatkan kuliah ini untuk membaktikan diri dan membahagiakan orang tua. Selain itu, saya juga selalu mengulang materi yang telah diajarkan dosen agar lebih memahami,” tambahnya.
Ia juga memaknai setiap perjuangan selama kuliah sebagai bentuk ikhtiar yang bernilai ibadah. Bahkan langkah kaki yang ditempuh menuju pangkalan bus ia niatkan sebagai amal untuk kedua orang tuanya.
“Memang capek, tapi saya niatkan setiap langkah itu untuk orang tua,” ujarnya.
Setelah lulus, Bardatus berencana untuk bekerja terlebih dahulu sambil membantu usaha keluarga. Meski demikian, ia tetap memiliki keinginan untuk melanjutkan studi jika kesempatan terbuka.
“Saya ingin bekerja dulu, membantu usaha orang tua, dan mencari pengalaman. Kalau ada kesempatan, saya ingin melanjutkan studi di prodi yang sama,” katanya.
Di akhir, ia berpesan kepada mahasiswa agar menjadikan kuliah sebagai proses yang serius dan penuh tanggung jawab, bukan sekadar formalitas.
“Jadikan kuliah sebagai bentuk bakti kepada orang tua. Ketika lelah, ingat perjuangan mereka dalam membiayai pendidikan kita,” pesannya.
Sebagai penutup, ia juga menyampaikan pesan kepada seluruh wisudawan dan wisudawati agar menjadikan momen kelulusan sebagai awal perjalanan baru dalam menuntut ilmu.
“Untuk wisudawan dan wisudawati kali ini, jadikan wisuda bukan akhir dari segala hal, tetapi awal untuk terus belajar ke depannya. Karena long life education, pendidikan adalah seumur hidup. Maka teruslah belajar, belajar, dan terus belajar hingga akhir hayat,” tutupnya.
Penulis: Herlina Tria Sukmawati Editor: Achmad Firdausi