Alamat

Jl. Raya Panglegur KM.4 Pamekasan

Telp./WA

+62 898-9700-500

Email

info@uinmadura.ac.id

PBAK 2026 UIN Madura Resmi Dibuka, 1.407 Mahasiswa Baru Ikuti Pengenalan Kampus

  • Diposting Oleh Achmad Firdausi
  • Selasa, 18 Agustus 2026
  • Dilihat 55 Kali
Bagikan ke

Pamekasan | Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Universitas Islam Negeri (UIN) Madura Tahun 2026 resmi dibuka di Auditorium UIN Madura, Selasa (18/8/2026). Mengusung tema “Revitalisasi Nilai Rampak Naong, Beringin Korong dan Ekoteologi: Membentuk Akademisi Berkarakter Spiritual, Humanis, dan Lestari di Tanah Madura”, pembukaan PBAK ini diikuti jajaran pimpinan universitas, panitia PBAK, serta mahasiswa baru UIN Madura.

PBAK 2026 berlangsung selama lima hari, mulai 17 hingga 21 Agustus 2026. Ketua PBAK 2026, H. Muhammad Jamaluddin, M.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa rangkaian PBAK tahun ini melibatkan panitia tingkat universitas dan panitia fakultas.

“Panitia universitas bertanggung jawab pada agenda Pra-PBAK (17/08/2026), pembukaan PBAK (18/08/2026), serta hari terakhir PBAK yakni bazar ormawa (21/08/2026). Sementara tanggal 19 dan 20 Agustus menjadi tanggung jawab panitia fakultas, termasuk dalam mengatur seluruh program PBAK selama dua hari tersebut,” ujarnya.

Ia menjelaskan, PBAK 2026 diikuti oleh 1.407 mahasiswa baru dari empat fakultas, yakni Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) 11 program studi, Fakultas Syariah (FASYA) tiga program studi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) empat program studi, serta Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (FAUD) empat program studi. Keempat fakultas tersebut menaungi total 22 program studi.

Pada kesempatan tersebut, panitia juga memberikan apresiasi kepada 10 lembaga pendidikan yang menjadi penyumbang mahasiswa baru terbanyak bagi UIN Madura. Sepuluh lembaga tersebut yakni Mambaul Ulum, MA Al-Islamiyah 1, SMAN 1 Pamekasan, SMAN 8 Pamekasan, SMA Tahfidz Al-Amien, SMAN 4 Pamekasan, MAN 1 Pamekasan, MA Mambaul Ulum Bata-Bata 1, SMAN 2 Pamekasan, dan MAN 2 Pamekasan.

“MAN 2 Pamekasan menjadi lembaga dengan jumlah lulusan terbanyak yang melanjutkan pendidikan ke UIN Madura pada tahun ini,” jelasnya.

Jamaluddin menyampaikan apresiasi kepada seluruh lembaga pendidikan yang telah mempercayakan putra-putrinya untuk melanjutkan pendidikan tinggi di UIN Madura. Menurutnya, kampus akan menyediakan ruang pengembangan akademik maupun non-akademik bagi mahasiswa agar dapat berkembang dan mencapai cita-citanya.

Sementara itu, Wakil Rektor III UIN Madura, Prof. Dr. H. Mohammad Ali Al Humaidy, M.Si., yang mewakili Rektor UIN Madura, mengajak mahasiswa baru menjadikan momentum PBAK sebagai langkah awal untuk membangun niat dan karakter selama menempuh pendidikan tinggi.

Ia menegaskan bahwa mahasiswa perlu meluruskan niat dalam menjalani perkuliahan. Menurutnya, kuliah tidak semata-mata diarahkan untuk menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun mencari pekerjaan lainnya, tetapi terutama untuk memperoleh ilmu, keberkahan, dan mendewasakan diri.

“Yang paling utama adalah luruskan bahwa kuliah niatnya bukan semata-mata untuk menjadi PNS, tidak semata-mata menjadi PPPK. Kita hadir di kampus sebagai mahasiswa baru UIN Madura dalam rangka mencari keberkahan ilmu, keberkahan dari para dosen, para sesepuh, dan para pendiri UIN Madura,” tuturnya.

Prof. Mohammad Ali Al Humaidy juga menekankan tiga nilai utama yang menjadi motto UIN Madura, yakni religius, kompetitif, dan kolaboratif. Nilai religius, kata dia, menjadi fondasi bagi mahasiswa dalam membangun kehidupan akademik, bermasyarakat, dan bernegara.

“UIN Madura akan mencetak mahasiswa yang berilmu dan mempunyai akhlak, pemahaman tentang tasawuf, fikih, Al-Qur'an maupun hadis. Itu pondasi utama,” jelasnya.

Selain aspek religius, mahasiswa juga didorong memiliki daya saing agar mampu berkompetisi di tingkat lokal, regional, hingga internasional. Sementara nilai kolaboratif diwujudkan melalui penguatan jejaring kampus dengan pemerintah, organisasi masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, serta berbagai pihak lainnya.

“Besar harapan kami mahasiswa baru UIN Madura senantiasa semangat untuk menuntut ilmu dan jangan lupa meminta doa kepada orang tua,” pesannya.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor III juga menegaskan sejumlah ketentuan selama pelaksanaan PBAK. Berdasarkan surat edaran Wakil Rektor III UIN Madura tertanggal 12 Agustus 2026, seluruh rangkaian PBAK dilarang diwarnai praktik kekerasan, baik verbal maupun non-verbal, kekerasan fisik maupun psikis, bullying, serta pungutan liar dalam bentuk apa pun.

Peserta dan panitia juga dilarang menyebarkan informasi bohong (hoaks), ujaran kebencian, maupun konten yang dapat memicu permusuhan melalui media sosial.

“Semoga surat edaran ini kita patuhi. PBAK harus menjadi ruang pengenalan budaya akademik dan kemahasiswaan yang sehat, aman, serta mendukung mahasiswa untuk berkembang,” tutupnya.

 


Penulis: Herlina Tria Sukmawati                           Editor: Achmad Firdausi