Dari Warisan Ulama Menuju Peradaban Berkelanjutan, ICONIS¹⁰ 2026 UIN Madura Himpun 262 Naskah
- Diposting Oleh Achmad Firdausi
- Senin, 17 Agustus 2026
- Dilihat 38 Kali
Pamekasan | Antusiasme akademisi terhadap International Conference on Islamic Studies (ICONIS¹⁰) 2026 & 400th Anniversary of Shekh Yusuf Al-Makassari yang diselenggarakan Universitas Islam Negeri (UIN) Madura menunjukkan capaian signifikan. Hingga batas akhir pengumpulan full paper pada 15 Agustus 2026, panitia menerima sebanyak 262 naskah ilmiah dari sekitar 100 perguruan tinggi dan institusi dalam maupun luar negeri.
Capaian tersebut menunjukkan semakin luasnya jangkauan akademik ICONIS sebagai forum internasional yang mempertemukan akademisi, peneliti, dan pemikir untuk mendiskusikan perkembangan studi Islam serta kontribusinya dalam menjawab berbagai persoalan kontemporer dan masa depan peradaban.
ICONIS¹⁰ 2026 mengangkat tema “Tracing Ulama' Nusantara's Intellectual Legacy for Sustainable Civilization and Global Wisdom.” Tema tersebut menempatkan warisan intelektual ulama Nusantara sebagai sumber pengetahuan yang dapat dikontekstualisasikan untuk membangun peradaban berkelanjutan sekaligus memberikan kontribusi terhadap diskursus global.
Pembahasan konferensi dikembangkan melalui lima subtema utama, yakni Ecotheology & Environmental Stewardship; Indigenous Knowledge & Sustainable Communities; Islamic Education, STEAM & Future Learning; Sharia-Based Environmental Governance; serta Islamic Economics, Halal Industry & Sustainable Entrepreneurship.
Konferensi internasional yang dijadwalkan berlangsung pada 9 September 2026 tersebut akan menghadirkan Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, M.A., sebagai keynote speaker. Kehadiran Menteri Agama diharapkan memberikan perspektif strategis mengenai kontribusi pendidikan tinggi keagamaan Islam dan khazanah intelektual Islam Nusantara dalam pembangunan peradaban yang berkelanjutan.
Sejumlah akademisi dan tokoh juga dijadwalkan hadir, yakni Dr. H. M. Faried F. Saenong, M.A., Ph.D., Special Staff to the Minister of Religious Affairs of the Republic of Indonesia; Prof. Dr. Mohd Roslan bin Mohd Nor dari University of Malaya; serta Prof. Dr. Sulaiman Hasan Sulaiman dari Al-Refak University, Libya.
Rektor: ICONIS Harus Melahirkan Kolaborasi dan Pengetahuan Berdampak
Rektor UIN Madura, Dr. H. Saiful Hadi, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas tingginya partisipasi akademisi dalam ICONIS¹⁰ 2026. Menurutnya, masuknya 262 naskah dari sekitar 100 institusi menunjukkan kepercayaan komunitas akademik terhadap UIN Madura sebagai salah satu ruang pengembangan dan pertukaran pengetahuan dalam studi Islam.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh akademisi, peneliti, perguruan tinggi, dan institusi dari dalam maupun luar negeri yang telah mempercayakan karya-karya terbaiknya untuk dipresentasikan melalui ICONIS¹⁰ 2026. Sebanyak 262 naskah dari sekitar 100 institusi merupakan modal akademik yang sangat penting untuk membangun pertukaran gagasan dan memperluas jejaring keilmuan UIN Madura di tingkat global,” ujar Rektor.
Rektor menegaskan bahwa ICONIS tidak semestinya berhenti pada aktivitas presentasi dan publikasi ilmiah. Forum tersebut harus diarahkan untuk menghasilkan kolaborasi penelitian, pengembangan jejaring internasional, serta gagasan yang memiliki relevansi dan dampak bagi kehidupan masyarakat.
“Tema yang kita angkat tahun ini sangat relevan karena mempertemukan kekayaan intelektual ulama Nusantara dengan persoalan keberlanjutan dan tantangan global. Warisan ulama tidak cukup hanya kita dokumentasikan, tetapi perlu kita rekontekstualisasikan menjadi pengetahuan yang mampu menjawab persoalan lingkungan, pendidikan, ekonomi, sosial, dan tata kelola kehidupan masyarakat masa kini,” jelasnya.
Menurut Rektor, orientasi tersebut juga selaras dengan komitmen UIN Madura dalam mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, pengetahuan lokal, dan perkembangan ilmu pengetahuan dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi. Karena itu, ICONIS¹⁰ diharapkan menjadi salah satu instrumen penguatan rekognisi akademik sekaligus internasionalisasi UIN Madura.
“Kami berharap ICONIS¹⁰ melahirkan jejaring akademik dan kolaborasi riset yang berkelanjutan. Produk akhirnya bukan hanya artikel, tetapi pengetahuan yang memberikan kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan dan peradaban global dengan tetap berpijak pada kekayaan intelektual Islam Nusantara,” tambahnya.
Masuki Tahap Review hingga Konferensi 9 September
Setelah full paper submission deadline ditutup pada 15 Agustus 2026, seluruh naskah yang masuk akan memasuki tahapan review. Panitia menjadwalkan Notification of Review Results pada 25 Agustus 2026, sehingga para penulis dapat mengetahui hasil penilaian dan catatan reviewer terhadap naskah masing-masing.
Penulis yang memperoleh rekomendasi perbaikan selanjutnya diberikan kesempatan melakukan penyempurnaan naskah hingga batas Full Paper Revision Deadline pada 30 Agustus 2026. Tahapan tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan kualitas substansi akademik naskah sebelum memasuki proses akhir.
Setelah revisi, tahapan dilanjutkan dengan Camera Ready Submission dan Registration Deadline pada 4 September 2026. Seluruh proses tersebut akan bermuara pada pelaksanaan ICONIS¹⁰ 2026 pada 9 September 2026, yang mempertemukan para pemakalah, akademisi, peneliti, dan pembicara dari berbagai institusi dan negara.
Panitia menyampaikan apresiasi kepada seluruh penulis yang telah mengirimkan karya ilmiah, serta kepada perguruan tinggi dan institusi yang berpartisipasi. Apresiasi juga diberikan kepada reviewer, panitia, pimpinan universitas, dan seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan konferensi.
ICONIS¹⁰ 2026 — Connecting Ideas, Building Knowledge, Shaping Civilization.
Penulis: Achmad Firdausi