Nyai Inayah Wahid Sebut Mahasiswa Baru FTIK UIN Madura Punya Potensi yang Harus Dijaga
- Diposting Oleh Achmad Firdausi
- Rabu, 19 Agustus 2026
- Dilihat 103 Kali
Pamekasan | Putri Presiden ke-4 Republik Indonesia Abdurrahman Wahid, Nyai Inayah Wulandari Wahid, memberikan apresiasi terhadap semangat dan keberanian mahasiswa baru Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Madura. Kesan tersebut disampaikan Nyai Inayah saat hadir di UIN Madura untuk memberikan motivasi kepada mahasiswa baru Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Madura dalam kuliah tamu Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) yang berlangsung di Auditorium UIN Madura, Rabu (19/8/2026).
Ia mengaku terkesan melihat respons mahasiswa baru FTIK UIN Madura, ketika berada di auditorium. Menurutnya, keberanian mahasiswa dalam berbicara menjadi potensi yang tidak boleh disia-siakan oleh perguruan tinggi.
“Ketika saya datang ke UIN Madura ini, mahasiswa barunya di FTIK keren-keren banget, bicara vokal semua. Apalagi yang perempuan-perempuan itu vokal banget. Dan itu bagi saya adalah modal besar, jadi jangan disia-siakan,” ujarnya.
Apresiasi Nyai Inayah tidak hanya ditujukan kepada keberanian mahasiswa baru, tetapi secara khusus kepada keputusan mahasiswa baru yang memilih program studi keguruan. Menurutnya, keputusan untuk menempuh pendidikan di bidang keguruan pada kondisi negara saat ini merupakan pilihan yang patut mendapatkan penghormatan.
Ia melihat masih banyak tantangan yang dihadapi dunia pendidikan, termasuk persoalan kesejahteraan tenaga pendidik dan belum optimalnya perhatian terhadap pendidikan. Di tengah kondisi tersebut, masih ada anak muda yang secara sadar memilih menjadi bagian dari dunia pendidikan.
“Di kondisi hari ini, ketika pendidikan bukan sesuatu yang prioritas, ketika kesejahteraan mereka jauh banget dari standar, kemudian mereka secara sadar mau mengambil prodi keguruan, itu bagi saya luar biasa banget,” tuturnya.
Menurut Nyai Inayah, mahasiswa baru FTIK UIN Madura yang saat ini memilih prodi keguruan sesungguhnya sedang mengambil peran penting dalam perjalanan bangsa. Mereka bukan hanya sedang mempersiapkan diri untuk mendapatkan pekerjaan, tetapi juga sedang mempersiapkan diri untuk menjadi bagian dari proses pembentukan generasi Indonesia di masa mendatang.
Nyai Inayah mengibaratkan perjalanan Indonesia menuju 2030 sebagai sebuah pertaruhan besar. Menurutnya, bangsa Indonesia sedang berada dalam fase menentukan apakah mampu mencapai masa depan yang diharapkan atau justru menghadapi berbagai persoalan yang menghambat kemajuan.
Dalam pertaruhan tersebut, mahasiswa baru UIN Madura yang saat ini menempuh pendidikan keguruan memiliki posisi strategis. Sebab, beberapa tahun ke depan mereka akan menjadi pendidik yang berhadapan langsung dengan generasi penerus bangsa.
“Kita sedang taruhan, dan teman-teman yang hari ini mengambil prodi keguruan, mereka lah nanti yang akan menjadi penentu kita menang atau tidak,” tegasnya.
Ia menilai empat tahun masa pendidikan yang akan dijalani mahasiswa baru harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Selama berada di perguruan tinggi, mereka harus membangun kompetensi, karakter, keberanian berpikir, serta kepedulian terhadap persoalan masyarakat.
“Mulai dari kita sendiri, apalagi teman-teman yang empat tahun kedepan akan belajar ini, karena nanti mereka yang akan menciptakan generasi baru untuk 2030 itu. Jadi kita menang atau enggak, semua ada di tangan mereka,” ujarnya.
Karena itu, Nyai Inayah kembali memberikan penghormatan kepada mahasiswa baru FTIK UIN Madura yang memilih prodi keguruan. Ia mengajak mereka untuk tidak ragu dengan pilihan tersebut dan menjadikan masa perkuliahan sebagai kesempatan untuk mempersiapkan diri menjadi pendidik yang mampu membawa perubahan.
“Buat teman-teman yang mengambil prodi keguruan hari ini, respek saya setinggi-tingginya untuk kalian. Dipertaruhkan apakah Indonesia akan menjadi negara emas di 2030 atau enggak, kalianlah yang menentukan kemenangannya,” katanya.
Ia pun menutup pesannya dengan ajakan kepada para mahasiswa keguruan untuk bersama-sama mengambil bagian dalam menentukan masa depan bangsa.
“Jadi ayo kita menangkan. Kita bikin supaya kita menang di pertaruhan ini,” pungkasnya.
Penulis: Herlina Tria Sukmawati Editor: Achmad Firdausi