Mahasiswa KKN UIN Madura Bangun Portal Digital Desa Larangan Luar, Angkat Taneyan Lanjhang hingga Potensi UMKM
- Diposting Oleh Achmad Firdausi
- Senin, 24 Agustus 2026
- Dilihat 127 Kali
Pamekasan | Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 2026 UIN Madura Posko 08 Desa Larangan Luar, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, menghadirkan inovasi Portal Digitalisasi Desa melalui pembuatan website dan plang digital. Program tersebut menjadi bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam memperkenalkan potensi Desa Larangan Luar di bidang budaya, pariwisata, ekonomi, teknologi, dan informasi.
Portal digital tersebut dirancang sebagai media informasi sekaligus sarana promosi potensi desa. Melalui website yang dikembangkan, berbagai kekayaan lokal Desa Larangan Luar diperkenalkan secara digital agar dapat diakses dan dikenal oleh masyarakat secara lebih luas.
Salah satu potensi yang menjadi perhatian utama dalam portal tersebut adalah Taneyan Lanjhang, salah satu warisan luhur masyarakat Madura yang telah diwariskan secara turun-temurun. Taneyan Lanjhang tidak hanya memiliki nilai arsitektur tradisional, tetapi juga merepresentasikan kehidupan sosial, kekerabatan, dan kearifan lokal masyarakat Madura.
Pengangkatan Taneyan Lanjhang ke dalam portal digital menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN untuk menjadikan teknologi sebagai sarana pelestarian budaya. Di tengah arus modernisasi dan perkembangan teknologi yang semakin pesat, keberadaan media digital dinilai dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan budaya lokal kepada generasi muda sekaligus masyarakat dari luar daerah.
Selain aspek budaya dan pariwisata, portal digital tersebut juga memuat informasi mengenai potensi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Desa Larangan Luar. Produk dan usaha masyarakat diperkenalkan melalui media digital sebagai upaya memperluas jangkauan promosi sekaligus membuka peluang pemasaran yang lebih luas.
Dengan demikian, digitalisasi yang dilakukan mahasiswa tidak hanya berorientasi pada penyediaan informasi, tetapi juga diarahkan untuk mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat. Potensi UMKM yang sebelumnya lebih banyak dikenal di lingkungan sekitar diharapkan dapat memperoleh ruang promosi melalui platform digital desa.
Tidak berhenti pada Taneyan Lanjhang dan UMKM, mahasiswa KKN Posko 08 juga mengangkat Tomang, yakni tungku api tradisional yang merupakan bagian dari kearifan lokal masyarakat. Pengenalan Tomang melalui portal digital menjadi langkah untuk mendokumentasikan sekaligus memperkenalkan benda tradisional yang memiliki keterkaitan dengan kehidupan masyarakat pada masa lalu.
Pengembangan portal digital tersebut dilakukan oleh Elok Faiqotul Himmah, mahasiswa KKN Reguler 2026 Posko 08 yang juga bertugas sebagai sekretaris posko. Selain terlibat dalam pelaksanaan program kerja KKN, Elok berkontribusi dalam pembuatan website dan plang digital Desa Larangan Luar sebagai bagian dari program digitalisasi desa.
Menurut Elok Faiqotul Himmah, pengembangan portal digital tersebut berangkat dari keinginan untuk mengintegrasikan teknologi dengan potensi lokal yang dimiliki desa.
“Portal digital ini kami hadirkan bukan sekadar sebagai website informasi, tetapi sebagai ruang untuk memperkenalkan identitas dan potensi Desa Larangan Luar. Kami ingin budaya, pariwisata, UMKM, dan berbagai kearifan lokal dapat terdokumentasi dan dikenal lebih luas melalui teknologi,” ujarnya.
Ia menambahkan, perkembangan teknologi seharusnya dapat berjalan beriringan dengan pelestarian budaya lokal. Digitalisasi dinilai dapat menjadi salah satu strategi untuk menjaga agar warisan budaya tidak hanya dikenal oleh generasi saat ini, tetapi juga dapat diperkenalkan kepada generasi mendatang.
“Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan. Teknologi bukan hanya digunakan untuk mengikuti perkembangan zaman, tetapi juga menjadi alat untuk menjaga budaya, mempromosikan potensi desa, dan membantu masyarakat memperkenalkan produk UMKM mereka,” lanjutnya.
Program tersebut mendapat dukungan dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Reguler 2026 Posko 08, Fathorrozy, M.Pd. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program mahasiswa untuk mengembangkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan dan potensi masyarakat desa.
Apresiasi juga disampaikan oleh Kepala Desa Larangan Luar, Ah. Farisi, S.Ag. Kehadiran portal digital dinilai menjadi langkah positif dalam memperkenalkan berbagai potensi Desa Larangan Luar melalui pemanfaatan teknologi.
Apresiasi serupa datang dari Pamong Buddaghan 1, Adi Bahri, S.Pd. Program digitalisasi desa yang menggabungkan unsur budaya, ekonomi, pariwisata, serta teknologi tersebut dinilai dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem informasi desa yang lebih modern.
Kehadiran website dan plang digital ini diharapkan tidak berhenti sebagai program kerja selama pelaksanaan KKN. Portal tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan dan dimanfaatkan sebagai media informasi, dokumentasi, serta promosi berbagai potensi Desa Larangan Luar setelah mahasiswa menyelesaikan masa pengabdiannya.
Melalui program tersebut, mahasiswa KKN Reguler 2026 Posko 08 UIN Madura berupaya menunjukkan bahwa digitalisasi desa bukan berarti meninggalkan budaya lokal, melainkan menjadikan teknologi sebagai sarana untuk menghidupkan, mendokumentasikan, dan memperkenalkan budaya kepada dunia yang lebih luas.
Taneyan Lanjhang sebagai warisan luhur, Tomang sebagai bagian dari kearifan tradisional, serta UMKM sebagai penggerak ekonomi masyarakat kini mendapatkan ruang baru melalui teknologi digital.
Editor: Achmad Firdausi