Yudisium ke-42 dan 43 Fasya, 200 Sarjana Hukum Siap Hadapi Tantangan Global
- Diposting Oleh Widya Yuni Wulandari
- Kamis, 16 April 2026
- Dilihat 66 Kali
Pamekasan | Suasana khidmat menyelimuti pelaksanaan Yudisium ke-42 dan 43 Fakultas Syariah (Fasya) Universitas Islam Negeri (UIN) Madura yang digelar di Gedung Auditorium, Senin (13/04/2026). Sebanyak 200 mahasiswa resmi mengikuti yudisium pada kesempatan tersebut. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, dosen, serta tenaga kependidikan Fasya UIN Madura.
Dalam sambutannya, Dekan Fasya, Muhammad Taufiq, Ph.D., menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada para mahasiswa yang telah resmi menyandang gelar Sarjana Hukum. Ia menekankan bahwa para lulusan Fakultas Syariah akan dihadapkan pada berbagai tantangan global yang kompleks, mulai dari konflik internasional di kawasan Timur Tengah (global conflict in Midle East), krisis kemanusiaan (human crisis), hingga persoalan ketahanan pangan.
Menurutnya, kondisi tersebut menuntut para lulusan untuk mampu mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh selama masa studi. Ia menjelaskan bahwa setiap program studi memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan tersebut.
“Lulusan Hukum Keluarga Islam (HKI) diharapkan mampu mewujudkan ketahanan keluarga, lulusan Hukum Ekonomi Syariah (HES) berkontribusi pada penguatan ekonomi, dan lulusan Hukum Tata Negara (HTN) berperan dalam menciptakan keadilan serta menjaga keamanan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengutip pemikiran tokoh Muslim klasik, Ibnu Khaldun, yang dinilai relevan dengan kondisi saat ini yaitu ‘kondisi yang sulit, penuh tantangan akan melahirkan manusia hebat, kondisi mudah melahirkan manusia yang lemah, musuhmu bukan kesulitas tetapi kemudahan.’
Dari kutipan tersebut ia menjelaskan bahwa kondisi sulit yang penuh tantangan justru akan melahirkan pribadi yang kuat, sementara kenyamanan berlebihan dapat melemahkan karakter. Oleh karena itu, para lulusan diminta untuk tidak takut menghadapi kesulitan, melainkan menjadikannya sebagai sarana untuk tumbuh dan berkembang. “Musuh terbesar bukanlah kesulitan, tetapi rasa nyaman yang berlebihan,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, ia mengingatkan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, tetapi juga oleh etika dan sikap hidup. Para lulusan yang kini resmi menyandang gelar Sarjana Hukum diharapkan senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai penghormatan.
“Mulai hari ini kalian resmi menyandang gelar Sarjana Hukum. Kunci kesuksesan adalah menjaga tengka (etika) kepada bhabu (ibu), bhapak (bapak), guruh (guru), dan ratoh (pemimpin),” pesannya.
Yudisium ini menjadi momentum penting bagi para lulusan Fakultas Syariah UIN Madura untuk melangkah ke dunia nyata dengan bekal ilmu, integritas, serta kesiapan menghadapi dinamika global yang terus berkembang.
Penulis: Herlina Tria Sukmawati Editor: Achmad Firdausi