246 Mahasiswa FTIK UIN Madura Resmi Yudisium, Siap Jadi Pendidik Berintegritas dan Adaptif
- Diposting Oleh Widya Yuni Wulandari
- Kamis, 16 April 2026
- Dilihat 80 Kali
Pamekasan | Sebanyak 246 mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri (UIN) Madura resmi mengikuti yudisium yang digelar di Gedung Auditorium, Rabu (15/04/2026). Kegiatan berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, serta perwakilan rektorat.
Hadir mewakili Rektor, Kepala Biro Akademik, Keuangan, dan Umum (AKU), Machsun Zain, S.Ag., M.Si., turut menyampaikan sambutan sekaligus ucapan selamat kepada seluruh peserta yudisium. Ia menegaskan bahwa capaian akademik yang diraih para mahasiswa bukan sekadar seremoni kelulusan, melainkan bentuk pengakuan atas integritas dan kualitas akademik yang telah ditempuh selama masa studi.
“Yudisium ini bukan sekadar seremonial, tetapi merupakan deklarasi atas kelayakan akademik dan integritas personal yang telah saudara bangun. Gelar sarjana yang diraih adalah hasil dari kerja keras, ketekunan, serta dedikasi dalam menyerap nilai-nilai keilmuan dan kearifan lokal khas UIN Madura,” ungkapnya.
Ia juga menekankan bahwa lulusan FTIK memiliki tanggung jawab moral yang besar sebagai calon pendidik. Menurutnya, para lulusan merupakan “arsitek peradaban” yang akan menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan transformasi digital, ia berpesan agar para lulusan tetap menjaga nilai kemanusiaan dan spiritualitas.
“Seorang pendidik lulusan UIN Madura harus mampu mengintegrasikan kecerdasan intelektual dengan kemuliaan akhlak. Teknologi tidak boleh menggerus nilai-nilai kemanusiaan,” tambahnya.
Selain itu, Machsun Zain juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh sivitas akademika FTIK atas dedikasi dalam membimbing mahasiswa hingga mencapai kelulusan. Ia berharap para alumni dapat menjaga nama baik almamater dan menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
Sementara itu, Dekan FTIK, Prof. Dr. Siswanto, M.Pd.I., menyebut momen yudisium sebagai tonggak penting dalam perjalanan hidup mahasiswa. Ia mengungkapkan bahwa kelulusan ini menjadi kebanggaan tersendiri, terlebih para mahasiswa merasakan transformasi kelembagaan dari IAIN menjadi UIN Madura selama masa studi mereka.
“Hari ini adalah momentum bersejarah dan membahagiakan. Sebanyak 246 mahasiswa resmi dikukuhkan sebagai lulusan FTIK UIN Madura. Ini bukan akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang dalam kehidupan nyata,” ujarnya.
Ia menekankan tiga hal penting bagi para lulusan, yakni terus belajar, mengabdi, dan menjaga keberkahan ilmu. Menurutnya, ilmu akan berkembang jika terus diasah dan akan membawa manfaat jika diamalkan dengan penuh keikhlasan.
“Keberkahan ilmu terletak pada pengabdian. Lulusan FTIK diharapkan mampu mengimplementasikan ilmunya melalui pengajaran, pendampingan, dan kontribusi nyata di masyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga hubungan baik dengan para dosen agar ilmu yang diperoleh membawa manfaat. Selain itu, ia menyoroti capaian akreditasi unggul yang diraih oleh program studi di FTIK serta institusi UIN Madura secara keseluruhan sebagai motivasi bagi lulusan untuk menunjukkan kualitasnya di tengah masyarakat.
“Kalian adalah lulusan dari program studi yang telah terakreditasi unggul. Tunjukkan bahwa kalian memang layak dengan kualitas tersebut, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman dalam setiap langkah,” pungkasnya.
Melanjutkan sambutannya, Prof. Siswanto mengingatkan bahwa sebagai lulusan dari perguruan tinggi Islam, para alumni harus senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman dalam setiap aspek kehidupan. Nilai religiusitas, kompetitif, dan kolaboratif yang menjadi karakter kampus, menurutnya, harus terus dibawa dan diimplementasikan saat terjun ke masyarakat.
“Perlu diingat bahwa saudara lulus dari universitas Islam, sehingga nilai-nilai keislaman harus selalu kita kedepankan. Kampus kita telah memposisikan diri sebagai kampus yang religius, kompetitif, dan kolaboratif. Itu yang harus menjadi pegangan ketika saudara terjun ke masyarakat,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia juga mendorong para lulusan untuk tetap menjaga hubungan dengan almamater serta berperan aktif dalam memberikan kontribusi bagi pengembangan fakultas. Menurutnya, komunikasi yang baik antara alumni dan institusi akan menciptakan sinergi positif demi kemajuan bersama.
“Silakan informasikan kepada masyarakat tentang Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan. Jika ada hal yang perlu diperbaiki, sampaikan kepada kami sebagai bahan evaluasi. Dengan begitu, hubungan antara alumni dan fakultas akan semakin erat. Meskipun saudara telah lulus, kontribusi positif tetap bisa diberikan untuk kemajuan FTIK UIN Madura,” pungkasnya.
Yudisium ini menjadi penanda berakhirnya masa studi sekaligus awal pengabdian para lulusan FTIK UIN Madura dalam berkontribusi bagi dunia pendidikan dan masyarakat luas.
Penulis: Herlina Tria Sukmawati Editor: Ahmad Firdausi