Urgensi Bimbingan Manasik Haji bagi Kesempurnaan Ibadah dan Pelayanan Haji
- Diposting Oleh Achmad Firdausi
- Kamis, 19 Februari 2026
- Dilihat 147 Kali
Oleh: Dr. Imam Amrusi Jailani, M.Ag.
(Ketua Program Studi Doktor Ilmu Syariah Pascasarjana UIN Madura)
Menjelang pemberangkatan jemaah haji, Kementerian Haji dan Umroh disibukkan dengan penyelenggaraan bimbingan manasik haji di tingkat kecamatan dan kabupaten. Penyelenggaraan bimbingan manasik haji di tingkat kecamatan diselenggarakan selama 4 hari mulai dari tanggal 9 sampai 12 Februari, kemudian dilanjutkan dengan bimbingan manasik haji secara massal di tingkat kabupaten selama 1 hari. Bimbingan manasik haji ini diikuti oleh semua jemaah haji dengan tujuan untuk memberikan gambaran bagaimana penyelenggaraan ibadah haji, terutama bagi mereka yang belum menguasai seluk-beluk haji dan medan penyelenggaraan haji di tanah suci. Dengan diselenggarakannya bimbingan manasik ini diharapkan semua jemaah haji sudah memiliki gambaran tentang pelaksanaan ibadah haji, sehingga mereka bisa mempersiapkan diri untuk melaksanakan ibadah haji sesuai dengan tuntunan ibadah haji yang dicontohkan oleh Rasulullah dan kemudian dipraktikkan serta ditransformasikan oleh para ulama kepada umat Islam, dalam hal ini adalah jemaah haji.
Bimbingan manasik haji disampaikan oleh para narasumber berpengalaman, yang dalam hal ini adalah pembimbing ibadah haji, baik secara teoritis maupun secara praktis. Secara teoritis mereka dibekali pengetahuan tentang rukun dan wajib haji, sunah-sunahnya, kemudian amalan-amalan selama penyelenggaraan ibadah haji di tanah suci, serta bagaimana mereka harus bersikap yang baik dalam menjalin hubungan dengan Allah (hablum minallah) dan hubungan di antara sesama jemaah haji (hablum minannas). Selain dari pengetahuan secara teoritis, mereka pun dibekali dengan praktek ibadah haji, mempergunakan miniatur medan haji dengan rangkaian gladi posko haji.
Gladi dimulai dari pemberangkatan Jemaah haji dari kabupaten ke embarkasi, kemudian diteruskan pemberangkatan ke bandara menaiki pesawat menuju Madinah atau Jeddah, kemudian dipandu oleh para ketua kloter dan pembimbing kloter serta didampingi oleh para tenaga medis mengarahkan mereka ke hotel masing-masing. Kemudian mereka dipandu dan dibimbing untuk melaksanakan ibadah umroh dan haji, mulai dari mengambil miqat, kemudian berniat umroh serta melakukan thawaf dan sa’i dan tahallul. Rangkaian berikutnya dilanjutkan dengan niat haji dan menuju ke Arafah untuk wukuf. Setelah itu ke Muzdalifah dan Mina untuk melempar jumrah, kemudian kembali lagi ke Mekkah untuk melakukan thawaf ifadhah dan sa'i serta tahallul, kemudian thawaf wada'. Dari miniatur ka'bah tempat mereka thawaf, kemudian mas’a tempat mereka sa’i serta Arofah tempat mereka wukuf, ada Gambaran pelaksanaan ibadah haji. Kemudian juga Muzdalifah dan Mina dihadirkan dalam bimbingan praktek ibadah haji agar mereka sudah memiliki bekal, paling tidak sudah tahu bagaimana caranya manasik dan lain sebagainya. Dengan pengetahuan secara teoritis dan praktis yang sudah dikuasai oleh para jamaah haji diharapkan pelaksanaan ibadah haji akan lebih sempurna, apalagi dengan bimbingan para pembimbing ibadah yang sudah berpengalaman, sehingga bisa dipastikan rangkaian ibadah haji mereka itu sudah sesuai dengan tuntunan syariat.
Selain dari itu pelaksanaan bimbingan manasik haji bertujuan untuk mempererat hubungan antara jemaah haji yang satu dengan yang lainnya, sehingga mereka merasa bersaudara sesama jemaah haji. Terlebih lagi mereka itu sudah diikat dengan persaudaraan keimanan (Ukhuwah Islamiyah) dan persaudaraan kewarganegaraan (ukhuwah wathaniyah) yang sama-sama warga negara Indonesia, yang nantinya akan tinggal dalam waktu tertentu di negara lain. Maka mereka harus merasa bersaudara yang setujuan, senasib dan seperjuangan. Begitu pula hubungan antara jemaah haji dengan para petugas kloter akan semakin erat terjalin sehingga di antara mereka merasa saling membutuhkan dan dibutuhkan. Dalam kondisi seperti itu pelayanan ibadah haji akan semakin lancar dan diberi kemudahan oleh Allah subhanahu wa ta'ala, sehingga mereka merasa berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah, apalagi di hadapan Allah Yang Maha Kuasa.
Oleh karena itu bimbingan manasik haji sangat besar faedah dan manfaatnya bagi kelancaran penyelenggaraan ibadah haji. Dengan mengikuti bimbingan manasik haji, para jamaah tidak akan khawatir lagi tentang penyelenggaraan ibadah haji yang sebelumnya belum ada gambaran sama sekali, setelah mengikuti bimbingan manasik haji, mereka akan memiliki keyakinan bahwa mereka bisa melaksanakan ibadah haji dengan baik, apalagi dengan bimbingan para pembimbing yang sudah ditunjuk oleh Kementerian Haji dan Umroh. Selain dari bimbingan manasik yang diselenggarakan oleh Kementerian Haji dan Umroh, mereka juga dibimbing oleh KBIHU (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh) yang banyak keberadaannya di setiap kabupaten dan kota di seluruh Indonesia. Dengan adanya support bimbingan manasik dari KBIHU, maka bisa dipastikan bahwa seluruh jemaah haji sudah memiliki pengetahuan yang lengkap dan juga kemampuan yang memadai untuk melaksanakan ibadah haji. Oleh karena itu bisa diharapkan bahwa haji mereka akan menjadi haji mabrur yang diridhoi oleh Allah subhanahu wa ta'ala
Editor: Achmad Firdausi